IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

AS Serang Pulau Larak Iran, Harga Minyak Naik Lagi

By Aurelia 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ france24.com
SHARE

[Medan | 31 Agustus 2026] Harga minyak mentah acuan melonjak lebih dari 2% pada perdagangan awal sesi Asia, Senin (31/8/2026), setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, kawasan strategis di Selat Hormuz.

Pada pukul 05.30 WIB, harga minyak mentah Brent kontrak Oktober 2026 menguat US$2,22 atau 2,52% menjadi US$90,32 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Oktober 2026 naik US$2,01 atau 2,41% ke US$85,41 per barel.

AS Kembali Serang Iran

Lonjakan harga minyak terjadi setelah pasukan AS menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026). Serangan tersebut menjadi serangan AS pertama yang diketahui terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli 2026.

Garda Revolusi Iran menyatakan serangan tersebut menewaskan dan melukai sejumlah tentara serta warga sipil. Teheran juga menyatakan serangan tersebut akan mendapat “tanggapan dan hukuman”. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa serangan dilakukan menggunakan drone.

Risiko Selat Hormuz Kembali Meningkat

Perkembangan tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia. Sebelumnya, Iran dan Oman telah membahas pembentukan koridor navigasi sementara untuk memungkinkan kapal kembali melintasi Selat Hormuz. Kedua negara juga sepakat melakukan pembersihan ranjau di jalur tersebut.

Namun, serangan terbaru AS berpotensi kembali meningkatkan ketidakpastian terhadap kelancaran lalu lintas kapal tanker dan pengiriman energi melalui kawasan tersebut. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah diledakkan atau disingkirkan. Trump juga memperingatkan Iran bahwa setiap kapal atau perahu yang kembali memasang ranjau akan dihancurkan.

Minyak Kembali Jadi Risiko Inflasi

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian bagi pasar keuangan karena dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi global. Harga energi yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan biaya transportasi, produksi, hingga distribusi barang.

Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak juga dapat memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah melalui peningkatan kebutuhan impor energi. Di sisi lain, kenaikan harga komoditas energi dapat memberikan dampak positif bagi penerimaan dari sektor komoditas tertentu.

Untuk pasar obligasi, lonjakan harga minyak perlu diperhatikan karena apabila bertahan dalam waktu lama, tekanan inflasi global dapat mengurangi ruang bagi bank sentral untuk melakukan pelonggaran kebijakan. Hal ini berpotensi menjaga yield obligasi global tetap tinggi dan ikut memberikan tekanan terhadap pasar SBN.

Dengan Brent kembali menembus US$90 per barel, investor kini akan mencermati apakah eskalasi terbaru antara AS dan Iran hanya bersifat sementara atau kembali mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jika risiko gangguan pasokan meningkat, harga minyak berpotensi kembali menjadi katalis utama bagi pasar global dalam beberapa hari ke depan.

 

 

You Might Also Like

Aturan DHE SDA Dilonggarkan, Berlaku Mulai 1 September

Kevin Warsh Beri Sinyal Hawkish, Peluang Kenaikan Suku Bunga AS Tembus 50%!

Inflasi Agustus 2026 Rilis Besok, Diproyeksi Kembali Naik

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

Aksi Demonstrasi, Obligasi Indonesia Terkena Tekanan Jual

TAGGED: AS-Iran, harga minyak
Aurelia August 31, 2026 August 31, 2026
Previous Article Inflasi Agustus 2026 Rilis Besok, Diproyeksi Kembali Naik
Next Article Kevin Warsh Beri Sinyal Hawkish, Peluang Kenaikan Suku Bunga AS Tembus 50%!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?