[Medan | 7 Oktober 2026] Bank sentral China kembali meningkatkan kepemilikan emas pada September 2026. Pembelian tersebut memperpanjang tren akumulasi emas oleh People’s Bank of China (PBoC) menjadi 23 bulan berturut-turut, di tengah volatilitas harga logam mulia yang masih tinggi sepanjang tahun ini.
Mengutip Reuters, Rabu (7/10/2026), data resmi menunjukkan cadangan emas PBoC mencapai 77,47 juta fine troy ounces pada akhir September. Jumlah tersebut meningkat dari 76,73 juta fine troy ounces pada akhir Agustus.
PBoC Konsisten Tambah Cadangan Emas
Kenaikan kepemilikan emas pada September menunjukkan PBoC masih melanjutkan akumulasi meskipun harga emas bergerak cukup tajam sepanjang tahun. Dengan tambahan tersebut, China telah meningkatkan cadangan emasnya selama 23 bulan berturut-turut. Tren tersebut menunjukkan emas tetap menjadi bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa PBoC.
Nilai Cadangan Emas Justru Turun
Meski jumlah emas yang dimiliki meningkat, nilai cadangan emas China justru mengalami penurunan pada September. Nilainya turun menjadi US$323,52 miliar pada akhir September, dari US$350,08 miliar pada bulan sebelumnya. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi harga emas yang terjadi sepanjang September. Harga emas tercatat turun lebih dari 6% selama bulan tersebut sehingga kenaikan jumlah kepemilikan emas belum mampu mengimbangi penurunan nilai akibat koreksi harga.
Strategi Diversifikasi Cadangan Devisa
Keputusan PBoC untuk tetap membeli emas di tengah koreksi harga menunjukkan bank sentral China masih mempertahankan strategi diversifikasi cadangan devisa melalui aset emas. Dengan demikian, pergerakan harga jangka pendek tidak menghentikan akumulasi emas yang telah berlangsung hampir dua tahun tersebut.
Harga Emas Kembali di Atas US$4.000
Pada perdagangan Rabu (7/10/2026) pukul 02.44 GMT, harga emas spot berada di sekitar US$4.147,47 per ons troi. Level tersebut menunjukkan harga emas masih berada di atas US$4.000 per ons troi meskipun sebelumnya mengalami koreksi lebih dari 6% sepanjang September.
Dampak ke Market: Ada Support Struktural untuk Emas
Dari perspektif market, pembelian emas PBoC memberikan sinyal support struktural terhadap permintaan emas. Artinya, meskipun harga emas mengalami koreksi dan volatilitas tinggi, salah satu pembeli institusional besar masih terus melakukan akumulasi.
Untuk market secara lebih luas, tren ini juga memperkuat narasi bahwa bank sentral tetap menggunakan emas sebagai salah satu instrumen diversifikasi cadangan. Namun, untuk pergerakan harga emas jangka pendek, faktor seperti arah suku bunga global, dolar AS, dan sentimen risk-off tetap dapat menyebabkan volatilitas.
Bagi investor Indonesia, kenaikan atau penurunan harga emas global juga pada akhirnya perlu dilihat bersama pergerakan rupiah karena harga emas domestik dipengaruhi oleh harga emas global dan nilai tukar USD/IDR.

