[Medan | 2 Juni 2026] Harga minyak dunia kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut seiring membaiknya arus pengiriman melalui Selat Hormuz dan meningkatnya optimisme terhadap perkembangan negosiasi tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$68 per barel setelah terkoreksi sekitar 3% dalam dua sesi sebelumnya. Sementara itu, Brent ditutup di bawah level US$72 per barel pada perdagangan Rabu.
Seorang pejabat AS menyebut volume pengiriman minyak yang melintasi Selat Hormuz telah kembali menembus lebih dari 10 juta barel per hari. Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan Iran untuk mengganggu distribusi minyak melalui jalur pelayaran strategis itu semakin terbatas.
Sentimen positif juga datang dari perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran. Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung konstruktif, sementara pemerintah Qatar mengungkapkan pertemuan lanjutan kedua negara akan segera dijadwalkan setelah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang diperkirakan dimulai pada 4 Juli.
Tekanan terhadap harga minyak semakin besar setelah pasar menilai risiko gangguan pasokan mulai mereda. Meskipun ketegangan sempat meningkat akibat aksi saling serang pada akhir pekan lalu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap berjalan relatif normal.
Di sisi lain, ekspor minyak Uni Emirat Arab dilaporkan telah kembali ke level sebelum konflik. Selain tetap memanfaatkan jalur Selat Hormuz, negara tersebut juga mengoptimalkan jaringan pipa untuk menjaga kelancaran distribusi minyak ke pasar global.
Pada perdagangan pagi di Asia, kontrak WTI pengiriman Agustus turun 0,6% menjadi US$68,16 per barel. Sementara kontrak Brent pengiriman September ditutup melemah 1,9% ke level US$71,57 per barel pada perdagangan sebelumnya.

