[Medan | 20 Juli 2026] PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memperluas portofolio usahanya dengan mendirikan tiga anak perusahaan baru yang bergerak di sektor energi, infrastruktur, dan hospitality. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis untuk memperkuat fundamental perusahaan sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan pendapatan di luar bisnis jasa pertambangan yang selama ini menjadi andalan Perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pendirian ketiga entitas tersebut telah resmi disahkan pada Jumat (17/7/2026). Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan DEWA, Mukson Arif Rosyidi, mengatakan pembentukan anak usaha baru merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas peluang bisnis dan meningkatkan keberlanjutan usaha.
Masuk ke Bisnis Kelistrikan dan Infrastruktur
Anak perusahaan pertama yang dibentuk adalah PT DH Listrik, yang akan fokus pada pengembangan bisnis ketenagalistrikan, mulai dari pembangkitan hingga penyediaan tenaga listrik beserta kegiatan penunjangnya.
Sementara itu, PT DH Infrastruktur akan bergerak di sektor logistik dan infrastruktur maritim. Ruang lingkup usahanya meliputi pelayanan kepelabuhanan, pergudangan, penyimpanan barang, angkutan laut, hingga berbagai jasa pendukung rantai pasok. Kedua entitas tersebut dimiliki secara tidak langsung oleh DEWA melalui PT DH Investindo sebesar 99,90%, sedangkan sisanya sebesar 0,10% dimiliki PT Cipta Multi Prima.
Ekspansi ke Sektor Hospitality
Selain energi dan infrastruktur, DEWA juga melakukan diversifikasi ke sektor pariwisata melalui pendirian PT DH Arunika Hospitality. Perusahaan ini akan menjalankan berbagai kegiatan usaha, mulai dari pengelolaan hotel, jasa manajemen akomodasi, penyediaan makanan dan minuman, jasa kebersihan, konsultasi manajemen pariwisata, hingga penyediaan tenaga kerja sementara. Berbeda dengan dua anak usaha sebelumnya, PT DH Arunika Hospitality dimiliki langsung oleh PT Darma Henwa Tbk sebesar 99,90%, sementara 0,10% sisanya dimiliki PT Cipta Multi Prima.
Upaya Mengurangi Ketergantungan pada Bisnis Tambang
Pendirian tiga anak usaha tersebut menunjukkan upaya DEWA untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis kontraktor pertambangan yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan perusahaan.
Diversifikasi ke sektor kelistrikan, logistik, dan hospitality dinilai dapat membuka peluang proyek baru sekaligus memperluas basis pendapatan di tengah dinamika industri pertambangan yang sangat dipengaruhi siklus harga komoditas.
Meski demikian, keberhasilan strategi ini masih bergantung pada kemampuan perusahaan mengeksekusi bisnis baru tersebut. Mengingat ketiga sektor memiliki karakteristik, kebutuhan modal, serta tingkat persaingan yang berbeda dengan bisnis inti DEWA.
Apa Artinya bagi Investor?
Secara jangka pendek, pendirian anak usaha baru belum tentu langsung memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan karena masing-masing entitas masih berada pada tahap awal pengembangan.
Namun, dalam jangka panjang langkah ini dapat menjadi katalis positif apabila DEWA mampu memperoleh proyek-proyek baru di sektor energi, logistik, maupun hospitality. Diversifikasi juga berpotensi membuat sumber pendapatan perusahaan menjadi lebih stabil sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada siklus industri pertambangan.
Bagi investor, perkembangan realisasi proyek, kebutuhan belanja modal (capital expenditure), serta kontribusi masing-masing lini usaha terhadap pendapatan akan menjadi faktor utama yang perlu dicermati dalam beberapa tahun ke depan.

