IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Lelang Surat Utang Sepi, Permintaan Turun Hampir 30%

By Aurelia 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ emitennews.com
SHARE

[Medan | 30 September 2026] Respons pasar dalam lelang surat utang pada Selasa (29/9/2026) terlihat lebih lemah. Total permintaan yang masuk turun hampir 30% dibandingkan lelang dua pekan sebelumnya, sementara yield yang dimenangkan meningkat pada hampir seluruh seri yang ditawarkan.

Nilai Surat Utang yang Dimenangkan Turun

Berdasarkan data lelang surat utang, total nilai yang dimenangkan pemerintah mencapai Rp42,8 triliun, turun 29,69% dari Rp60,96 triliun pada lelang sebelumnya, 15 September 2026. Penurunan nilai yang dimenangkan pemerintah tercatat lebih kecil, yakni 15,29%, dari Rp34 triliun menjadi Rp28,8 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan minat investor lebih dalam dibandingkan dengan pengurangan nominal yang akhirnya diserap pemerintah.

Permintaan FR0110 Turun 45%

Tekanan terbesar terlihat pada seri FR0110 dengan tenor 5 tahun. Total penawaran yang masuk turun 45,15% menjadi Rp12,94 triliun dari sebelumnya Rp23,60 triliun. Pada saat yang sama, nominal yang dimenangkan pemerintah menyusut 25,39% menjadi Rp9,55 triliun dari Rp12,8 triliun. Di tengah permintaan yang melemah, investor meminta tingkat imbal hasil yang lebih tinggi. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan naik menjadi 7,08% dari 7,04%.

Pelemahan permintaan juga terjadi pada tenor acuan 10 tahun. Penawaran yang masuk turun 42,17% menjadi Rp5,42 triliun dari Rp9,38 triliun. Namun, nominal yang dimenangkan pemerintah hanya berkurang 7,07%, dari Rp4,95 triliun menjadi Rp4,6 triliun. Sementara itu, yield yang dimenangkan meningkat menjadi 7,24% dari 7,2%.

Investor Makin Selektif di Tenor Panjang

Tekanan lebih besar terlihat pada tenor panjang. Pada seri FR0107 dengan tenor 19 tahun, permintaan investor merosot 55,48% menjadi Rp2,41 triliun dari sebelumnya Rp5,41 triliun. Pemerintah juga memangkas nominal yang dimenangkan sebesar 75% menjadi hanya Rp950 miliar, dibandingkan Rp3,8 triliun pada lelang sebelumnya. Meski nominal yang diserap jauh lebih rendah, yield tetap meningkat menjadi 7,28% dari 7,24%.

Pasar SUN Berada dalam Tekanan Jual

Hasil lelang kali ini mencerminkan kondisi pasar yang lebih defensif dibandingkan dua pekan sebelumnya. Permintaan yang turun hampir 30% terjadi ketika pasar surat utang tengah menghadapi aksi jual seiring kenaikan yield surat utang Amerika Serikat (AS) atau US Treasury ke level tertinggi sejak 2007.

Pada perdagangan Selasa (29/9/2026), yield surat utang tenor acuan global juga meningkat. Kondisi tersebut turut mendorong yield surat utang pemerintah Indonesia tenor 10 tahun naik 8,1 basis poin (bps) menjadi 7,22%, atau level tertinggi dalam enam pekan terakhir.

Yield INDON dan CDS Indonesia Ikut Naik

Tekanan juga terlihat pada obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dolar AS atau INDON. Yield INDON tenor 10 tahun meningkat 6,7 bps menjadi 6,2%, sedangkan yield tenor 5 tahun naik 2,7 bps menjadi 5,65%. Kenaikan yield tersebut kemudian diikuti peningkatan Credit Default Swap (CDS) INDON 5 tahun menjadi 92 pada Selasa (29/9/2026), dari sekitar 82 dua pekan sebelumnya. Kenaikan CDS sebesar 10 bps dalam waktu relatif singkat menunjukkan bahwa biaya proteksi terhadap risiko gagal bayar utang Indonesia di pasar mengalami peningkatan.

 

You Might Also Like

HSBC Proyeksi Rupiah Akan Ada di Kisaran Rp 18.000 Hingga Akhir 2026

Pemerintah Siapkan Rp 17 T Untuk Bangun Ekosistem Peternakan

Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih, Harga Minyak Turun ke Bawah US$ 100

Apakah IHSG Bakal Turun ke Bawah Level 6.000?

Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Kembali Naik

TAGGED: bi lelang, surat utang
Aurelia September 30, 2026 September 30, 2026
Previous Article HSBC Proyeksi Rupiah Akan Ada di Kisaran Rp 18.000 Hingga Akhir 2026
Next Article Short Selling Mulai Berlaku Besok, Apa yang Perlu Diketahui?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?