IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Dolar AS Jatuh ke Level Terendah Sejak Mei, Yen Balik Menguat

By Aurelia 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ money.kompas.com
SHARE

[Medan | 4 September 2026] Dolar Amerika Serikat (AS) melemah tajam hingga mencapai level terendah sejak Mei setelah Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi AS mulai menunjukkan perbaikan. Di sisi lain, yen Jepang menguat signifikan terhadap sejumlah mata uang utama seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ).

Dolar Tertekan Setelah Komentar Waller

Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,6% pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Pelemahan tersebut menjadi penurunan harian terbesar dalam lebih dari dua pekan. Tekanan terhadap dolar meningkat setelah Waller menyatakan bahwa keputusan kebijakan moneter The Fed pada September akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi AS untuk Agustus yang akan dirilis pekan depan.

Pernyataan tersebut dinilai lebih dovish dibandingkan kekhawatiran pasar sebelumnya yang memperkirakan The Fed masih memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menurun

Perubahan ekspektasi pasar terlihat dari kontrak swap yang terkait dengan keputusan The Fed pada 16 September. Setelah pernyataan Waller, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin turun menjadi hampir 50:50. Sebelumnya, probabilitas tersebut sempat berada di sekitar 70% pada awal pekan ini.

Turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga turut menekan imbal hasil aset berdenominasi dolar dan membuat mata uang AS kehilangan daya tarik. Kondisi ini menjadi katalis bagi mata uang lain untuk menguat, terutama ketika investor mulai memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter AS yang lebih longgar.

Yen Melonjak Hampir 2%

Di tengah pelemahan dolar, yen menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di antara negara-negara Group of 10 (G10). Yen melonjak sekitar 2% terhadap dolar AS. Penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya taruhan pasar terhadap kemungkinan Bank of Japan menaikkan suku bunga. Pelaku pasar juga tetap mencermati potensi intervensi otoritas Jepang untuk menopang nilai tukar yen.

Dengan kombinasi ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari BOJ dan prospek The Fed yang mulai lebih terbuka terhadap penahanan suku bunga, selisih daya tarik antara aset Jepang dan AS turut mengalami perubahan.

Data Tenaga Kerja dan Inflasi Jadi Penentu

Pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan AS bulanan yang akan dirilis Jumat (4/9/2026), sebelum beralih fokus pada data inflasi Agustus pekan depan. “Waller memberikan nada dovish dalam komentarnya hari ini, mendorong dolar lebih rendah sekaligus sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September,” ujar Alex Cohen, ahli strategi valuta asing di Bank of America. Menurut Cohen, data ketenagakerjaan maupun inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap dolar.

Pergerakan dolar selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah data ekonomi tersebut memperkuat pandangan bahwa inflasi sedang menuju target 2% dan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Jika demikian, peluang The Fed menahan suku bunga dapat semakin besar dan yield Treasury berpotensi kembali mendapat tekanan.

Bagi pasar negara berkembang seperti Indonesia, pelemahan dolar dan penurunan yield AS dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah serta aset obligasi domestik karena tekanan dari sisi arus modal global berpotensi berkurang. Namun, arah tersebut masih sangat bergantung pada data AS yang akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

 

You Might Also Like

BI dan Kemenkeu Kini Sudah Punya Jadwal Penempatan SAL di Himbara

Prabowo Buka Peluang Kerjasama Energi hinnga Pangan dengan Rusia

Waller The Fed Beri Peluang Tahan Suku Bunga Jika Disinflasi Berlanjut

Purbaya Yakin Sinergi Fiskal-Moneter Makin Erat dengan Gubernur BI Destry

Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah Hampir Sebulan

TAGGED: dolar AS, mata uang dolar, yen jepang
Aurelia September 4, 2026 September 4, 2026
Previous Article Prabowo Buka Peluang Kerjasama Energi hinnga Pangan dengan Rusia
Next Article IPO PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) Ditunda, Ada Apa?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?