IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

RI-Swiss Teken Kerjasama Hilirisasi Logam dan Mineral hingga Transfer Teknologi

By Aurelia 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ kl.antaranews.com
SHARE

[Medan | 17 Juli 2026] Pemerintah Indonesia dan Swiss resmi memperkuat kerja sama ekonomi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di sektor mineral dan logam. Kesepakatan ini menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk mempercepat hilirisasi industri, sekaligus menarik investasi dan teknologi dari negara-negara maju agar tidak lagi hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, setelah sebelumnya ditandatangani lebih dahulu oleh Presiden Konfederasi Swiss sekaligus Kepala Federal Department of Economic Affairs, Education and Research (EAER), Guy Parmelin, pada Juni lalu di Basel.

Hilirisasi Jadi Fokus Utama

Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Swiss akan memperluas kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari promosi investasi, penguatan rantai pasok mineral dan logam, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga penerapan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance / ESG).

Selain itu, kedua negara juga akan bekerja sama dalam pengembangan teknologi bersih (cleantech) yang dinilai semakin penting di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap industri yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Rosan, Indonesia tidak lagi ingin hanya menjadi pemasok bahan baku mineral, melainkan membangun industri pengolahan bernilai tambah yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing nasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Swiss Dinilai Mitra Strategis

Pemerintah menilai Swiss merupakan mitra strategis karena memiliki keunggulan di bidang teknologi manufaktur, inovasi industri, pembiayaan, logistik, hingga akses pasar internasional. Kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut dari Expression of Interest yang telah ditandatangani kedua negara pada September 2025, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperdalam hubungan ekonomi bilateral yang telah terjalin selama 75 tahun.

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, mengatakan kombinasi antara kekayaan sumber daya mineral Indonesia dan teknologi Swiss diharapkan mampu menghasilkan proyek-proyek investasi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.

Investasi Swiss Masih Berpotensi Tumbuh

Sepanjang periode 2021 hingga kuartal I-2026, realisasi investasi Swiss di Indonesia tercatat sekitar US$1,33 miliar. Investasi tersebut selama ini terkonsentrasi di sektor industri makanan, transportasi dan pergudangan, telekomunikasi, serta industri kimia dan farmasi. Melalui MoU ini, pemerintah berharap investasi Swiss tidak hanya masuk ke sektor-sektor tersebut, tetapi juga mulai mengalir ke industri pengolahan mineral dan logam, termasuk proyek hilirisasi yang menjadi prioritas nasional.

Apa Artinya Bagi Indonesia?

Kerja sama ini menunjukkan bahwa strategi hilirisasi Indonesia mulai bergeser ke tahap berikutnya. Jika sebelumnya fokus utama berada pada pembangunan smelter, kini pemerintah mulai mengejar investasi yang membawa teknologi, keahlian, dan peningkatan kapasitas industri, bukan sekadar tambahan modal.

Transfer teknologi menjadi aspek penting karena dapat meningkatkan produktivitas industri nasional, mempercepat pengembangan produk bernilai tambah, serta mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor dalam jangka panjang. Bagi investor, masuknya negara dengan reputasi teknologi tinggi seperti Swiss juga berpotensi meningkatkan kepercayaan terhadap prospek industri hilirisasi Indonesia.

Meski demikian, keberhasilan kerja sama ini tetap bergantung pada realisasi proyek investasi di lapangan. Tanpa implementasi yang konkret, MoU hanya akan menjadi komitmen awal yang belum tentu menghasilkan dampak nyata terhadap pertumbuhan investasi maupun kapasitas industri nasional.

 

 

 

You Might Also Like

Penjualan Ritel AS Naik Tipis di Juni 2026

Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Tenaga Kerja Tetap Kuat

Pemerintah Mau Tawarkan Pajak 0% hingga 50 Tahun di PFII

Menguat, Rupiah Mulai Tinggalkan Level Rp 18.000

Ekonomi China Tumbuh 4,3% di Q2-2026, Terendah Dalam 3 Tahun

TAGGED: penjualan ritel as
Aurelia July 17, 2026 July 17, 2026
Previous Article Pemerintah Mau Tawarkan Pajak 0% hingga 50 Tahun di PFII
Next Article Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Tenaga Kerja Tetap Kuat
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?