[Medan | 22 Oktober 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (22/10/2026), setelah sempat mengalami tekanan pada awal sesi. Hingga pukul 10.05 WIB, IHSG naik 75,75 poin atau 1,42% ke level 5.404.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 5.247, sempat turun hingga 5.185, sebelum berbalik naik dan menyentuh level tertinggi 5.405. Pergerakan tersebut melanjutkan pemulihan pasar saham domestik setelah IHSG mengalami tekanan tajam dalam beberapa perdagangan terakhir.
Pada Rabu (21/10/2026), IHSG ditutup menguat 0,94% ke level 5.328. Meski sempat bergerak di zona merah dan terkoreksi lebih dari 1% sepanjang perdagangan, indeks berhasil berbalik menguat hingga penutupan.
Sentimen MSCI Masih Membayangi Pasar
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta langkah pembenahan pasar modal yang dilakukan BEI. MSCI sebelumnya mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Isu ini menjadi perhatian investor karena perubahan klasifikasi dapat memengaruhi posisi saham Indonesia dalam indeks acuan yang digunakan oleh investor institusi global.
Sebagai bagian dari upaya pembenahan, BEI berencana mengeluarkan 80 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai awal November 2026. Berdasarkan data BEI, saham-saham tersebut memiliki bobot gabungan sekitar 18% terhadap indeks komposit. Jika kebijakan diterapkan, perubahan harga saham yang masuk kategori HSC tidak lagi berkontribusi terhadap pergerakan IHSG.
Kebijakan tersebut tidak berarti saham-saham HSC dihapus dari bursa. Saham-saham itu tetap tercatat dan dapat diperdagangkan oleh investor, tetapi tidak lagi diperhitungkan dalam IHSG.
Investor Asing Masih Catat Jual Bersih
Di tengah penguatan IHSG, arus dana asing masih menjadi perhatian. Berdasarkan data transaksi pasar reguler, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp527,8 miliar pada Rabu (21/10/2026). Nilai tersebut berasal dari transaksi beli investor asing sebesar Rp6,14 triliun dan transaksi jual sebesar Rp6,67 triliun.
Data tersebut menunjukkan investor asing masih melakukan penjualan bersih meskipun IHSG berhasil ditutup menguat. Namun, transaksi satu hari belum cukup untuk memastikan apakah arus keluar dana asing akan berlanjut. Ke depan, investor akan mencermati perkembangan reformasi pasar modal, respons MSCI, serta arah transaksi investor asing untuk menilai keberlanjutan pemulihan IHSG.
Bagi investor, penguatan indeks dalam perdagangan intraday belum tentu menandakan tren kenaikan yang berkelanjutan. Pergerakan IHSG perlu dilihat bersama nilai transaksi, arus dana asing, dan perkembangan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

