IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz dengan Orman Segera Rampung

By Aurelia 1 day ago Ekonomi
Image source: AP/ parstoday.ir
SHARE

[Medan | 8 September 2026] Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman terkait pengaturan pelayaran di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Perjanjian ini berpotensi membuka kembali sebagian jalur pelayaran di selat strategis tersebut, tetapi sekaligus memperkuat peran Iran dan Oman dalam menentukan akses kapal yang melintas.

Iran dan Oman Masuki Tahap Akhir Negosiasi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan pembicaraan dengan Oman telah mengalami kemajuan signifikan. Kesepakatan yang disebut sebagai sebuah “kesepahaman” itu akan mengatur jalur aman sementara bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Rincian perjanjian nantinya akan didokumentasikan dan disampaikan kepada International Maritime Organization (IMO), badan PBB yang menangani urusan pelayaran internasional. Iran berharap proses tersebut tidak mendapat campur tangan dari pihak ketiga.

Harga Minyak Sempat Pangkas Kenaikan

Kabar mengenai potensi kesepakatan tersebut sempat meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi. Investor menilai pengaturan jalur pelayaran dapat memungkinkan lebih banyak kapal tanker dan kapal komersial kembali melintasi Selat Hormuz sekaligus mengurangi risiko serangan terhadap kapal.

Harga minyak Brent masih bergerak di level tinggi, tetapi sempat memangkas penguatan setelah kabar tersebut muncul. Brent diperdagangkan mendekati US$97 per barel pada Senin siang waktu London, setelah sebelumnya menyentuh US$97,93 per barel.

Jutaan Barel Minyak Masih Melintasi Hormuz

Macquarie memperkirakan sekitar 7 juta barel minyak mentah dan produk olahan per hari saat ini masih melewati Selat Hormuz. Angka tersebut jauh di bawah sekitar 20 juta barel per hari sebelum perang berlangsung.

Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas pelayaran belum sepenuhnya terhenti. Namun, hanya sebagian kecil pemilik kapal yang bersedia mengambil risiko melintasi selat tersebut dengan mempertimbangkan kompensasi harga yang memadai. Hal itu membuat volume minyak yang cukup besar tetap dapat dikirim melalui jalur strategis tersebut.

Iran dan AS Saling Klaim Serangan

Potensi kesepakatan Iran-Oman muncul setelah Iran pada akhir pekan mengklaim telah menyerang tiga kapal yang menggunakan jalur tanpa izin serta tiga kapal lain yang memiliki keterkaitan dengan AS. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebelumnya, militer AS menyatakan telah menyerang tiga kapal tanker minyak mentah Iran dan menghancurkan salah satunya. Serangan tersebut disebut sebagai respons terhadap serangan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap dua kapal perang AS menggunakan rudal balistik. Di sisi lain, fasilitas minyak Saudi Aramco di Jazan, dekat Laut Merah, juga dilaporkan terkena serangan. Tingkat kerusakan fasilitas tersebut masih dalam penilaian.

Status Hormuz Jadi Titik Konflik Berikutnya

Iran dan Oman kini berupaya meresmikan mekanisme pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz yang berbatasan dengan kedua negara. Keduanya juga berpotensi mengenakan biaya layanan bagi kapal yang melintas.

Posisi tersebut berbeda dengan keinginan AS yang menghendaki Selat Hormuz kembali pada kondisi sebelum perang, ketika jalur tersebut dapat digunakan secara bebas. AS juga masih memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai upaya membatasi ekspor minyak negara tersebut.

Risiko Inflasi Global Masih Membayangi

Iran secara efektif menutup Selat Hormuz setelah serangan AS dan Israel pada akhir Februari. Hingga kini, berbagai upaya untuk mengakhiri konflik belum menghasilkan penyelesaian permanen dan ketegangan masih diwarnai serangan balasan secara berkala.

Perang yang telah memasuki bulan ketujuh tersebut terus menjadi risiko utama bagi pasar energi global. Harga minyak, bahan bakar, dan gas alam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara, sementara perkembangan terbaru di Selat Hormuz akan menjadi faktor penting bagi arah harga minyak dan ekspektasi inflasi global dalam beberapa waktu ke depan.

 

 

You Might Also Like

Harga Tembaga Cetak Rekor, Saham AMMN dan MDKA Banyak Diburu

Purbaya Sebut Laba Danantara Jadi Cadangan Fiskal, Bukan Buat Tutup Defisit

Kanada Balas Trump, Semua Produk AS Kena Tarif 15%-50%

Rupiah Terus Menguat, Balik Lagi ke Level 17.750

AS-Iran Makin Panas, Harga Minyak Dekati US$ 100 per Barel

TAGGED: iran oman, kesepakatan iran oman
Aurelia September 8, 2026 September 8, 2026
Previous Article Bank Sentral China Terus Borong Emas, Catat Rekor Baru Terbesar Sejak 2023
Next Article AS-Iran Makin Panas, Harga Minyak Dekati US$ 100 per Barel
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?