[Medan | 2 Juni 2026] Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar, menunjukkan perkembangan yang positif. Negosiasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mengubah gencatan senjata sementara menjadi kesepakatan damai yang lebih permanen.
Trump mengatakan delegasi kedua negara telah mencapai kemajuan dalam pembahasan teknis yang berlangsung di Qatar, meski belum mengungkapkan rincian hasil pertemuan tersebut.
“Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik. Kita lihat bagaimana perkembangannya. Kami menyerang mereka dengan sangat keras selama tiga malam, tetapi sekarang hubungan kami berjalan jauh lebih baik. Saya menyebutnya sebagai proses denuklirisasi, dan semuanya sedang berlangsung,” ujar Trump.
Utusan khusus AS Steve Witkoff bersama Jared Kushner memimpin delegasi Washington dalam pembahasan teknis dengan mediator Qatar. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal yang memberikan ruang negosiasi selama 60 hari antara Washington dan Teheran.
Pemerintah Qatar menyatakan kedua belah pihak menunjukkan komitmen untuk melanjutkan dialog dan menyebut perundingan kali ini menghasilkan “kemajuan positif”. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung setelah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang diperkirakan dimulai pada 4 Juli.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan negosiator teknis masih membahas sejumlah isu penting, termasuk kelancaran lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dan kelanjutan pembahasan mengenai program nuklir Iran yang menjadi fokus utama Washington.
Perundingan tersebut berlangsung di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rapuh. Pekan lalu, kedua negara kembali terlibat aksi saling serang setelah Iran melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap sebuah kapal komersial di sekitar Selat Hormuz.
Insiden tersebut kembali memunculkan perbedaan kepentingan antara Washington dan Teheran terkait pengelolaan Selat Hormuz. Selain isu keamanan jalur pelayaran, masa depan program nuklir Iran juga masih menjadi salah satu hambatan utama dalam proses negosiasi.
Laporan Wall Street Journal menyebut Trump sempat mempertimbangkan opsi operasi militer lanjutan bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine. Namun, pemerintah AS akhirnya memutuskan tetap mengedepankan jalur diplomasi.
Trump kembali menegaskan bahwa tujuan utama Washington tetap tidak berubah, yakni memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. “Saya rasa pembicaraan sudah mengalami kemajuan yang cukup jauh. Tujuan kami sederhana, yaitu memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir,” tegas Trump.

