[Medan | 5 Oktober 2026] PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melanjutkan proses pemisahan (spin off) bisnis Wholesale Fiber Connectivity tahap kedua. Bersamaan dengan proses tersebut, perseroan menyiapkan mekanisme pembelian kembali (buyback) saham bagi pemegang saham yang tidak menyetujui aksi korporasi tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (4/10/2026), saham tersebut akan dibeli kembali dari pemegang saham yang menyatakan tidak setuju terhadap rencana pemisahan segmen bisnis TLKM kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia.
Spin Off Disetujui dalam RUPSLB
Sebelumnya, TLKM telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2026. Salah satu agenda rapat tersebut adalah rencana pemisahan bisnis Wholesale Fiber Connectivity. Dalam rapat tersebut, terdapat sejumlah pemegang saham yang menyatakan tidak menyetujui rencana spin off. Atas dasar itu, TLKM menyiapkan mekanisme buyback untuk memberikan opsi kepada pemegang saham yang tidak menyetujui aksi korporasi tersebut.
TLKM Tawarkan Buyback Rp2.290 per Saham
Harga pembelian kembali yang ditetapkan TLKM mencapai Rp2.290 per saham. Harga tersebut berada di atas harga penutupan saham TLKM pada Jumat (2/10/2026), yang tercatat sebesar Rp2.250 per saham. Dengan demikian, harga buyback tersebut mencerminkan premium sekitar Rp40 per saham dibandingkan harga penutupan terakhir.
Premium tersebut terjadi di tengah pergerakan saham TLKM yang cenderung melemah dalam beberapa hari terakhir. Sebelum pelaksanaan RUPSLB, saham TLKM masih diperdagangkan di kisaran Rp2.400 per saham.
Saham TLKM Melemah Jelang dan Setelah RUPSLB
Pergerakan saham TLKM kemudian terus mengalami tekanan. Pada 29 September 2026, harga saham perseroan turun hingga menyentuh Rp2.310 per saham. Sehari setelahnya, tepat pada 30 September 2026 atau saat RUPSLB berlangsung, saham TLKM sempat kembali menguat ke level Rp2.350 per saham.
Namun, setelah pelaksanaan RUPSLB, harga saham kembali bergerak turun hingga berada di kisaran Rp2.250 per saham pada penutupan Jumat (2/10/2026). Kondisi tersebut membuat harga buyback Rp2.290 per saham berada sedikit di atas harga pasar terakhir.
Masa Pengajuan Buyback
TLKM memberikan kesempatan kepada pemegang saham yang tidak menyetujui rencana spin off dan ingin sahamnya dibeli kembali pada periode 2-5 Oktober 2026. Setelah periode tersebut berakhir, pembayaran akan dilakukan secepat-cepatnya 7 hari kerja setelah diperolehnya persetujuan Menteri Hukum atas peningkatan modal PT Telkom Infrastruktur Indonesia yang berkaitan dengan pemisahan segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity.
Spin Off Efektif 1 Oktober 2026
Adapun pemisahan segmen bisnis Wholesale Fiber Connectivity tersebut telah berlaku efektif sejak 1 Oktober 2026. Dengan demikian, proses spin off memasuki tahap lanjutan setelah efektivitas pemisahan, sementara mekanisme buyback disiapkan untuk mengakomodasi pemegang saham yang menyatakan tidak setuju terhadap aksi korporasi tersebut.

