IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Bakal Umumkan Pengganti Powell di Bulan Ini

By Aurelia 8 months ago Ekonomi
Image source: AP/ americanbanker.com
SHARE

[Medan | 9 Januari 2026] Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan Presiden Donald Trump diperkirakan akan memutuskan pengganti Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam bulan Januari ini. Keputusan tersebut kemungkinan diumumkan berdekatan dengan kehadiran Trump dalam forum ekonomi tahunan World Economic Forum di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari.

Menurut Bessent, penentuan pimpinan baru bank sentral AS berpotensi dilakukan tepat sebelum atau sesaat setelah agenda Davos. Saat ini terdapat empat nama yang masuk dalam radar kandidat, yakni Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, mantan Wakil Ketua The Fed Kevin Warsh, Gubernur The Fed Christopher Waller, serta eksekutif BlackRock Rick Rieder. Dari keempat nama tersebut, Rieder menjadi satu-satunya kandidat yang berasal dari luar The Fed dan masih menjalani proses wawancara.

Bessent menilai level suku bunga kebijakan saat ini masih berada di atas tingkat netral dan terlalu restriktif bagi perekonomian. Ia menyebut sebagian besar model ekonomi menempatkan suku bunga netral di kisaran 2,50% hingga 3,25%. Sebagai catatan, The Fed pada Desember lalu memangkas suku bunga acuannya ke rentang 3,50%–3,75%, namun sinyal lanjutan penurunan suku bunga pada awal 2026 relatif terbatas.

Pasar saat ini menilai peluang perubahan suku bunga dalam pertemuan Federal Open Market Committee pada 27–28 Januari sangat kecil. Sejumlah pejabat The Fed cenderung menunggu data tambahan terkait inflasi dan pasar tenaga kerja sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter.

Dalam pernyataan terpisah yang dikutip media AS, Bessent menilai The Fed seharusnya tidak menunda pelonggaran suku bunga lebih lanjut dan berperan lebih aktif dalam mendorong investasi. Ia juga memuji agenda ekonomi Trump yang dinilai telah menopang pertumbuhan melalui pemangkasan pajak, kesepakatan dagang, serta deregulasi, sembari mengkritik kebijakan ekonomi pemerintahan sebelumnya yang dianggap menekan aktivitas usaha.

Analisis Dampak ke Pasar Keuangan
Pasar Saham Global
Wacana pergantian pimpinan The Fed di bawah Presiden Trump meningkatkan persepsi risiko intervensi politik terhadap independensi bank sentral. Namun, pasar saham cenderung merespons positif apabila kandidat yang dipilih memiliki kecenderungan dovish dan mendukung penurunan suku bunga lebih agresif.

Sektor yang berpotensi diuntungkan antara lain teknologi, properti, dan sektor berbasis pembiayaan, mengingat prospek biaya dana yang lebih rendah. Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan moneter dalam masa transisi berpotensi meningkatkan volatilitas jangka pendek, terutama pada saham-saham perbankan dan keuangan yang sensitif terhadap arah suku bunga.

Pasar Obligasi AS

Dari sisi obligasi, ekspektasi bahwa pimpinan The Fed berikutnya lebih akomodatif berpotensi menekan yield US Treasury, khususnya pada tenor menengah hingga panjang. Kurva imbal hasil berpeluang kembali mengalami steepening apabila pasar semakin yakin bahwa siklus pelonggaran suku bunga akan berlanjut pada 2026.

Meskipun begitu, risiko fiskal AS dan meningkatnya penerbitan surat utang pemerintah dapat membatasi penurunan yield secara agresif, terutama di tenor panjang.

Dampak ke Pasar Emerging Market dan Indonesia
Bagi pasar emerging market, termasuk Indonesia, narasi The Fed yang lebih dovish menjadi sentimen positif karena dapat meredakan tekanan arus modal keluar dan menopang stabilitas nilai tukar. Aliran dana asing berpotensi kembali masuk ke aset berisiko, termasuk saham dan obligasi pemerintah negara berkembang.

Di pasar obligasi Indonesia, penurunan tekanan yield global membuka ruang bagi penguatan harga Surat Berharga Negara, terutama pada tenor menengah hingga panjang, selama volatilitas global tetap terkendali. Sementara itu, pasar saham domestik berpeluang mendapatkan sentimen positif dari sektor-sektor sensitif suku bunga seperti properti, konstruksi, dan consumer discretionary.

 

You Might Also Like

Selat Hormuz Jadi Perhatian, Sanksi Ekonomi Baru AS Untuk Iran Segera Diumumkan

Siap-siap, Menanti Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Simposium

BI Imbau Bank Tak Pasarkan SRBI ke Nasabah Ritel dan Non-Bank

Peringatkan Krisis Utang AS, Ray Dalio Sarankan Beli Emas dan Bitcoin

Rupiah Akhirnya Menguat di Bawah Level 17.700, Apa Pendorongnya?

TAGGED: Jerome Powell, ketua the fed, Ketua The Fed berikutnya, pengganti Powell
Aurelia January 9, 2026 January 9, 2026
Previous Article Defisit APBN 2025 Melebar Jadi 2,92% PDB, Ini Dampaknya ke Ekonomi RI
Next Article Defisit APBN 2025 Melebar, Rupiah Bisa Tembus 17.000?
1 Comment
  • kontol bapak says:
    January 10, 2026 at 11:08 AM

    kontol bapak kau kayak jamur kontol bapak kau

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?