[Medan | 29 September 2026] Harga minyak kembali menguat selama dua hari berturut-turut di tengah ketidakpastian perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kenaikan harga juga didukung oleh indikasi menguatnya permintaan minyak serta pemulihan sebagian aliran minyak melalui jaringan pipa strategis Arab Saudi.
WTI Tembus US$93 per Barel
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,9% menjadi US$93,42 per barel untuk pengiriman November pada pukul 06.02 waktu Singapura. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk kontrak November ditutup naik 0,9% menjadi US$105,28 per barel di New York.
Kontrak November Brent akan berakhir pada Rabu. Adapun kontrak Desember yang lebih aktif ditutup di level US$97,83 per barel.
Negosiasi AS-Iran Masih Penuh Ketidakpastian
Pergerakan harga minyak masih dipengaruhi perkembangan hubungan AS dan Iran. Sejumlah pejabat Iran secara tertutup dilaporkan pesimistis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan dengan Washington sekaligus membuka kembali Selat Hormuz sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang.
Ketidakpastian tersebut meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Selat Hormuz merupakan jalur penting dalam perdagangan minyak global, sehingga gangguan berkepanjangan terhadap jalur tersebut berpotensi meningkatkan risiko pasokan dan mendorong volatilitas harga minyak.
Arab Saudi Pulihkan Aliran Pipa
Di sisi lain, Arab Saudi mulai memulihkan aliran minyak melalui jaringan pipa East-West yang melintasi wilayah negara tersebut. Jaringan ini menjadi salah satu jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz setelah serangan pesawat nirawak menghentikan operasionalnya pada awal September.
Sejumlah sumber yang mengetahui kondisi tersebut menyebutkan bahwa volume minyak yang mengalir melalui jaringan pipa menuju Laut Merah telah mencapai setidaknya 3,5 juta barel per hari, atau sekitar setengah dari kapasitas aliran sebelumnya.
Indikator Pasokan Menunjukkan Pasar Semakin Ketat
Fundamental pasar minyak juga menunjukkan tanda-tanda penguatan. Sejumlah indikator yang mengukur ketatnya pasokan melonjak dalam beberapa hari terakhir, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap minyak yang dapat segera dikirimkan. Di sisi lain, harga bahan bakar terus meningkat di tengah masih terganggunya kapasitas kilang minyak global. Kondisi tersebut turut memberikan dukungan terhadap harga minyak mentah.
Harga Minyak Berpotensi Catat Kenaikan Bulanan Ketiga
Dengan perkembangan tersebut, harga minyak diperkirakan mencatat kenaikan bulanan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Kenaikan terutama didorong oleh meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, gangguan terhadap jalur alternatif pengiriman minyak Arab Saudi, serta potensi pembatasan ekspor solar oleh pemerintah AS. Perkembangan negosiasi AS-Iran, kondisi Selat Hormuz, serta pemulihan jalur distribusi minyak Arab Saudi menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan pasar dalam menentukan arah harga minyak selanjutnya.

