IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Inggris Bakal Berlakukan Tarif Mobil Listrik dari China

By Aurelia 5 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ cnbcindonesia.com
SHARE

[Medan | 5 Oktober 2026] Inggris dikabarkan segera memberlakukan bea masuk terhadap mobil listrik asal China. Langkah tersebut disebut sebagai respons terhadap kebijakan perdagangan Uni Eropa (UE) sekaligus upaya mencegah Inggris menjadi jalur masuk kendaraan listrik China ke pasar Eropa.

Inggris Ikuti Langkah Uni Eropa

The Times of London melaporkan Inggris akan menerapkan tarif terhadap mobil listrik yang berasal dari China. Kebijakan tersebut disebut mengikuti langkah yang telah lebih dahulu ditempuh Uni Eropa. Menurut laporan tersebut, UE telah memperingatkan Inggris bahwa negara tersebut berisiko dikeluarkan dari skema “Made in Europe” apabila tidak mengambil langkah terkait tarif mobil listrik China.

UE Khawatir Inggris Jadi Jalur Masuk ke Eropa

Pejabat Uni Eropa disebut mengkhawatirkan Inggris dapat menjadi backdoor bagi ekspor mobil listrik China menuju pasar Eropa apabila tidak memberlakukan kebijakan serupa. Kekhawatiran tersebut muncul karena perbedaan kebijakan tarif antara Inggris dan UE dapat menciptakan jalur alternatif bagi kendaraan listrik buatan China untuk masuk ke kawasan Eropa.

Inggris Pertimbangkan Risiko Balasan China

Di sisi lain, pejabat Inggris disebut khawatir kebijakan tersebut dapat memicu tindakan balasan dari China terhadap Jaguar Land Rover. Meski demikian, menurut The Times, pemerintah Inggris menilai potensi dampak ekonomi jika Inggris dikeluarkan dari mekanisme “Made in Europe” akan jauh lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin timbul dari kebijakan tarif tersebut. The Times tidak menyebutkan sumber informasi yang mendasari laporan tersebut.

 

You Might Also Like

Inflasi Jepang Naik, Peluang BOJ Naikkan Suku Bunga Makin Terbuka

OJK Minta Bank Pangkas Alokasi Dividen Untuk Tingkatkan Keamanan IT

Data NFP Melemah, Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Berkurang

Xi Jinping Sebut Ekonomi China Kuat, Optimis Capai Target 2026

Imbal Hasil Obligasi AS 10 Tahun Tembus 5.30%, Pertama Kalinya dalam 24 Tahun

TAGGED: inggris china, Tarif
Aurelia October 5, 2026 October 5, 2026
Previous Article OJK Minta Bank Pangkas Alokasi Dividen Untuk Tingkatkan Keamanan IT
Next Article Inflasi Jepang Naik, Peluang BOJ Naikkan Suku Bunga Makin Terbuka
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?