IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Tembus US$ 100, Trump Buat Tarif Lagi, IHSG Gak Jadi Terbang?

By Aurelia 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ investor.id
SHARE

[Medan | 24 Juli 2026] Pasar keuangan Indonesia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi setelah sebelumnya mencatat reli selama sembilan hari berturut-turut. IHSG ditutup melemah 0,30% ke level 6.315,31 setelah sempat menguat hingga menyentuh level 6.454 pada awal perdagangan. 

Pelemahan IHSG sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Setelah mencatat penguatan selama sembilan hari beruntun, pasar memang rentan mengalami aksi ambil untung (profit taking). Koreksi tersebut kemudian diperparah oleh memburuknya sentimen global, terutama setelah harga minyak dunia melonjak menembus US$100 per barel akibat eskalasi konflik AS-Iran serta meningkatnya kembali tensi perang dagang Amerika Serikat. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.

IHSG Masih Berpotensi Melanjutkan Koreksi

Analis memperkirakan tekanan terhadap IHSG masih akan berlanjut pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG memiliki area support di kisaran 6.296, sedangkan resistance berada di level 6.366.

Menurutnya, peluang terjadinya aksi profit taking masih cukup besar setelah reli panjang sebelumnya. Selain itu, investor juga masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan emas sebagai aset safe haven.

Sementara itu, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Alrich Paskalis Tambolang menilai pelemahan IHSG tidak terlepas dari lonjakan harga minyak dunia yang telah mencapai level tertinggi dalam enam pekan.

Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI telah membentuk death cross di area overbought, sementara histogram MACD masih berada di zona positif namun mulai menyempit. Apabila IHSG menembus ke bawah area MA5 di sekitar level 6.279, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 6.200–6.250.

Investor Pantau Sejumlah Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati sejumlah perkembangan yang dinilai dapat memengaruhi arah pasar keuangan. Likuiditas perekonomian Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan meskipun lajunya mulai melambat. Di sisi lain, konsolidasi empat perusahaan manajemen investasi BUMN di bawah Danantara menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memperkuat industri pengelolaan investasi nasional. Kinerja keuangan emiten perbankan besar, khususnya Bank Mandiri, juga akan menjadi salah satu sentimen penting dalam menentukan arah sektor keuangan domestik.

Trump Perluas Perang Dagang

Dari eksternal, perhatian investor tertuju pada kebijakan perdagangan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mulai Jumat (24/7/2026), pemerintah AS resmi memberlakukan tarif impor baru sebesar 10% hingga 12,5% terhadap 60 negara mitra dagang, termasuk Indonesia.

Indonesia dikenakan tarif sebesar 10% setelah dinilai telah memiliki sebagian mekanisme pembatasan impor barang yang diproduksi menggunakan tenaga kerja paksa. Selain Indonesia, tarif 10% juga dikenakan kepada India, Malaysia, Kanada, Inggris, Meksiko, Pakistan, Bangladesh, dan sejumlah negara lainnya.

Pemerintah AS juga berencana membentuk skema Tariff Rate Quota (TRQ) untuk sektor tekstil Indonesia, Bangladesh, Kamboja, dan Malaysia guna mendorong peningkatan penggunaan bahan baku tekstil asal Amerika Serikat. Kebijakan tersebut menjadi sinyal bahwa agenda proteksionisme pemerintahan Trump kembali menguat dan berpotensi meningkatkan ketidakpastian perdagangan global.

Harga Minyak Tembus US$100

Di sisi lain, pasar juga dihadapkan pada lonjakan harga minyak dunia yang semakin tajam. Harga minyak Brent ditutup melonjak 7% ke level US$100,69 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 6,2% menjadi US$92,19 per barel. Dalam lima hari terakhir, harga Brent telah melonjak sekitar 19%.

Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya gangguan distribusi minyak di Timur Tengah setelah Iran memperketat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz serta serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb.

Data Wood Mackenzie menunjukkan ekspor minyak mentah Timur Tengah selama Januari–Juni 2026 turun sekitar 82%, dari rata-rata 18,8 juta barel per hari menjadi hanya sekitar 3,4 juta barel per hari. Kondisi tersebut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global sekaligus meningkatkan risiko kenaikan inflasi dunia.

Dolar AS Ikut Menguat

Sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global, investor kembali memburu aset safe haven. Indeks dolar AS menguat ke level 101,44, didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset berdenominasi dolar di tengah eskalasi konflik geopolitik dan melonjaknya harga energi.

Apabila harga minyak tetap bertahan di level tinggi, tekanan inflasi global diperkirakan akan meningkat sehingga dapat memaksa bank-bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

 

You Might Also Like

Pemerintah Terbitkan Panda Bond Rp 18,4 Triliun, Oversubscribed 2,4 Kali

Trump Bakal Berlakukan Tarif Baru Lagi, Indonesia Kena Juga?

Harga Minyak Tembus US$ 100 Lagi!

Houthi Serang Tanker Arab Saudi, Pasokan Minyak Global Makin Terancam?

Konflik Makin Panas, Harga Minyak Tembus Level US$ 95 per Barel!

TAGGED: harga minyak, IHSG hari ini, sentimen hari ini, tarif trump
Aurelia July 24, 2026 July 24, 2026
Previous Article Houthi Serang Tanker Arab Saudi, Pasokan Minyak Global Makin Terancam?
Next Article Harga Minyak Tembus US$ 100 Lagi!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?