IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

AS Sepakat Perpanjang Gencatan Dagang Sampai Januari 2027

By Aurelia 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ ineteconomics.org
SHARE

[Medan | 24 September 2026] Amerika Serikat (AS) dan China sepakat memperpanjang gencatan dagang hingga 10 Januari 2027, memberikan tambahan waktu bagi kedua negara untuk melanjutkan negosiasi ekonomi di tengah hubungan perdagangan yang masih dibayangi sejumlah persoalan strategis.

Kesepakatan tersebut diumumkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent setelah bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Washington pada Rabu (23/9). Perpanjangan ini mempertahankan kerangka Busan Agreement yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 10 November. Pengumuman tersebut datang menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington pada Kamis (24/9). Xi tiba di AS untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari dan disambut langsung Trump di Joint Base Andrews, Maryland.

Gencatan Dagang Diperpanjang Dua Bulan

Bessent mengatakan kedua negara sepakat memperpanjang kesepakatan hingga Januari untuk memberikan waktu tambahan guna membahas kemungkinan kesepakatan ekonomi yang lebih luas. Perpanjangan tersebut bukan berarti AS dan China telah mencapai kesepakatan dagang baru. Sejumlah tarif dan pembatasan perdagangan masih berlaku, sementara kedua negara tetap melakukan negosiasi mengenai isu perdagangan dan hambatan non-tarif.

Sebelumnya, perang dagang pada 2025 membuat tarif bilateral kedua negara sempat melonjak hingga lebih dari 100% sebelum Washington dan Beijing mulai menurunkannya melalui serangkaian perundingan. Kesepakatan yang dicapai kemudian membantu meredakan sebagian tekanan terhadap perdagangan bilateral, termasuk dengan pemulihan sebagian aliran mineral kritis dari China.

Trump dan Xi Kembali Bertemu

Pertemuan Trump dan Xi menjadi agenda utama setelah keduanya terakhir bertemu di Beijing pada Mei 2026. Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas perdagangan, pembelian produk pertanian dan pesawat Boeing, mineral tanah jarang, semikonduktor serta teknologi kecerdasan buatan (AI).

AS juga berkepentingan mempertahankan akses terhadap mineral kritis dari China, sementara Beijing mendorong Washington untuk melonggarkan sejumlah pembatasan terhadap akses perusahaan China terhadap teknologi AS. Sebelumnya, kedua negara juga telah membahas pembentukan mekanisme komunikasi terkait risiko AI. Pejabat AS dan China dijadwalkan kembali bertemu di Shenzhen dalam sekitar dua bulan untuk melanjutkan pembicaraan mengenai keselamatan AI dan protokol komunikasi apabila terjadi insiden.

Mineral Kritis dan Semikonduktor Masih Jadi Hambatan

Salah satu persoalan utama dalam hubungan dagang AS-China adalah mineral tanah jarang dan mineral kritis. China memiliki posisi dominan dalam rantai pasok rare earth, sementara mineral tersebut dibutuhkan untuk berbagai industri seperti kendaraan listrik, elektronik, semikonduktor dan teknologi pertahanan.

Dalam negosiasi sebelumnya, Beijing telah melonggarkan sebagian pembatasan ekspor mineral kritis. Namun, Washington masih menginginkan kepastian mengenai keberlanjutan pasokan tersebut. Di sisi lain, China juga menghadapi pembatasan akses terhadap sejumlah teknologi canggih AS. Karena itu, isu mineral kritis dan semikonduktor berpotensi menjadi bagian penting dalam pembicaraan lanjutan.

AI Masuk Agenda Strategis

Persaingan teknologi antara Washington dan Beijing juga semakin meluas ke sektor AI. Kedua negara telah membahas kemungkinan membentuk dialog khusus mengenai keselamatan AI, termasuk mekanisme untuk memberi tahu masing-masing pihak apabila terjadi insiden yang berpotensi menimbulkan risiko keamanan.

Namun, kerja sama tersebut berlangsung di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat. AS dan China sama-sama melihat AI sebagai sektor strategis untuk ekonomi, teknologi dan keamanan nasional.

Taiwan dan Iran Tetap Jadi Isu Sensitif

Selain ekonomi, hubungan AS-China masih dipengaruhi isu geopolitik. Taiwan menjadi salah satu persoalan yang berpotensi kembali dibahas dalam pertemuan Trump dan Xi. Beijing mempertahankan klaimnya atas Taiwan, sementara AS tetap memiliki hubungan keamanan yang erat dengan Taipei.

Isu Iran juga menjadi perhatian. China merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran, sementara Washington ingin Beijing menggunakan pengaruhnya terhadap Teheran untuk membantu meredakan konflik yang telah berlangsung hampir tujuh bulan. Dengan demikian, perpanjangan gencatan dagang tidak menghilangkan persoalan strategis yang lebih luas antara kedua negara.

Pasar Mendapat Tambahan Waktu

Bagi pasar global, perpanjangan hingga Januari memberikan tambahan waktu sebelum risiko eskalasi tarif kembali muncul. Kepastian bahwa kerangka gencatan dagang tetap berjalan hingga 10 Januari dapat mengurangi risiko perubahan tarif secara mendadak dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini penting bagi perusahaan yang bergantung pada rantai pasok AS-China.

Namun, investor masih akan mencermati hasil pertemuan Trump-Xi dan apakah kedua negara mampu menghasilkan kesepakatan konkret mengenai tarif, mineral kritis, pembelian produk AS dan teknologi. Jika pembicaraan menghasilkan kesepakatan lebih lanjut, tekanan terhadap perdagangan global dapat berkurang. Sebaliknya, jika isu strategis kembali menjadi sumber ketegangan, pasar masih menghadapi risiko kembalinya ketidakpastian perdagangan setelah masa perpanjangan berakhir.

Untuk pasar Indonesia dan emerging market, perkembangan AS-China juga penting karena hubungan kedua ekonomi terbesar dunia tersebut memengaruhi perdagangan global, harga komoditas, rantai pasok, arus modal dan prospek pertumbuhan ekonomi kawasan Asia.

 

 

You Might Also Like

Pembicaraan Iran-AS Masih Alot, Harga Minyak Kembali Naik

Yield Obligasi AS Tembus Level Tertinggi 5,1%, Apa Artinya Untuk Market?

BI Kembali Tahan Suku Bunga di 5,75%!

Jelang Pertemuan Trump-Xi, AS-China Bahas AI, Tarif dan Mineral Kritis

AS-Iran Berdialog di New York, Trump Sebut Berjalan Baik

TAGGED: AS China, gencatan dagang
Aurelia September 24, 2026 September 24, 2026
Previous Article Airlangga Sebut Nvidia Siap Investasi Rp 80 Triliun di Batam
Next Article Morgan Stanley Kembali Akumulasi Saham GOTO, Ada Apa?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?