IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Tenaga Kerja Tetap Kuat

By Aurelia 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ kabarbursa.com
SHARE

[Medan | 17 Juli 2026] Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran kembali menurun pada pekan lalu, menandakan pasar tenaga kerja AS masih berada dalam kondisi yang relatif solid meski aktivitas perekrutan belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa ekonomi AS belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan, sehingga Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi apabila tekanan inflasi kembali meningkat.

Klaim Pengangguran Turun di Bawah Ekspektasi

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran turun sebanyak 8.000 menjadi 208.000 pada pekan yang berakhir 11 Juli, setelah disesuaikan secara musiman. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom yang memperkirakan klaim mencapai 217.000.

Penurunan ini terjadi setelah klaim sempat meningkat pada akhir Mei hingga pertengahan Juni. Kini, jumlah klaim kembali ke kisaran yang secara historis masih mencerminkan pasar tenaga kerja yang sehat.

Pasar Kerja Masih Bertahan

Data terbaru memperkuat gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS masih berada dalam fase slow hire, slow fire, yakni perusahaan cenderung menahan perekrutan tenaga kerja baru, tetapi juga belum melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.

Gambaran tersebut sejalan dengan laporan Beige Book Federal Reserve yang menunjukkan aktivitas ketenagakerjaan pada awal Juli masih relatif stabil. Lima distrik The Fed melaporkan pertumbuhan lapangan kerja dari moderat hingga kuat, sementara tujuh distrik lainnya mencatat kondisi tenaga kerja cenderung tidak berubah.

Di sisi lain, banyak perusahaan masih mengalami kesulitan memperoleh tenaga kerja terampil, terutama untuk posisi teknisi dan pekerjaan dengan keahlian khusus. Temuan tersebut juga dikonfirmasi melalui survei National Federation of Independent Business (NFIB), yang menunjukkan semakin banyak pelaku usaha kecil kesulitan mencari kandidat yang memenuhi kualifikasi.

Penerima Tunjangan Juga Menurun

Jumlah masyarakat yang masih menerima tunjangan pengangguran setelah klaim pertama, atau continuing claims, turut mengalami penurunan sebanyak 16.000 menjadi 1,805 juta orang pada pekan yang berakhir 4 Juli. Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa sebagian pencari kerja masih mampu memperoleh pekerjaan baru, meskipun proses perekrutan berlangsung lebih lambat dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Apa Artinya bagi The Fed?

Data ketenagakerjaan yang tetap kuat menjadi salah satu alasan mengapa Federal Reserve belum memiliki urgensi untuk segera memangkas suku bunga. Selama pasar tenaga kerja masih solid, daya beli masyarakat berpotensi tetap terjaga sehingga risiko inflasi kembali meningkat juga masih ada.

Dalam beberapa hari terakhir memang muncul optimisme setelah data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) menunjukkan perlambatan. Namun, kuatnya kondisi pasar tenaga kerja membuat bank sentral kemungkinan masih akan bersikap hati-hati sebelum mengubah arah kebijakan moneternya. Dengan kata lain, kombinasi inflasi yang mulai melandai namun pasar kerja yang tetap kuat membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat masih belum sepenuhnya terbuka.

Dampak ke Pasar Keuangan

Bagi pasar obligasi, data tenaga kerja yang kuat cenderung membatasi penurunan imbal hasil (yield) US Treasury karena investor memperkirakan suku bunga acuan akan tetap tinggi lebih lama (higher for longer).

Sementara bagi pasar saham, data ini memberikan sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS karena menunjukkan aktivitas ekonomi masih mampu menopang penciptaan lapangan kerja. Namun, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dapat membatasi kenaikan aset berisiko dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, data klaim pengangguran kali ini memperlihatkan bahwa fondasi ekonomi AS masih cukup kokoh. Selama pasar tenaga kerja belum menunjukkan pelemahan yang signifikan, Federal Reserve kemungkinan akan tetap memprioritaskan pengendalian inflasi dibandingkan memberikan stimulus melalui penurunan suku bunga.

 

 

You Might Also Like

Penjualan Ritel AS Naik Tipis di Juni 2026

RI-Swiss Teken Kerjasama Hilirisasi Logam dan Mineral hingga Transfer Teknologi

Pemerintah Mau Tawarkan Pajak 0% hingga 50 Tahun di PFII

Menguat, Rupiah Mulai Tinggalkan Level Rp 18.000

Ekonomi China Tumbuh 4,3% di Q2-2026, Terendah Dalam 3 Tahun

TAGGED: kerjasama RI-Swiss
Aurelia July 17, 2026 July 17, 2026
Previous Article RI-Swiss Teken Kerjasama Hilirisasi Logam dan Mineral hingga Transfer Teknologi
Next Article Penjualan Ritel AS Naik Tipis di Juni 2026
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?