[Medan | 27 Juli 2026] PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota direksinya, Grandy Prajayakti, hanya sekitar dua pekan setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengunduran diri tersebut disampaikan di tengah perhatian investor terhadap kinerja saham RANS yang mulai terkoreksi setelah sempat mencatatkan kenaikan signifikan pasca penawaran umum perdana saham (IPO).
Direksi Ajukan Pengunduran Diri
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen RANS menerima surat pengunduran diri Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan pada 22 Juli 2026. Perseroan menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil atas alasan pribadi. Sesuai ketentuan yang berlaku, permohonan pengunduran diri akan dibahas dan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Grandy sendiri bergabung dengan Grup RANS pada 2023 dan menjabat sebagai CEO RANS Food sebelum dipercaya menjadi Direktur Perseroan. Sebelumnya, ia memiliki pengalaman panjang di Grup Trans Corp, termasuk pernah berkarier di Bank Mega, Trans Studio, dan Trans Retail Indonesia.
Manajemen Pastikan Operasional Tetap Normal
Manajemen menegaskan pengunduran diri salah satu direksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan. Perseroan juga memastikan aktivitas bisnis, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha tetap berjalan normal sehingga tidak memengaruhi kegiatan operasional sehari-hari.
Meski demikian, investor umumnya akan mencermati proses penggantian direksi serta strategi manajemen pasca perubahan struktur kepemimpinan tersebut, terutama karena perusahaan baru saja menyelesaikan proses IPO.
Saham Mulai Terkoreksi Setelah Euforia IPO
RANS resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026 dengan harga penawaran Rp170 per saham. Setelah melantai di bursa, saham RANS sempat mengalami reli cukup kuat hingga mencapai level tertinggi Rp272 per saham pada 15 Juli 2026, didorong tingginya antusiasme investor terhadap emiten yang didukung oleh Raffi Ahmad tersebut.
Namun setelah mencapai puncaknya, saham RANS mulai mengalami aksi profit taking. Hingga penutupan perdagangan 24 Juli 2026, harga saham telah terkoreksi ke level Rp214 per saham, meskipun masih berada di atas harga IPO.
Apa yang Perlu Dicermati Investor?
Secara fundamental, pengunduran diri seorang direktur belum tentu mencerminkan adanya masalah dalam perusahaan, terlebih apabila dilakukan karena alasan pribadi dan telah dipastikan tidak memengaruhi operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
Namun, karena terjadi tidak lama setelah IPO, kabar tersebut berpotensi memicu sentimen negatif jangka pendek terhadap pergerakan saham. Investor biasanya akan menunggu kejelasan mengenai pengganti direksi, arah strategi bisnis perusahaan, serta konsistensi kinerja setelah memperoleh dana hasil penawaran umum.
Dalam jangka pendek, volatilitas saham RANS masih berpotensi meningkat seiring proses penyesuaian struktur manajemen dan aksi evaluasi investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan pasca melantai di bursa.

