[Medan | 12 Juni 2026] Pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat (12/6/2026) diperkirakan masih cenderung volatil dengan arah yang berpotensi bergerak terbatas. Di satu sisi, sentimen global mulai membaik setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan lanjutan ke Iran dan kembali membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Namun di sisi lain, pasar domestik masih dibayangi aksi demonstrasi serta berbagai tantangan ekonomi dalam negeri.
Dari eksternal, meredanya tensi geopolitik menjadi katalis positif bagi aset berisiko. Harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran mendorong harga minyak Brent turun ke sekitar US$90 per barel dari posisi di atas US$95 per barel sehari sebelumnya. Penurunan harga minyak berpotensi mengurangi tekanan inflasi global, menurunkan kekhawatiran kenaikan suku bunga lebih lanjut, serta memperbaiki sentimen pasar saham secara umum.
Selain itu, data inflasi AS menunjukkan bahwa meskipun CPI dan PPI masih meningkat akibat lonjakan harga energi, inflasi inti relatif lebih terkendali. Kondisi ini membuat pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang agresif dalam waktu dekat.
Dari domestik, pemerintah juga memberi sinyal akan melakukan evaluasi dan penghitungan ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dipandang positif oleh pelaku pasar karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap APBN dan membantu memperbaiki persepsi investor terhadap disiplin fiskal Indonesia.
Namun demikian, sentimen positif tersebut masih dibayangi sejumlah faktor risiko. Aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor, terutama apabila memicu gangguan aktivitas ekonomi atau meningkatkan ketidakpastian politik. Selain itu, pelemahan rupiah yang masih berada di sekitar Rp18.000 per dolar AS dan spekulasi kenaikan BI Rate pada RDG pekan depan juga menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan IHSG.
Secara teknikal, setelah reli lebih dari 10% dalam dua hari sebelumnya, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda konsolidasi sehat. Pola candle morning star doji yang terbentuk mengindikasikan tekanan jual mulai mereda, namun pasar masih membutuhkan katalis tambahan untuk kembali menembus area resistance psikologis.
Level teknikal IHSG hari ini:
- Support: 5.800 – 5.780
- Support kuat: 5.730
- Resistance: 5.980 – 6.010
Kesimpulan
Untuk perdagangan hari ini, sentimen global cenderung lebih positif berkat meredanya risiko perang AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia. Namun sentimen domestik berupa aksi demonstrasi, pelemahan rupiah, dan ketidakpastian arah kebijakan BI berpotensi menahan penguatan lebih lanjut.
Dengan kondisi tersebut, IHSG berpeluang bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan sideways hingga menguat terbatas, selama mampu bertahan di atas area 5.780–5.800. Apabila sentimen global tetap kondusif dan tekanan domestik tidak memburuk, peluang menguji kembali area 5.980–6.000 masih terbuka. Sebaliknya, jika aksi demonstrasi memicu peningkatan risk-off sentiment, IHSG berpotensi kembali menguji area support 5.780 hingga 5.730.

