IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Neraca Dagang Mei 2026 Defisit Pertama Sejak Tahun 2020

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ kemenkeu.go.id
SHARE

[Medan | 2 Juli 2026] Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Realisasi tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan Indonesia masih mampu membukukan surplus sekitar US$1 miliar.

Defisit ini menjadi yang pertama sejak Mei 2020, sekaligus mengakhiri tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut. Sebelumnya, pada April 2026 neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus tipis sebesar US$89,1 juta.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan defisit tersebut terutama dipicu oleh membengkaknya defisit sektor migas yang mencapai US$3,76 miliar, terutama berasal dari impor hasil minyak dan minyak mentah.

Di sisi lain, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus sebesar US$2,15 miliar, yang ditopang oleh ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati (CPO), serta besi dan baja.

Secara kumulatif sepanjang Januari–Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus sebesar US$4,03 miliar, ditopang surplus nonmigas sebesar US$16,31 miliar, meskipun defisit migas telah mencapai US$12,28 miliar.

Sebelumnya, konsensus Bloomberg terhadap 21 ekonom memperkirakan ekspor Indonesia tumbuh 3,75% (YoY), sementara impor diproyeksikan meningkat 18,26% (YoY). Konsensus juga memperkirakan surplus perdagangan melebar menjadi sekitar US$1,01 miliar, sehingga realisasi defisit menjadi kejutan negatif bagi pasar.

Defisit neraca perdagangan menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap sektor eksternal mulai meningkat. Pelemahan ekspor di tengah tingginya impor, khususnya impor energi, berpotensi mengurangi pasokan devisa sehingga dapat memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah apabila kondisi tersebut berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Bagi pasar keuangan, data ini cenderung menjadi sentimen negatif karena mempersempit ruang penguatan rupiah dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keseimbangan eksternal Indonesia. Kondisi tersebut juga dapat mendorong investor tetap berhati-hati terhadap aset domestik, termasuk pasar saham dan obligasi, terutama apabila defisit perdagangan kembali berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

 

 

You Might Also Like

Purbaya Yakin Inflasi Bakal Mereda Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia

Pidato Pertama di Forum Global, Apa Aja yang Dibahas Kevin Warsh?

Trump Klaim Pertemuan AS-Iran di Qatar Berjalan Lancar

Lalu Lintas Selat Hormuz Membaik, Harga Minyak Terus Turun

Inflasi Naik, Neraca Dagang Defisit, Apa Artinya Bagi Indonesia?

TAGGED: defisit neraca dagang, neraca dagang
Aurelia Tanu July 2, 2026 July 2, 2026
Previous Article Pidato Pertama di Forum Global, Apa Aja yang Dibahas Kevin Warsh?
Next Article Purbaya Yakin Inflasi Bakal Mereda Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?