IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

BI Kembali Naikkan Suku Bunga 25 Bps ke Level 5,75%!

By Aurelia 2 months ago Ekonomi
Image source: AP/ j5newsroom.com
SHARE

[Medan | 18 Juni 2026] Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan ke level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Selain itu, BI juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga deposit facility di level 4,75% dan lending facility di level 6,50%.

Keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,75% mungkin terlihat mengejutkan. Pasalnya, rupiah sebenarnya sudah menunjukkan perbaikan dalam beberapa hari terakhir, harga minyak dunia turun tajam pasca kesepakatan damai AS-Iran, dan arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi domestik. Namun, BI tampaknya memilih mengambil langkah antisipatif di tengah perubahan besar arah kebijakan moneter global.

The Fed Berubah Lebih Hawkish

Fokus utama pasar saat ini bukan lagi konflik Timur Tengah, melainkan perubahan sikap Federal Reserve. Dalam pertemuan terbarunya, The Fed memang menahan suku bunga. Namun bank sentral AS tersebut menghapus sinyal pemangkasan suku bunga dan justru membuka peluang kenaikan suku bunga kembali apabila inflasi tidak turun sesuai target.

Dot plot terbaru juga menunjukkan sebagian besar pejabat The Fed tidak lagi memperkirakan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury, yang pada akhirnya dapat memicu aliran modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Rupiah Menguat, Tapi Belum Sepenuhnya Aman

Meski rupiah berhasil menguat dalam beberapa hari terakhir, level nilai tukar masih berada di kisaran Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS, jauh lebih lemah dibandingkan posisi awal tahun. Bagi BI, penguatan rupiah saat ini kemungkinan belum cukup untuk menyatakan bahwa tekanan telah berakhir.

Apalagi pengalaman beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat dengan cepat membalikkan arus modal dan kembali menekan rupiah. Karena itu, kenaikan suku bunga kali ini dapat dilihat sebagai langkah “ambil aman” untuk menjaga daya tarik aset domestik sebelum tekanan eksternal kembali meningkat.

Menjaga Selisih Suku Bunga dengan AS

Selain menjaga stabilitas rupiah, kenaikan BI Rate juga berfungsi mempertahankan spread atau selisih suku bunga antara Indonesia dan AS. Jika The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sementara BI berhenti menaikkan suku bunga, maka daya tarik aset rupiah berpotensi berkurang di mata investor global. Dengan menaikkan BI Rate menjadi 5,75%, BI mengirim sinyal bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama meskipun pertumbuhan ekonomi mulai melambat.

Pasar Akan Fokus ke Arah Kebijakan Selanjutnya

Meski menaikkan suku bunga hari ini, pasar kemungkinan lebih fokus pada petunjuk BI mengenai langkah berikutnya. Jika BI memberi sinyal bahwa kenaikan ini merupakan langkah antisipatif terakhir, pasar obligasi berpotensi merespons positif. Namun jika BI masih membuka ruang kenaikan lanjutan menuju 6,00%, maka investor akan mulai memperhitungkan risiko perlambatan ekonomi akibat biaya pinjaman yang semakin tinggi.

Singkatnya, kenaikan BI Rate ke 5,75% lebih mencerminkan upaya menjaga rupiah dari potensi tekanan pasca-The Fed yang semakin hawkish. BI tampaknya memilih bertindak lebih awal daripada menunggu rupiah kembali tertekan seperti yang terjadi beberapa pekan lalu.

You Might Also Like

Prabowo Beri Kode Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI

BOJ Diproyeksikan Tahan Suku Bunga di Rapat Juli 2026

MK Perintahkan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Anggaran Pendidikan

AS Rilis Sejumlah Data Ekonomi Tadi Malam, Apa Hasil dan Dampaknya?

S&P Peringatkan Risiko Pengunduran Diri Gubernur BI Terhadap Kebijakan Moneter RI

TAGGED: Bank Indonesia, mata uang Rupiah, nilai tukar Rupiah, Perry Warjiyo, RDG BI Juni 2026, Rupiah, suku bunga BI
Aurelia June 18, 2026 June 18, 2026
Previous Article Ini 4 Skenario Hasil MSCI!
Next Article Indonesia Masih di Emerging Markets, Tapi Freeze Masih Berlaku
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?