[Medan | 30 September 2026] Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk membangun ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pada tahap awal, lima kawasan peternakan ditargetkan rampung pada 2027 dengan total anggaran sekitar Rp2,2 triliun.
Lima Kawasan Peternakan Ditargetkan Rampung 2027
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan lima kawasan peternakan tahap awal akan dikembangkan di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Untuk pembangunan kelima kawasan tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,2 triliun. Amran mengatakan anggaran tersebut telah disetujui dan ditandatangani oleh Presiden.
Menurut Amran, pembangunan kelima kawasan tersebut terus dipercepat setelah proses administrasi dan penganggaran diselesaikan. Pemerintah menargetkan fasilitas yang dibangun dapat rampung pada tahun depan. “Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan,” katanya.
Ekosistem Mencakup Pakan hingga Produksi Susu
Kawasan peternakan tersebut akan dikembangkan secara terintegrasi dengan mencakup berbagai fasilitas. Infrastruktur yang disiapkan antara lain pabrik pakan, pembibitan atau day old chick (DOC), budidaya ayam, produksi telur, serta pengembangan sapi perah dan susu.
Amran mengatakan pendekatan dari hulu hingga hilir diperlukan untuk memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan efisiensi produksi peternakan. Pemerintah juga menargetkan penguatan produksi dalam negeri dapat membantu memenuhi kebutuhan ayam, telur, dan susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahan Baku Pakan Dipasok dari Sentra Produksi
Penguatan industri pakan menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan ekosistem tersebut. Pemerintah akan mendorong agar bahan baku pakan, terutama jagung, dipenuhi dari sentra produksi yang berada di sekitar kawasan peternakan. Amran mencontohkan pengembangan kawasan di Bone, Sulawesi Selatan. Kebutuhan jagung untuk pakan dapat dipasok dari Bone, Soppeng, dan wilayah sekitarnya sehingga jalur distribusi bahan baku menjadi lebih pendek.
Selain pabrik pakan, pemerintah juga akan membangun fasilitas DOC di kawasan tersebut. Dengan demikian, kebutuhan bibit ayam dapat dipenuhi lebih dekat dengan lokasi produksi. “Pabrik pakan juga akan dibangun lengkap DOC-nya, anak ayam. Tidak perlu lagi mengambil ke mana-mana. Ambil dari sini. Lengkap,” kata Amran.
Pengembangan Sapi Perah dan Produksi Susu
Selain komoditas ayam dan telur, pengembangan sapi perah serta produksi susu juga menjadi bagian dari ekosistem peternakan yang disiapkan pemerintah. Amran mengatakan peningkatan produksi susu diperlukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi masyarakat. Di Sulawesi Selatan, salah satu kawasan pengembangan peternakan berada di Bone dengan luas sekitar 150 hektare. Kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok peternakan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di wilayah sekitar.
Pemerintah Dorong Rantai Pasok Peternakan dari Hulu ke Hilir
Melalui pembangunan kawasan terintegrasi tersebut, pemerintah berharap produksi ayam, telur, dan susu dalam negeri dapat meningkat. Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk memperkuat pasar bahan baku, industri pakan dan pembibitan, serta distribusi produk peternakan di dalam negeri.

