IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Saham INET, WIFI, hingga DOOH Kompak Terbang, Ada Apa?

By Aurelia 15 mins ago Bisnis
Image source: AP/ insight.kontan.co.id
SHARE

[Medan | 19 Agustus 2026] Saham-saham emiten infrastruktur digital bergerak agresif pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Penguatan terutama dipimpin oleh PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) setelah perseroan resmi memiliki pengendali baru, kemudian merambat ke sejumlah saham yang memiliki keterkaitan bisnis, termasuk PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DOOH sempat melonjak 16,33% ke Rp342 per saham, sementara INET terbang 23,93% ke Rp290 per saham hingga pukul 10.52 WIB. Saham lain yang ikut menguat adalah PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) sebesar 5,56% dan WIFI sebesar 8,53%.

DOOH Resmi Punya Pengendali Baru

Katalis utama DOOH berasal dari rampungnya proses pengambilalihan saham oleh PT Sinergi Internasional Investama (SII). Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, SII resmi menjadi pengendali baru DOOH setelah mengambil alih 51% saham perseroan atau sekitar 3,946 miliar saham dari PT Prambanan Investasi Sukses.

Nilai transaksi mencapai Rp197,34 miliar, setara dengan sekitar Rp50 per saham. Harga tersebut jauh di bawah harga pasar DOOH yang saat itu berada di sekitar Rp236 per saham, sehingga transaksi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar.

Sebagai pengendali baru, SII juga wajib melaksanakan Penawaran Tender Wajib (PTW) terhadap saham publik DOOH sesuai ketentuan POJK Nomor 9/2018 mengenai pengambilalihan perusahaan terbuka. Manajemen SII menyatakan akuisisi dilakukan untuk tujuan investasi sekaligus mengembangkan bisnis DOOH yang bergerak di bidang periklanan luar ruang digital.

Siapa di Balik SII?

SII sendiri merupakan perusahaan yang relatif baru. Perseroan baru didirikan pada 17 Juli 2026 dan bergerak di bidang perdagangan, konsultasi manajemen dan bisnis, periklanan, serta aktivitas perusahaan induk. Menariknya, SII belum menjalankan kegiatan usaha secara komersial sebelum transaksi tersebut.

Sebanyak 99,9% saham SII dimiliki Tinawati, sedangkan 0,1% sisanya dimiliki Sugiyanti. Tinawati juga tercatat sebagai ultimate beneficial owner (UBO) SII sekaligus pemegang manfaat atas saham DOOH setelah transaksi akuisisi. Nama Tinawati sebelumnya juga sudah dikaitkan dengan ekosistem WIFI. Ia tercatat memiliki sekitar 0,29% saham WIFI secara langsung.

Selain itu, pada akhir 2024 Tinawati diketahui melepas 45% saham PT Investasi Sukses Bersama, perusahaan yang merupakan pemegang saham pengendali WIFI, kepada PT Arsari Sentra Data milik Hashim Djojohadikusumo.

Kenapa INET dan WIFI Ikut Naik?

Pergerakan DOOH kemudian menarik perhatian karena pelaku pasar selama ini kerap mengelompokkan DOOH, INET, dan WIFI dalam satu ekosistem digital infrastructure. Secara sederhana, ketiganya memiliki posisi bisnis yang saling berkaitan. WIFI berada pada sisi penyedia layanan internet, INET memiliki bisnis infrastruktur jaringan fiber optik, sedangkan DOOH bergerak pada sisi digital advertising dan periklanan luar ruang.

Karena itu, perubahan kepemilikan DOOH dan potensi pengembangan bisnis setelah akuisisi memunculkan spekulasi bahwa akan ada sinergi lebih luas di antara perusahaan-perusahaan tersebut. Namun, investor tetap perlu membedakan antara potensi sinergi dan realisasi sinergi. Sampai ada informasi mengenai proyek bersama, integrasi bisnis, atau kontribusi terhadap pendapatan masing-masing emiten, kenaikan harga saham lebih banyak mencerminkan ekspektasi pasar.

PADA Juga Jadi Perhatian

Selain DOOH, INET juga mendapatkan sentimen dari perkembangan anak usahanya, PT Personel Alih Daya Tbk (PADA). PADA memperoleh fasilitas pinjaman Rp5 miliar dari PT Bank Hibank Indonesia untuk mendukung modal kerja dalam pengerjaan proyek penarikan kabel fiber optik. Fasilitas tersebut berbentuk Pinjaman Berjangka Supply Chain Financing (SCF) dengan bunga 10% per tahun dan jangka waktu maksimal 12 bulan sejak pencairan pertama.

Manajemen PADA mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional proyek penarikan kabel fiber optik. Nilai pinjaman tersebut setara sekitar 4,1% dari ekuitas perusahaan sehingga tidak dikategorikan sebagai transaksi material.

INET dan PADA Sama-sama Sentuh ARA

Sentimen tersebut ikut mendorong saham PADA dan INET pada perdagangan Selasa. Saham PADA melonjak 33,33% ke Rp240 per saham, sementara INET naik 24,79% ke Rp292 per saham. Keduanya bahkan sempat menyentuh Auto Rejection Atas (ARA).

Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya merespons aksi korporasi DOOH, tetapi juga mulai melakukan repricing terhadap perusahaan-perusahaan yang dianggap berada dalam ekosistem infrastruktur digital yang sama.

 

You Might Also Like

FTSE Russell Tunda Penambahan Saham Indonesia Hingga Desember 2026

Bayan Resources (BYAN) Sebut Tak Tahu Kabar Haji Isam Mau Akuisisi

Prabowo Beri Kode Keras Untuk Saham TINS dan SMGR?

Kemana Arah IHSG Usai Kemerdekaan RI ke-81?

Siap-siap! Prabowo Bakal Pidato Nota Keuangan & RAPBN 2027 Hari Ini

TAGGED: saham DOOH, saham INET, saham PADA, saham WIFI
Aurelia August 19, 2026 August 19, 2026
Previous Article Bayan Resources (BYAN) Sebut Tak Tahu Kabar Haji Isam Mau Akuisisi
Next Article FTSE Russell Tunda Penambahan Saham Indonesia Hingga Desember 2026
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?