IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, Pertamax Tetap

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ cnbcindonesia.com
SHARE

[Medan | 1 Juli 2026] PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Penurunan berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, serta Avtur, seiring evaluasi berkala yang mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia, kondisi fiskal, serta daya beli masyarakat.

Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp19.300 per liter dari sebelumnya Rp20.750 per liter. Sementara itu, Dexlite turun menjadi Rp19.700 per liter dari Rp23.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex menjadi Rp21.150 per liter dari Rp24.800 per liter.

Di sektor aviasi, harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta juga diturunkan menjadi Rp19.190 per liter dari sebelumnya Rp22.190 per liter.

Di sisi lain, Pertamina mempertahankan harga Pertamax (RON 92) di level Rp16.250 per liter serta Pertamax Green 95 di Rp17.000 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak global, kondisi fiskal pemerintah, serta daya beli masyarakat. Menurutnya, selain menjaga harga tetap kompetitif, Pertamina juga berkomitmen mempertahankan kualitas produk agar memberikan efisiensi dan performa yang optimal bagi konsumen.

Analisis

Penurunan harga BBM nonsubsidi mencerminkan mulai meredanya tekanan biaya energi global setelah harga minyak dunia terkoreksi dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Langkah ini berpotensi membantu menekan biaya operasional sektor transportasi, logistik, pertambangan, dan industri yang menggunakan BBM nonsubsidi dalam jumlah besar.

Dari sisi makroekonomi, penurunan harga BBM nonsubsidi juga berpotensi meredakan tekanan inflasi inti (core inflation) dalam beberapa bulan ke depan, meskipun dampaknya relatif terbatas karena harga BBM subsidi maupun Pertamax tidak mengalami perubahan.

Bagi pasar saham, sentimen ini cenderung positif bagi emiten di sektor transportasi, logistik, penerbangan, serta industri dengan konsumsi bahan bakar yang tinggi karena berpotensi meningkatkan efisiensi biaya. Namun, dampaknya terhadap emiten energi seperti Pertamina Group relatif terbatas mengingat penyesuaian harga dilakukan mengikuti mekanisme pasar dan pergerakan harga minyak mentah global.

 

 

You Might Also Like

Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Dolar AS, Borong Emas

PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 Turun ke 46,9, Masuk Fase Kontraksi

Rilis Hari Ini, Inflasi dan Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Naik

Iran Ingin Kendali Penuh Atas Selat Hormuz

Iran-AS Siap Lanjutkan Negosiasi Lagi di Doha

TAGGED: harga bbm, harga pertamax
Aurelia Tanu July 1, 2026 July 1, 2026
Previous Article Rilis Hari Ini, Inflasi dan Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Naik
Next Article PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 Turun ke 46,9, Masuk Fase Kontraksi
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?