IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Morgan Stanley Kembali Akumulasi Saham GOTO, Ada Apa?

By Aurelia 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ idxchannel.com
SHARE

[Medan | 24 September 2026] Morgan Stanley & Co International Plc kembali menambah kepemilikannya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pada 18 September 2026, Morgan Stanley membeli 400 juta saham GOTO di harga Rp27 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp10,8 miliar.

Transaksi tersebut membuat kepemilikan Morgan Stanley meningkat dari 80,54 miliar saham atau 6,9951% menjadi 80,94 miliar saham atau 7,0299%. Dalam keterbukaan informasi, transaksi disebut dilakukan untuk tujuan investasi. Aksi tersebut menjadi perhatian karena dilakukan di tengah rangkaian aksi korporasi GOTO, mulai dari pembelian kembali saham hingga rencana penghapusan sebagian besar saham treasuri.

Morgan Stanley Kembali Tambah Kepemilikan

Pembelian pada 18 September bukan merupakan transaksi pertama Morgan Stanley pada bulan ini. Sebelumnya, pada 7 September 2026, Morgan Stanley juga tercatat membeli sekitar 1,83 miliar saham GOTO di harga Rp27 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp49,4 miliar. Dengan transaksi terbaru, porsi kepemilikan Morgan Stanley kembali melewati 7% dari total saham GOTO.

Harga Rp27 yang digunakan dalam transaksi juga berada jauh di bawah harga perdagangan saham GOTO di pasar reguler. Namun, transaksi dilakukan melalui pasar negosiasi sehingga harga tersebut tidak secara langsung mencerminkan harga pembentukan saham GOTO di pasar reguler. Pada perdagangan 23 September, saham GOTO berada di level Rp50. Dalam laporan kepemilikannya, Morgan Stanley menyebut tujuan transaksi adalah investasi dan status kepemilikannya merupakan kepemilikan langsung.

GOTO Siapkan Penghapusan 32,18 Miliar Saham Treasuri

Aksi Morgan Stanley berlangsung ketika GOTO sedang menyiapkan perubahan besar pada struktur saham perseroan. GOTO meminta persetujuan pemegang saham untuk menarik kembali sekitar 32,18 miliar saham Seri A yang sebelumnya diperoleh melalui program buyback periode 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025. Perseroan mengeluarkan sekitar Rp2,09 triliun untuk membeli kembali saham tersebut.

Rencana penghapusan saham tersebut akan dibahas dalam RUPSLB pada 14 Oktober 2026.  Sebelumnya, saham hasil buyback tersebut direncanakan untuk dialihkan melalui program Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP). Namun, rencana tersebut kemudian dibatalkan dan perseroan memilih mekanisme pengurangan modal.

Jumlah Saham Beredar Akan Berkurang

Penghapusan saham treasuri akan mengurangi jumlah saham ditempatkan dan disetor GOTO. Secara matematis, berkurangnya jumlah saham yang diperhitungkan dalam struktur permodalan dapat meningkatkan earnings per share (EPS) apabila laba bersih perseroan tidak berubah. Namun, perubahan EPS tersebut tidak berarti laba bersih GOTO otomatis meningkat. Dampaknya terutama berasal dari perubahan jumlah saham yang menjadi dasar perhitungan EPS.

GOTO masih memiliki saham treasuri lainnya yang belum ditentukan penggunaannya. Karena itu, investor juga akan mencermati apakah saham-saham tersebut nantinya akan digunakan kembali, dialihkan atau turut ditarik dari peredaran.

Buyback Baru Rp3,5 Triliun Tetap Berjalan

Di saat yang sama, GOTO juga telah memperoleh persetujuan untuk melanjutkan program buyback dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun untuk periode 2026-2027. Program tersebut memiliki periode pelaksanaan selama 12 bulan, diperkirakan mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Manajemen menyebut buyback ditujukan untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal dan optimalisasi struktur permodalan. Perseroan juga berharap program tersebut dapat membantu harga saham mencerminkan nilai fundamental perusahaan dan mendukung pengembalian nilai bagi pemegang saham.

Dengan demikian, terdapat dua aktivitas berbeda yang perlu diperhatikan investor: GOTO berencana menghapus sebagian saham treasuri lama, sementara perseroan juga memiliki ruang untuk melanjutkan buyback baru.

Mengapa Morgan Stanley Terus Membeli?

Dari keterbukaan informasi, Morgan Stanley hanya menyatakan bahwa transaksi dilakukan untuk tujuan investasi. Tidak terdapat keterangan resmi yang menghubungkan pembelian tersebut secara langsung dengan rencana penghapusan saham treasuri atau program buyback GOTO.

Karena itu, aksi Morgan Stanley tidak dapat secara otomatis diartikan sebagai sinyal bahwa investor tersebut memperkirakan harga GOTO akan naik. Namun, secara faktual, pembelian terjadi ketika GOTO sedang melakukan sejumlah kebijakan terkait struktur modal dan saham treasuri. Morgan Stanley juga sebelumnya telah menambah kepemilikan pada awal September.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah harga transaksi Rp27 dilakukan melalui pasar negosiasi. Artinya, investor tidak dapat langsung menggunakan harga tersebut sebagai acuan bahwa Morgan Stanley membeli GOTO di pasar reguler pada harga yang sama.

Pasar Masih Menunggu Dampak Aksi Korporasi

Rencana penghapusan 32,18 miliar saham akan menjadi salah satu agenda penting GOTO pada Oktober. Jika disetujui, jumlah saham dalam struktur permodalan perseroan akan berkurang. Sementara itu, program buyback hingga Rp3,5 triliun memberikan perseroan fleksibilitas tambahan dalam mengelola struktur modal selama periode 2026-2027.

Di sisi lain, akumulasi Morgan Stanley menunjukkan bahwa salah satu investor institusi global masih menambah eksposur terhadap GOTO. Namun, alasan spesifik di balik pembelian tersebut belum diungkapkan selain tujuan investasi.

Dengan begitu, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada hasil RUPSLB 14 Oktober, pelaksanaan buyback, perubahan jumlah saham setelah penghapusan treasury stock, serta perkembangan kinerja bisnis GOTO. Faktor-faktor tersebut akan menentukan bagaimana pasar menilai dampak aksi korporasi GOTO terhadap struktur modal dan perhitungan per saham perseroan.

 

You Might Also Like

Airlangga Sebut Nvidia Siap Investasi Rp 80 Triliun di Batam

Siap-siap! CDIA Akan Bagi Dividen Interim US$ 10 Juta

Revisi RKAB 3 Anak Usaha BYAN Disetujui, Dapat Tambahan 15-20 Juta Ton

Haji Isam Siap Caplok 30% Saham BYAN

BBRI Tuntaskan Buyback, Serap Dana Rp 90.37 Miliar

TAGGED: saham GOTO
Aurelia September 24, 2026 September 24, 2026
Previous Article AS Sepakat Perpanjang Gencatan Dagang Sampai Januari 2027
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?