IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Waller The Fed Beri Peluang Tahan Suku Bunga Jika Disinflasi Berlanjut

By Aurelia 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ reuters.com
SHARE

[Medan | 4 September 2026] Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller membuka peluang bagi bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September mendatang. Namun, keputusan tersebut tetap akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi terbaru.

Waller mengatakan dirinya bersedia mendukung kebijakan mempertahankan suku bunga apabila tekanan inflasi terus menunjukkan tren penurunan menuju target The Fed sebesar 2%. “Jika terdapat kemajuan berkelanjutan menuju target 2%, saya bersedia mendukung untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada level saat ini,” ujar Waller dalam acara Reuters NEXT Newsmaker di Washington, Kamis (3/9/2026).

Meski demikian, Waller belum sepenuhnya menutup peluang kenaikan suku bunga. Apabila data inflasi kembali menunjukkan tekanan yang lebih tinggi dari perkiraan, The Fed masih dapat mengambil langkah pengetatan moneter.

Saat ini, suku bunga acuan The Fed berada pada kisaran 3,50%-3,75%. Menurut Waller, level tersebut belum memberikan tekanan yang terlalu besar terhadap permintaan dalam perekonomian AS. Karena itu, kenaikan inflasi yang relatif terbatas sekalipun berpotensi kembali mendorong perlunya kebijakan moneter yang lebih ketat.

Beri Kesempatan bagi Disinflasi

Waller menilai The Fed perlu memberikan waktu untuk melihat apakah tren penurunan inflasi benar-benar berkelanjutan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Ia bahkan menggunakan ungkapan yang terinspirasi dari lagu John Lennon untuk menggambarkan pendekatannya terhadap kebijakan moneter.

Menurutnya, pendekatan tersebut bukan berarti The Fed harus menunda pengambilan keputusan dalam waktu yang terlalu lama. Namun, bank sentral perlu memperoleh keyakinan lebih besar bahwa tekanan harga memang bergerak menuju sasaran inflasi 2%.

Pernyataan tersebut memberikan sedikit ruang bagi pasar yang sebelumnya semakin agresif memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada September. Dalam beberapa pekan terakhir, meningkatnya harga energi dan ketegangan geopolitik telah memicu kekhawatiran bahwa inflasi AS dapat kembali meningkat.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Mulai Berkurang

Nada pernyataan Waller yang relatif lebih moderat langsung memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Setelah pernyataannya, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September diperkirakan turun menjadi sekitar 50%, dari sebelumnya sekitar 60%. Perubahan ekspektasi tersebut turut mendorong penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS.

Penurunan yield menjadi sentimen positif bagi pasar obligasi karena harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan yield. Kondisi ini juga berpotensi memberikan ruang bagi aset berisiko, termasuk saham, terutama apabila data inflasi AS mendatang kembali menunjukkan perlambatan.

Bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia, sikap The Fed untuk menahan suku bunga dapat mengurangi tekanan terhadap arus modal dan nilai tukar negara berkembang. Sebaliknya, jika inflasi AS kembali meningkat dan The Fed memilih menaikkan suku bunga, yield US Treasury berpotensi kembali naik dan meningkatkan tekanan terhadap obligasi serta aset keuangan di pasar emerging market.

Inflasi Tetap Menjadi Risiko Utama

Meski memberikan peluang untuk mempertahankan suku bunga, Waller menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama The Fed. Perekonomian AS dinilai masih cukup kuat, sementara kondisi pasar tenaga kerja relatif stabil. Namun, ia melihat beberapa faktor yang sebelumnya memicu kenaikan harga kemungkinan tidak akan memberikan tekanan inflasi jangka panjang secara signifikan.

Waller menilai dampak kenaikan tarif terhadap inflasi kemungkinan mulai terserap dalam perekonomian. Sementara itu, lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah sejauh ini belum menunjukkan penyebaran tekanan harga yang signifikan ke sektor jasa dan komponen inflasi lainnya.

Meski demikian, risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Harga energi masih berada jauh di atas level awal tahun, sementara meningkatnya investasi dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah produk teknologi. Selain itu, potensi penerapan tarif tambahan juga masih menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

Dengan kondisi tersebut, data inflasi AS yang akan dirilis menjelang pertemuan The Fed akan menjadi penentu utama arah pasar. Inflasi yang lebih rendah dapat memperkuat peluang The Fed menahan suku bunga dan mendorong penurunan yield obligasi. Sebaliknya, angka inflasi yang kembali meningkat dapat menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga dan memicu tekanan baru di pasar obligasi global.

Investor kini akan mencermati data ekonomi AS secara lebih ketat, terutama inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja, karena keduanya akan menentukan apakah The Fed benar-benar dapat “memberi kesempatan bagi disinflasi” atau kembali melanjutkan kebijakan moneter yang lebih ketat.

 

You Might Also Like

BI dan Kemenkeu Kini Sudah Punya Jadwal Penempatan SAL di Himbara

Dolar AS Jatuh ke Level Terendah Sejak Mei, Yen Balik Menguat

Prabowo Buka Peluang Kerjasama Energi hinnga Pangan dengan Rusia

Purbaya Yakin Sinergi Fiskal-Moneter Makin Erat dengan Gubernur BI Destry

Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah Hampir Sebulan

TAGGED: suku bunga AS, suku bunga The Fed
Aurelia September 4, 2026 September 4, 2026
Previous Article Danantara Jajaki Pendanaan Rp 2 Triliun ke VKTR, Ada Apa?
Next Article Prabowo Buka Peluang Kerjasama Energi hinnga Pangan dengan Rusia
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?