IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
EkonomiUncategorized

Kekhawatiran Pasokan Mereda, Harga Minyak Turun ke US$ 105

By Aurelia 1 day ago Ekonomi Uncategorized
Image source: AP/ drillingmanual.com
SHARE

[Medan | 18 September 2026] Harga minyak kembali melemah pada perdagangan Jumat (18/9/2026), melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. Pergerakan ini terjadi setelah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai mereda, sementara pasar menantikan perkembangan diplomasi terkait konflik AS-Iran.

WTI Turun ke US$100,96 per Barel

Pada pukul 07.28 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Oktober 2026 di New York Mercantile Exchange berada di US$100,96 per barel, turun 0,93% dibandingkan posisi sehari sebelumnya sebesar US$101,91 per barel.

Sementara itu, harga minyak Brent turun ke bawah US$104 per barel, setelah terkoreksi lebih dari 3% dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Penurunan tersebut menunjukkan tekanan terhadap harga minyak mulai berkurang setelah sebelumnya melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Arab Saudi Mulai Pulihkan Jalur Pipa

Salah satu faktor yang meredakan kekhawatiran pasar adalah langkah Arab Saudi untuk memperbaiki kerusakan pada jalur pipa East-West menuju pantai Laut Merah. Pemerintah Saudi menargetkan sekitar separuh kapasitas pipa dapat kembali beroperasi dalam beberapa hari.

Perkembangan tersebut memberikan sedikit kepastian bagi pasar mengenai kemampuan negara tersebut mempertahankan arus ekspor minyak meskipun ketegangan di kawasan masih berlangsung.

Pasar Menunggu Arah Konflik AS-Iran

Di sisi geopolitik, pasar masih mencermati langkah berikutnya dari Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa dirinya mendekati keputusan besar terkait kemungkinan peningkatan kembali serangan terhadap Teheran.

Trump juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah negara Teluk Persia pada pekan depan di sela-sela pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping juga berpotensi menjadi salah satu forum pembahasan mengenai perkembangan konflik tersebut.

JPMorgan Sulit Menentukan Skenario Perang

Ketidakpastian mengenai durasi konflik membuat pelaku pasar kesulitan memperkirakan arah pasokan minyak ke depan. Analis JPMorgan Chase & Co., termasuk Natasha Kaneva, menilai dampak perang Iran terhadap arus perdagangan dan pasokan energi semakin sulit diproyeksikan.

 

Menurut mereka, pasar saat ini bahkan tidak lagi memiliki skenario dasar yang jelas mengenai bagaimana konflik akan berakhir. Kondisi tersebut membuat risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama yang dapat memicu perubahan harga minyak secara cepat.

 

Harga Minyak Masih Jadi Risiko bagi Pasar

Meski harga minyak mulai terkoreksi, level di sekitar US$100 per barel masih tergolong tinggi dan tetap menjadi perhatian bagi pasar global. Penurunan harga dapat mengurangi sebagian tekanan inflasi yang sebelumnya muncul akibat lonjakan energi, tetapi ketidakpastian pasokan masih membuat risiko kenaikan harga kembali terbuka.

 

Bagi pasar keuangan, arah minyak selanjutnya akan menjadi salah satu indikator penting karena dapat memengaruhi ekspektasi inflasi, kebijakan bank sentral, yield obligasi, nilai tukar, hingga sentimen terhadap aset berisiko.

 

You Might Also Like

Sesuai Ekspektasi, BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%

DJP Siap Pungut Pajak Pedagang Online per 1 Oktober

Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, AS Tunda Pengumuman Tarif Baru

Rapat Hari Ini, BOJ Diperkirakan Naikkan Suku Bunga ke 1,25%!

Fed Naik, BOJ Menyusul: Ke Mana Arah Likuiditas Global?

TAGGED: harga minyak
Aurelia September 18, 2026 September 18, 2026
Previous Article Rapat Hari Ini, BOJ Diperkirakan Naikkan Suku Bunga ke 1,25%!
Next Article Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, AS Tunda Pengumuman Tarif Baru
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?