IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Ramai Pertimbangan Perlambatan AI, Bagaimana Nasib Saham AI?

By Aurelia 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ france24.com
SHARE

[Medan | 15 September 2026] Saham teknologi Amerika Serikat (AS) tertekan pada awal pekan setelah investor menghadapi sejumlah sentimen negatif sekaligus, mulai dari kekhawatiran perlambatan investasi artificial intelligence (AI), lonjakan harga minyak, hingga meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Pada perdagangan Senin (14/9/2026), Nasdaq Composite turun 1,2%, S&P 500 melemah 0,8%, sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,5%.

Tiga Tekanan Utama Pasar

Sentimen negatif datang hampir bersamaan. Pertama, sejumlah pemimpin perusahaan AI mulai membahas perlunya memperlambat pengembangan model AI generasi terbaru untuk memberikan ruang bagi penerapan perlindungan dan pengawasan.

Kedua, harga minyak melonjak hingga sekitar 4% setelah konflik di Timur Tengah kembali mengancam pasokan energi global. Ketiga, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed meningkat dari sekitar 60% pada awal September menjadi sekitar 90% setelah data inflasi AS terbaru.

Kombinasi ketiga faktor tersebut membuat investor memilih mengurangi eksposur terhadap saham berisiko, terutama perusahaan teknologi yang valuasinya sangat bergantung pada ekspektasi pertumbuhan jangka panjang.

Harga Minyak Mendekati US$100

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 3%-4% pada Senin dan kembali mendekati US$100 per barel. Pergerakan tersebut terjadi setelah Ansar Allah atau Houthi memperkuat posisi di pesisir Yaman dan menguasai kota Mocha di kawasan Laut Merah.

Posisi tersebut memberikan kelompok tersebut akses strategis untuk meningkatkan tekanan terhadap Selat Bab al-Mandeb, salah satu jalur penting perdagangan energi global. Situasi semakin mengkhawatirkan setelah pipa Timur-Barat Arab Saudi turut diserang. Jalur tersebut biasanya mengalirkan sekitar 4,5 juta barel minyak per hari menuju terminal di pesisir Laut Merah.

Risiko Pasokan Energi Makin Besar

Gangguan di Yaman terjadi ketika pasar juga masih menghadapi risiko terhadap Selat Hormuz akibat konflik dengan Iran. Jika beberapa jalur strategis tersebut terganggu secara bersamaan, pasokan minyak global berpotensi semakin ketat dalam beberapa bulan ke depan.

Harga minyak yang tinggi biasanya menjadi tekanan bagi pasar saham karena meningkatkan biaya transportasi dan produksi serta mengurangi daya beli konsumen. Dalam kondisi yang lebih ekstrem, kenaikan energi juga dapat kembali mendorong inflasi dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.

Kekhawatiran Investasi AI Melambat

Di tengah tekanan minyak, investor juga mulai memperhatikan kemungkinan perubahan arah investasi AI. CEO Anthropic Dario Amodei sebelumnya menyatakan bahwa perkembangan model AI frontier perlu memiliki batas dan pengawasan agar kemajuannya tidak melampaui kemampuan masyarakat untuk memahami maupun mengaturnya.

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari CEO xAI Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman. Meski belum ada keputusan konkret untuk mengurangi investasi, investor menangkap pernyataan tersebut sebagai potensi perlambatan pertumbuhan belanja AI. Reaksi pasar terlihat pada saham pemasok infrastruktur AI. SanDisk (SNDK) dan Micron (MU) masing-masing turun sekitar 7% saat pembukaan, Nvidia (NVDA) melemah hampir 3%, sedangkan Coherent (COHR) merosot sekitar 10%.

Trump Justru Dukung Investasi AI

Namun, kekhawatiran tersebut mendapat sinyal berbeda dari Presiden AS Donald Trump. Ketika ditanya mengenai perlunya mengurangi laju investasi AI, Trump justru menilai investasi besar tetap diperlukan agar AS mempertahankan keunggulan teknologi terhadap China.

Dengan demikian, tekanan terhadap saham AI saat ini belum dapat langsung dianggap sebagai perubahan struktural dalam prospek industri. Investor masih perlu melihat apakah pembicaraan mengenai pengamanan dan regulasi AI benar-benar berdampak terhadap belanja modal perusahaan teknologi atau hanya menjadi bagian dari proses pengembangan industri.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Meningkat

Faktor yang paling langsung menekan valuasi saham adalah perubahan ekspektasi kebijakan The Fed. Federal Open Market Committee (FOMC) dijadwalkan menggelar rapat pada Selasa dan Rabu pekan ini, dengan pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Ekspektasi tersebut meningkat setelah data inflasi terbaru. PPI AS pada Agustus menunjukkan tekanan inflasi grosir tahunan yang masih tinggi, sementara CPI menunjukkan kenaikan inflasi inti bulanan di atas perkiraan.

Kenaikan suku bunga dapat memberikan tekanan terhadap saham pertumbuhan karena meningkatkan biaya modal dan menurunkan nilai keuntungan perusahaan yang diharapkan di masa depan. Karena itu, meskipun kenaikan bunga sudah banyak diperhitungkan pasar, investor tetap akan mencermati nada komunikasi The Fed untuk menentukan apakah tekanan terhadap saham teknologi akan berlanjut.

 

You Might Also Like

Yield Obligasi AS 10 Tahun Sentuh 5%, Apa Artinya Untuk Pasar?

Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Tembus 90%

Trump Tuntut The Fed Turunkan Suku Bunga

Jalur Pipa Arab Saudi Diserang, Harga Minyak Naik ke US$ 108

IHSG Mendadak Terjun Bebas 1,33%, Ada Apa Ini?

Aurelia September 15, 2026 September 15, 2026
Previous Article BYAN Nyatakan Force Majeure di Tengah Isu Masuknya Haji Isam
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?