IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Kanada Balas Trump, Semua Produk AS Kena Tarif 15%-50%

By Aurelia 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ suaragarut.id
SHARE

[Medan | 9 September 2026] Perang dagang antara Kanada dan Amerika Serikat kembali memanas. Kanada resmi menerapkan tarif balasan terhadap ratusan produk asal AS setelah perundingan perdagangan antara kedua negara gagal mencapai kesepakatan bulan lalu. Tarif baru tersebut berkisar antara 15% hingga 50% dan mencakup berbagai produk AS dengan nilai perdagangan mencapai US$27,6 miliar atau sekitar Rp487 triliun.

Tarif Balasan hingga 50%

Produk yang terkena tarif mencakup berbagai sektor, mulai dari susu, peralatan pertanian, kertas, peralatan rumah tangga, hingga produk elektronik. Kanada menerapkan tarif tertinggi sebesar 50% terhadap produk baja, aluminium, dan besi asal AS, atau dua kali lipat dibandingkan tarif sebelumnya. Selain itu, sejumlah produk seperti furnitur, sepeda motor, pakaian, dan produk kecantikan juga masuk dalam kelompok barang yang dikenakan tarif tinggi. Pemerintah Kanada menyebut kebijakan tersebut sebagai respons dollar-for-dollar terhadap berbagai pungutan yang sebelumnya diterapkan Amerika Serikat terhadap produk Kanada.

Respons terhadap Kebijakan Trump

Langkah Kanada merupakan bagian dari eskalasi konflik dagang yang kembali meningkat setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menerapkan berbagai kebijakan tarif terhadap negara mitra dagang.

Pungutan AS terhadap produk Kanada dilakukan melalui Section 301 dalam Trade Act of 1974, yang memberikan kewenangan kepada pemerintah AS untuk mengambil tindakan terhadap negara yang dianggap menerapkan praktik perdagangan tidak adil atau merugikan kepentingan perdagangan Amerika Serikat. Kanada menilai tarif balasan diperlukan untuk melindungi produsen, pekerja, dan industri domestik dari tekanan produk AS di pasar dalam negeri.

Tarif balasan Kanada yang telah diberlakukan sebelumnya juga tetap dipertahankan, termasuk tarif 25% terhadap sektor otomotif, salah satu sektor yang memiliki sensitivitas politik tinggi bagi kedua negara.

Perundingan Dagang Gagal

Ketegangan antara Washington dan Ottawa meningkat setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal mencapai kesepakatan pada akhir Agustus. Pejabat dari kedua negara saling menyalahkan atas kegagalan negosiasi dan belum menemukan titik temu dalam sejumlah isu perdagangan utama.

Situasi semakin memanas setelah Presiden Donald Trump menyerukan boikot terhadap produsen pesawat Kanada, Bombardier. Trump bahkan menyatakan bahwa penjualan pesawat Bombardier di Amerika Serikat seharusnya dihentikan.

Nilai Perdagangan yang Sangat Besar

Konflik dagang ini berpotensi memberikan dampak signifikan mengingat eratnya hubungan perdagangan antara Kanada dan Amerika Serikat. AS mengekspor barang senilai sekitar US$333,6 miliar ke Kanada, sementara impor AS dari Kanada mencapai sekitar US$381,9 miliar. Kedua negara memiliki hubungan perdagangan yang kuat di berbagai sektor, termasuk energi, kendaraan, alat berat, pesawat terbang, farmasi, furnitur, pakaian, hingga makanan dan minuman.

Meskipun produk yang terkena tarif hanya mencakup sebagian dari total perdagangan kedua negara, para ekonom memperingatkan bahwa dampaknya dapat terasa cukup besar bagi usaha kecil dan menengah serta perusahaan yang beroperasi di sektor terdampak.

Kanada Siapkan Dana Dukungan

Pemerintah Kanada sebelumnya juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk melindungi perekonomian domestik dari dampak perang dagang. Ottawa mengumumkan paket dukungan senilai US$7,5 miliar bagi dunia usaha dan pekerja. Dana tersebut melengkapi sekitar US$25 miliar yang sebelumnya telah disediakan untuk membantu industri Kanada menghadapi kebijakan tarif global Amerika Serikat.

Risiko Baru bagi Ekonomi Global

Eskalasi konflik dagang Kanada dan AS menambah daftar risiko yang saat ini dihadapi perekonomian global. Di tengah konflik geopolitik yang telah mendorong harga energi naik dan meningkatkan tekanan inflasi, perang tarif berpotensi memperbesar biaya produksi serta mendorong kenaikan harga barang.

Bagi pasar keuangan, perkembangan ini menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena kebijakan tarif dapat meningkatkan tekanan inflasi sekaligus menghambat pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut juga berpotensi mempersulit bank sentral global dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.

 

 

You Might Also Like

Harga Tembaga Cetak Rekor, Saham AMMN dan MDKA Banyak Diburu

Purbaya Sebut Laba Danantara Jadi Cadangan Fiskal, Bukan Buat Tutup Defisit

Rupiah Terus Menguat, Balik Lagi ke Level 17.750

AS-Iran Makin Panas, Harga Minyak Dekati US$ 100 per Barel

Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz dengan Orman Segera Rampung

TAGGED: AS-Kanada, tarif dagang
Aurelia September 9, 2026 September 9, 2026
Previous Article Rupiah Terus Menguat, Balik Lagi ke Level 17.750
Next Article Purbaya Sebut Laba Danantara Jadi Cadangan Fiskal, Bukan Buat Tutup Defisit
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?