IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

IHSG Hijau, Tapi Likuiditas Masih Tipis

By Aurelia 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ ekbis.sindonews.com
SHARE

[Medan | 7 Juli 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang penguatan pada perdagangan Senin (6/7/2026) dengan ditutup naik 0,69% ke level 5.916. Meski demikian, reli tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pulihnya kepercayaan investor karena aktivitas perdagangan masih relatif sepi dan investor asing masih melanjutkan aksi jual.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi sepanjang hari hanya mencapai sekitar Rp9,5 triliun dengan volume 19,83 miliar saham. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata harian Bursa Efek Indonesia (BEI) yang biasanya mencapai lebih dari Rp24 triliun dengan volume sekitar 41 miliar saham. 

Di saat yang sama, rupiah justru kembali melemah 0,23% ke level Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS), menandakan tekanan terhadap aset domestik masih belum sepenuhnya mereda.

Likuiditas Masih Menjadi Kendala

Meski IHSG berhasil mencatat reli selama beberapa hari terakhir, pelaku pasar menilai pemulihan tersebut masih belum didukung likuiditas yang memadai. Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan rendahnya aktivitas perdagangan dipengaruhi oleh kombinasi aksi jual bersih investor asing, pelemahan rupiah, serta sikap wait and see investor domestik akibat minimnya katalis positif.

Menurutnya, aktivitas transaksi baru berpotensi meningkat apabila muncul kombinasi sentimen yang lebih mendukung, seperti penguatan rupiah, membaiknya kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, serta mulai longgarnya kebijakan moneter global.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Zaidan menilai perhatian investor saat ini juga terpecah oleh maraknya penawaran umum perdana saham (IPO). Selain itu, pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait kondisi makro domestik serta keputusan MSCI mengenai status pasar modal Indonesia yang hingga kini masih ditunda.

Transaksi Bursa Terus Menurun

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren pelemahan likuiditas sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Rata-rata nilai transaksi harian bursa turun 35,9% menjadi Rp11,27 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp17,58 triliun. Rata-rata volume transaksi juga merosot 30,35% menjadi 17,54 miliar saham, sedangkan frekuensi transaksi harian turun 16,71% menjadi 1,44 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar BEI pun sedikit menyusut menjadi Rp10.287 triliun dari sebelumnya Rp10.302 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat investor masih relatif rendah meskipun indeks mulai mengalami pemulihan secara teknikal.

Secara Teknikal Berpeluang Lanjut Menguat

Dari sisi analisis teknikal, sejumlah sekuritas menilai peluang kenaikan IHSG masih terbuka. Phintraco Sekuritas menyebut IHSG kini telah kembali berada di atas rata-rata pergerakan (MA-5 dan MA-10), didukung histogram MACD yang semakin positif serta Stochastic RSI yang bergerak naik dari area pivot. Dengan kondisi tersebut, indeks dinilai berpotensi melanjutkan penguatan menuju level psikologis 6.000.

Panin Sekuritas juga memperkirakan IHSG memiliki peluang menguji area MA-20 di sekitar level 5.960 sebelum mencoba menembus level 6.000. Namun apabila indeks kembali turun di bawah MA-5 sekitar level 5.844, maka area support berikutnya berada di kisaran 5.607.

Senada, Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai kondisi teknikal yang telah memasuki area oversold serta membaiknya sentimen global membuka peluang terjadinya technical rebound menuju kisaran 5.900–6.000.

Reli Belum Bisa Disebut Pembalikan Tren

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa penguatan IHSG saat ini belum dapat dikonfirmasi sebagai awal dari pembalikan tren (trend reversal). Menurut Wafi, terdapat beberapa syarat yang harus terpenuhi agar reli menjadi lebih berkelanjutan. Pertama, arus dana asing harus kembali masuk secara konsisten selama dua hingga tiga pekan berturut-turut. Kedua, nilai tukar rupiah perlu kembali stabil di bawah Rp17.500 per dolar AS. Ketiga, tidak muncul sentimen negatif tambahan, termasuk terkait evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Selain itu, aksi jual bersih investor asing yang hingga kini masih berlangsung juga dinilai menjadi faktor utama yang membatasi ruang penguatan IHSG.

Prospek IHSG

Dalam jangka pendek, IHSG masih berpeluang melanjutkan technical rebound menuju area 5.960 hingga 6.000 seiring membaiknya sentimen global, meredanya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed, serta stabilisasi harga minyak dunia.

Namun, selama likuiditas pasar belum pulih, rupiah masih berada di bawah tekanan, dan investor asing belum kembali mencatatkan net buy secara konsisten, penguatan IHSG diperkirakan masih bersifat terbatas dan rentan terhadap aksi ambil untung (profit taking). Dengan kata lain, reli yang terjadi saat ini lebih mencerminkan technical rebound dibandingkan perubahan fundamental tren pasar.

 

You Might Also Like

MSCI Masih Bekukan Saham Indonesia di Review Agustus!

Siap-siap! Dua Saham IPO Listing di Bursa Hari Ini

Reli Berturut-turut, IHSG Bisa Tembus 6.000 di Minggu Ini?

Fitch: Korporasi Indonesia Hadapi Tantangan Makro Ekonomi dan Ketidakpastian Regulasi

Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi dan Neraca Dagang Besok, IHSG Bakal Kemana?

TAGGED: IHSG, likuiditas
Aurelia July 7, 2026 July 7, 2026
Previous Article Jelang Rilis Cadangan Devisa Hari Ini, Rupiah Bakal Kemana?
Next Article Cadangan Devisa RI Juni 2026 Diproyeksi Turun
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?