IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Rilis Hari Ini, Inflasi dan Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Naik

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ alshirawi.com
SHARE

[Medan | 1 Juni 2026] Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan sejumlah indikator ekonomi penting pada Rabu (1/7/2026), meliputi inflasi Juni 2026, neraca perdagangan Mei 2026, serta berbagai indikator sektoral seperti Nilai Tukar Petani (NTP), perkembangan pariwisata, transportasi, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB), hingga produksi padi dan jagung.

Perhatian utama pelaku pasar tertuju pada data inflasi dan neraca perdagangan yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar keuangan domestik, termasuk rupiah, obligasi, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Inflasi Diperkirakan Meningkat

Berdasarkan hasil BIG Consensus Insights, inflasi Juni 2026 diperkirakan mencapai 0,41% secara bulanan (mtm), dengan inflasi tahunan (year-on-year) meningkat menjadi sekitar 3,29%, lebih tinggi dibandingkan realisasi Mei yang sebesar 3,08%.

Kenaikan inflasi diperkirakan didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi, harga pangan bergejolak (volatile food), serta penyesuaian harga yang diatur pemerintah (administered prices). Meski meningkat, inflasi masih diproyeksikan berada dalam kisaran target Bank Indonesia sebesar 1,5%-3,5%, sehingga belum diperkirakan mengubah arah kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Surplus Neraca Dagang Berpotensi Melebar

Selain inflasi, pasar juga menunggu data neraca perdagangan Mei 2026. Setelah surplus perdagangan anjlok menjadi hanya US$89 juta pada April, konsensus pasar memperkirakan surplus kembali meningkat seiring normalisasi aktivitas impor pasca-Lebaran.

Sejumlah ekonom memperkirakan surplus berada di kisaran US$700 juta hingga US$2 miliar, meski terdapat sebagian proyeksi yang memperkirakan Indonesia justru mengalami defisit akibat perlambatan ekspor yang lebih dalam dibandingkan impor.

Pelebaran surplus diperkirakan lebih disebabkan oleh normalisasi impor secara bulanan, sementara secara tren surplus perdagangan Indonesia masih diperkirakan terus menyempit sepanjang 2026 akibat pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor.

Analisis

Rilis kedua data tersebut berpotensi menjadi katalis utama bagi pasar keuangan hari ini. Inflasi yang masih berada dalam target Bank Indonesia akan memberikan ruang bagi BI untuk mempertahankan kebijakan moneter saat ini, sehingga cenderung netral bagi pasar obligasi.

Sementara itu, apabila surplus neraca perdagangan kembali meningkat di atas ekspektasi, sentimen terhadap rupiah berpotensi membaik karena menunjukkan masih kuatnya fundamental sektor eksternal Indonesia. Sebaliknya, apabila surplus kembali menyusut atau berubah menjadi defisit, tekanan terhadap rupiah dan IHSG berpotensi meningkat di tengah masih besarnya arus keluar dana asing dari pasar domestik.

 

 

You Might Also Like

Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Dolar AS, Borong Emas

PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 Turun ke 46,9, Masuk Fase Kontraksi

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, Pertamax Tetap

Iran Ingin Kendali Penuh Atas Selat Hormuz

Iran-AS Siap Lanjutkan Negosiasi Lagi di Doha

TAGGED: data makroekonomi, inflasi RI, neraca perdagangan
Aurelia Tanu July 1, 2026 July 1, 2026
Previous Article Fitch: Korporasi Indonesia Hadapi Tantangan Makro Ekonomi dan Ketidakpastian Regulasi
Next Article Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, Pertamax Tetap
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?