IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Ada Isu Korupsi Pajak, Bagaimana Nasib Saham Thohir?

By Aurelia 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ tempo.co
SHARE

[Medan | 3 September 2026] Saham sejumlah emiten yang terafiliasi dengan Grup Adaro bergerak melemah pada perdagangan Rabu (2/9/2026), di tengah berkembangnya informasi mengenai penyelidikan kasus dugaan korupsi pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi dua saham yang mendapat tekanan. Perkembangan kasus tersebut meningkatkan perhatian investor terhadap potensi risiko hukum dan reputasi yang dapat memengaruhi sentimen terhadap perusahaan-perusahaan yang terkait dengan grup bisnis tersebut.

ADRO dan AADI Kompak Melemah

Saham ADRO dibuka melemah 20 poin ke level Rp2.760 per saham pada perdagangan pagi. Tekanan jual kemudian semakin meningkat, dengan harga saham turun 90 poin atau 3,24% ke level Rp2.690 per saham pada pukul 10.19 WIB. Selama perdagangan berlangsung, saham ADRO tercatat ditransaksikan sebanyak 13.890 kali dengan volume mencapai 38,88 juta saham dan nilai transaksi sekitar Rp105,3 miliar.

Sementara itu, saham AADI juga bergerak di zona merah dengan penurunan sebesar 175 poin atau 1,61% ke level Rp10.700 per saham. Nilai transaksi saham tersebut mencapai Rp98,4 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 9,22 juta saham dalam 7.713 kali transaksi. 

Pelemahan kedua saham tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian mengenai perkembangan kasus yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Periksa Mantan Pejabat Pajak ADRO

Sebelumnya, KPK dikabarkan telah memeriksa mantan Kepala Divisi Pajak ADRO, Jul Seventa Tarigan, pada 19 Agustus 2026. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik melakukan pendalaman terkait dugaan pemberian kepada pemeriksa pajak. Penyelidikan kemudian berlanjut dengan penggeledahan di delapan lokasi di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru pada 26 hingga 28 Agustus 2026. Dari kegiatan tersebut, KPK mengamankan sejumlah dokumen yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dokumen-dokumen tersebut akan dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui relevansinya terhadap konstruksi perkara. Penyidik juga akan meminta klarifikasi kepada sejumlah pihak yang dianggap memiliki informasi terkait kasus tersebut. Hingga saat ini, belum terdapat kepastian mengenai sejauh mana keterkaitan perusahaan maupun pihak-pihak tertentu dalam Grup Adaro terhadap perkara tersebut. Karena itu, perkembangan proses penyelidikan akan menjadi perhatian penting bagi investor.

Bayang-Bayang Isu Pajak Lama Kembali Muncul

Perkembangan kasus ini juga kembali dikaitkan dengan laporan Global Witness pada 2019 mengenai dugaan praktik penghindaran pajak oleh salah satu anak usaha Adaro melalui Singapura. Namun, ADRO pada saat itu telah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa perusahaan menjalankan kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Munculnya kembali isu perpajakan tersebut berpotensi meningkatkan risiko reputasi bagi grup usaha terkait. Dalam jangka pendek, sentimen negatif biasanya dapat mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap saham yang dianggap memiliki ketidakpastian hukum, meskipun dampak fundamental terhadap kinerja perusahaan belum tentu langsung terjadi.

Investor Menanti Kejelasan

Tekanan terhadap saham ADRO dan AADI saat ini lebih mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian. Investor akan mencermati perkembangan penyelidikan KPK serta potensi penjelasan resmi dari manajemen perusahaan.

Selama belum terdapat kejelasan mengenai dampak perkara tersebut terhadap perusahaan, volatilitas saham berpotensi tetap tinggi. Namun, apabila tidak ditemukan keterlibatan langsung yang dapat memberikan konsekuensi hukum maupun finansial terhadap emiten terkait, tekanan terhadap harga saham berpotensi mereda.

Oleh karena itu, perkembangan informasi dari KPK dan tanggapan resmi manajemen akan menjadi faktor utama yang menentukan arah sentimen investor terhadap saham-saham Grup Adaro dalam beberapa waktu ke depan.

 

 

You Might Also Like

Danantara Jajaki Pendanaan Rp 2 Triliun ke VKTR, Ada Apa?

Asing Banyak Borong Saham BBRI, Ada Sentimen Apa?

Siap-siap, Bursa Bakal Hapus Batas Saham Gocap Mulai Akhir September

Asing Banyak Borong Saham Bank Besar, Ada Apa?

Ada Rilis Inflasi dan Neraca Dagang, IHSG Bakal Kemana?

TAGGED: saham AADI, saham ADRO, saham Boy Thohir, thohir
Aurelia September 3, 2026 September 3, 2026
Previous Article Siap-siap, Bursa Bakal Hapus Batas Saham Gocap Mulai Akhir September
Next Article Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah Hampir Sebulan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?