[Medan | 24 Juli 2026] PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) resmi mengalihkan kepemilikan perusahaan manajer investasi (asset management) mereka kepada PT Danantara Asset Management (DAM). Langkah ini merupakan bagian dari konsolidasi industri pengelolaan aset BUMN yang tengah dilakukan pemerintah melalui Danantara.
Penandatanganan akta jual beli saham dilakukan pada 22 Juli 2026 dan telah diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026).
Bank BUMN Resmi Lepas Anak Usaha
Dalam transaksi tersebut, Danantara Asset Management mengakuisisi 19,5 juta saham PT BRI Manajemen Investasi atau setara 65% dari seluruh modal disetor yang sebelumnya dimiliki BRI. Sementara itu, Bank Mandiri melalui PT Mandiri Sekuritas dan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai Bank Mandiri melepas seluruh kepemilikannya di PT Mandiri Manajemen Investasi kepada Danantara Asset Management.
Di sisi lain, BNI melalui PT BNI Sekuritas juga mengalihkan sekitar 39,96 juta saham PT BNI Asset Management kepada Danantara Asset Management. Dengan selesainya transaksi tersebut, ketiga bank BUMN tidak lagi memiliki kepemilikan pada perusahaan manajer investasi masing-masing. Konsekuensinya, bisnis asset management tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Bank Mandiri, BNI, maupun BRI.
Danantara Satukan Empat Asset Management BUMN
Pengalihan kepemilikan tersebut merupakan bagian dari rencana besar Danantara untuk menggabungkan empat perusahaan asset management milik BUMN menjadi satu entitas yang lebih besar. Empat perusahaan yang akan dikonsolidasikan terdiri dari PNM Investment Management, BNI Asset Management, Mandiri Manajemen Investasi, dan BRI Manajemen Investasi. Dalam proses merger tersebut, Mandiri Manajemen Investasi ditetapkan sebagai surviving entity.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan konsolidasi tersebut bertujuan menata kembali pengelolaan aset BUMN agar lebih optimal, produktif, dan efisien. Melalui penggabungan tersebut, Danantara akan memiliki perusahaan asset management terbesar di Indonesia dengan kemampuan mengelola aset investasi dalam skala yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Pengelolaan Aset Jadi Lebih Terintegrasi
Selama ini, masing-masing bank BUMN memiliki perusahaan manajer investasi sendiri yang mengelola reksa dana maupun berbagai produk investasi lainnya. Dengan merger ini, pengelolaan aset akan dipusatkan di bawah Danantara Asset Management sehingga investasi, tata kelola, sistem operasional, hingga pengembangan produk dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Danantara menilai langkah tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, mengoptimalkan pemanfaatan aset negara, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi bagi investor domestik maupun asing. Selain itu, konsolidasi juga diharapkan memperkuat kapasitas perusahaan dalam mengembangkan berbagai produk investasi dan memperluas pengelolaan dana dalam skala yang lebih besar.
Dampaknya bagi Bank BUMN dan Pasar
Bagi Bank Mandiri, BNI, dan BRI, pelepasan bisnis asset management membuat ketiga bank semakin fokus pada bisnis inti perbankan seperti penghimpunan dana, penyaluran kredit, dan layanan transaksi keuangan.
Sementara itu, kontribusi pendapatan dari perusahaan manajer investasi tidak lagi tercatat dalam laporan keuangan masing-masing bank. Namun, dampaknya terhadap kinerja keuangan diperkirakan relatif terbatas karena bisnis asset management bukan merupakan penyumbang laba terbesar bagi ketiga bank tersebut.
Bagi industri pasar modal, konsolidasi ini berpotensi memperkuat industri pengelolaan aset nasional melalui terbentuknya perusahaan asset management dengan skala aset yang lebih besar, tata kelola yang lebih terintegrasi, serta kapasitas investasi yang lebih kuat.
Apabila proses integrasi berjalan sesuai rencana, Danantara akan menjadi salah satu pemain terbesar di industri asset management Indonesia sekaligus menjadi pusat pengelolaan aset investasi BUMN di bawah satu entitas.

