[Medan | 23 September 2026] PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar US$10 juta atau setara Rp1,42 per saham. Pembagian dividen tersebut berasal dari laba bersih perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Keputusan pembagian dividen ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi dan Dewan Komisaris CDIA pada 18 September 2026.
Cum Dividen CDIA Dimulai 30 September
Berdasarkan keterbukaan informasi, cum dividen CDIA untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 30 September 2026. Sementara itu, tanggal ex dividen jatuh pada 1 Oktober 2026. Untuk perdagangan di pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 2 Oktober 2026 dan ex dividen pada 5 Oktober 2026. Adapun recording date ditetapkan pada 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen interim tersebut dijadwalkan dilakukan pada 22 Oktober 2026.
Laba Bersih Turun 74,5%
Pembagian dividen dilakukan di tengah penurunan laba bersih CDIA pada semester I 2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar US$17,29 juta atau sekitar Rp309,40 miliar, turun 74,5% dibandingkan US$67,84 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba terjadi meskipun pendapatan perseroan masih tumbuh. CDIA membukukan pendapatan sebesar US$82,15 juta atau sekitar Rp1,47 triliun, naik 22,8% dari US$66,87 juta pada semester I 2025.
Bisnis Logistik Tumbuh 80,2%
Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh bisnis logistik yang mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 80,2% menjadi US$27 juta. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspansi bisnis logistik maritim dan darat. Sementara itu, pendapatan dari segmen energi meningkat 5,4% menjadi US$51,8 juta. Namun, pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya tercermin pada laba bersih karena kenaikan sejumlah beban perseroan.
Beban pokok pendapatan meningkat menjadi US$62,51 juta dari sebelumnya US$47,77 juta. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi US$11,84 juta dari US$5,77 juta. Selain itu, beban keuangan meningkat menjadi US$22,59 juta dari US$13,62 juta pada semester I 2025.
Aset Naik, Liabilitas Ikut Meningkat
Dari sisi neraca, total aset CDIA hingga akhir Juni 2026 mencapai US$1,93 miliar, meningkat dari US$1,74 miliar pada akhir 2025. Namun, peningkatan aset juga diikuti kenaikan liabilitas. Total liabilitas tercatat sebesar US$826,28 juta, naik dari US$607,90 juta. Sementara itu, total ekuitas turun menjadi US$1,11 miliar dari US$1,14 miliar. Posisi kas dan setara kas juga menurun menjadi US$420,33 juta dibandingkan US$470,15 juta pada akhir 2025.
Arus Kas Operasi Berbalik Negatif
Tekanan juga terlihat dari arus kas perseroan. Arus kas dari aktivitas operasi pada semester I 2026 tercatat negatif US$11,43 juta, berbalik dari posisi positif US$18,89 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi investasi, kas yang digunakan meningkat menjadi US$209,26 juta dari US$86,09 juta. Penggunaan dana tersebut antara lain berkaitan dengan belanja modal, akuisisi entitas anak dan asosiasi, serta pemberian pinjaman kepada pihak berelasi.
Dengan pembagian dividen interim US$10 juta, investor tidak hanya perlu memperhatikan besaran dividen dan tanggal cum dividen, tetapi juga perkembangan laba, arus kas, serta kebutuhan pendanaan perseroan seiring ekspansi bisnis CDIA.

