IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Kembali Naik Usai Israel Serang Lebanon

By Aurelia Tanu 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ nbcnews.com
SHARE

[Medan | 2 Juni 2026] Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan awal pekan setelah ketegangan geopolitik Timur Tengah meningkat menyusul serangan Israel ke Lebanon dan laporan bahwa Iran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS).

Mengutip perdagangan Senin (1/6/2026), harga minyak mentah Brent kontrak Agustus 2026 ditutup naik US$3,86 atau 4,2% menjadi US$94,98 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juli 2026 melonjak US$4,8 atau 5,5% ke level US$92,16 per barel.

Kedua acuan minyak global tersebut bahkan sempat melonjak lebih dari 6% pada awal sesi sebelum memangkas sebagian penguatan.

Iran Dikabarkan Hentikan Negosiasi dengan AS

Lonjakan harga minyak dipicu laporan Kantor Berita Tasnim Iran yang menyebut Teheran menghentikan pembicaraan tidak langsung dengan AS.

Laporan tersebut juga menyebut Iran bersama kelompok sekutunya di Lebanon, Irak, dan Yaman tengah menyusun rencana untuk memblokir penuh Selat Hormuz serta mengganggu jalur pelayaran strategis lainnya sebagai respons terhadap konflik dengan Israel.

Pasar menilai langkah tersebut dapat mengancam pasokan energi global karena Selat Hormuz merupakan jalur distribusi utama minyak dunia.

Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb Jadi Fokus Pasar

Selain Selat Hormuz, Iran dan sekutunya juga dikabarkan mempertimbangkan aktivasi tekanan di Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Jalur tersebut menjadi salah satu rute penting pengiriman minyak dari Timur Tengah, termasuk ekspor minyak Arab Saudi sebesar 4 juta hingga 6 juta barel per hari.

Ancaman gangguan pada dua jalur energi utama dunia itu langsung meningkatkan premi risiko geopolitik di pasar minyak global. Pasar khawatir konflik berkepanjangan dapat memicu gangguan distribusi energi yang lebih luas dan memperketat pasokan minyak global dalam beberapa bulan ke depan.

Trump Bantah Pembicaraan Gagal Total

Meski demikian, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya belum mengetahui adanya penghentian pembicaraan dengan Iran. Trump juga menyebut telah melakukan komunikasi melalui perantara dengan Hizbullah dan memperoleh jaminan bahwa kelompok tersebut tidak akan menyerang Israel.

Pernyataan tersebut sempat meredakan lonjakan harga minyak pada sesi perdagangan akhir, meskipun pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah. Menurut Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates, posisi kedua pihak saat ini terlihat masih sangat jauh dari titik damai. 

Harga Minyak Masih Dibayangi Volatilitas Tinggi

Meski harga minyak melonjak pada awal Juni, Brent dan WTI sebenarnya menutup Mei 2026 dengan penurunan bulanan terbesar sejak pandemi COVID-19 pada 2020. Penurunan tajam sebelumnya dipicu optimisme pasar bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan damai yang dapat membuka kembali jalur perdagangan energi secara normal.

Namun eskalasi terbaru membuat pasar kembali mempertanyakan kemungkinan tercapainya perdamaian dalam waktu dekat. Laporan Axios sebelumnya juga menyebut Iran telah menempatkan lebih banyak ranjau di sekitar Selat Hormuz, meningkatkan risiko gangguan distribusi energi global.

China Lemah Jadi Penahan Kenaikan Harga

Di sisi lain, kenaikan harga minyak masih tertahan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global, terutama dari China. Data manufaktur China selama akhir pekan menunjukkan aktivitas pabrik mulai stagnan, memicu kekhawatiran terhadap pelemahan permintaan energi dari konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut.

Goldman Sachs bahkan menyebut lemahnya permintaan minyak di China dan Eropa menjadi risiko utama penurunan harga minyak dalam beberapa bulan ke depan. Meski demikian, bank investasi tersebut tetap menilai gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah masih dapat mendorong harga minyak bergerak lebih tinggi dari proyeksi dasar pasar.

Rusia, Venezuela, dan Kazakhstan Tambah Pasokan

Di tengah ketegangan geopolitik, sejumlah negara produsen mulai meningkatkan pasokan energi global. Rusia dikabarkan memperketat pengawasan ekspor bensin dan solar demi menjaga pasokan domestik, bahkan membuka opsi larangan ekspor bensin sementara.

Sementara itu, Kazakhstan menyatakan produksi minyak di ladang Tengiz telah kembali normal setelah sebelumnya terganggu. Ekspor minyak Venezuela juga naik menjadi 1,25 juta barel per hari pada Mei 2026, menandai kenaikan bulanan ketiga berturut-turut seiring meningkatnya pengiriman ke AS, India, dan Eropa.

Dampak ke Inflasi dan Pasar Keuangan Global

Lonjakan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global. Kenaikan harga energi berpotensi memperkuat imported inflation di berbagai negara dan membuat bank sentral global, termasuk Federal Reserve, lebih berhati-hati menurunkan suku bunga.

Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak dapat memperbesar tekanan terhadap rupiah, subsidi energi, serta inflasi domestik. Selain itu, harga minyak yang tinggi juga berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan akibat meningkatnya impor energi nasional.

Di pasar obligasi, risiko inflasi energi dapat menjaga yield global tetap tinggi, sementara pasar saham berpotensi menghadapi volatilitas lanjutan akibat ketidakpastian geopolitik yang masih sangat besar.

 

You Might Also Like

Rilis Hari Ini (2/6): Inflasi Mei Diproyeksi Naik, Surplus Dagang Menyempit

Demi Negosiasi Damai dengan Iran, Trump Minta Israel Stop Serang Lebanon

Waspada, Hari Ini Ada Rilis Data Inflasi dan Neraca Dagang Indonesia!

Rusia Terbitkan Obligasi Yuan Usai Kunjungan Putin ke China

Inflasi Tokyo Turun, BoJ Bakal Tahan Suku Bunga?

TAGGED: harga minyak dunia, israel lebanon
Aurelia Tanu June 2, 2026 June 2, 2026
Previous Article Waspada, Hari Ini Ada Rilis Data Inflasi dan Neraca Dagang Indonesia!
Next Article Demi Negosiasi Damai dengan Iran, Trump Minta Israel Stop Serang Lebanon
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?