IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Tunggu Negosiasi AS-Iran

By Aurelia 2 months ago Ekonomi
Image source: AP/ kabarbursa.com
SHARE

[Medan | 10 Juli 2026] Harga minyak dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan Kamis (9/7/2026) setelah sempat melonjak pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian dari eskalasi konflik Amerika Serikat (AS)-Iran menuju peluang dimulainya kembali negosiasi kedua negara serta prospek normalisasi jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Minyak mentah Brent turun 11 sen atau 0,1% menjadi US$77,91 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 38 sen atau 0,5% ke level US$73,14 per barel. Sehari sebelumnya, kedua acuan tersebut sempat menyentuh level tertinggi sejak 22 Juni setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran.

Pasar Beralih Fokus ke Peluang Perundingan

Meski ketegangan militer masih berlangsung, investor mulai menilai kemungkinan kedua negara kembali ke meja perundingan. Sebelumnya, Iran membalas serangan AS dengan menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika di Bahrain dan Kuwait, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Ketegangan berlanjut pada Kamis setelah media pemerintah Iran melaporkan serangan terhadap sejumlah instalasi militer AS di kawasan Teluk, termasuk peluncuran rudal balistik ke pangkalan militer Azraq di Yordania.

Namun demikian, pasar mulai mempertimbangkan bahwa konflik tersebut belum berkembang menjadi gangguan besar terhadap pasokan minyak dunia. Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, bahkan menilai ekspektasi pasar bahwa harga minyak akan kembali turun dalam enam hingga dua belas bulan ke depan masih cukup masuk akal.

Selat Hormuz Tetap Menjadi Perhatian

Di tengah meningkatnya risiko keamanan, sejumlah perusahaan asuransi perang menyarankan operator kapal untuk menunda pelayaran melalui Selat Hormuz. Beberapa perusahaan asuransi lainnya juga tengah mengevaluasi kembali cakupan perlindungan setelah serangan terhadap kapal komersial kembali terjadi.

Selat Hormuz tetap menjadi jalur paling strategis bagi perdagangan energi global. Sebelum konflik pecah pada akhir Februari, sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati selat tersebut setiap harinya. Karena itu, setiap gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memicu volatilitas harga energi global.

Goldman Sachs: Brent Berpotensi Bertahan di US$75–85

Goldman Sachs memperkirakan risiko terhadap pasokan minyak dari kawasan Teluk masih sangat bergantung pada perkembangan diplomatik dalam beberapa pekan ke depan. Apabila negosiasi AS dan Iran kembali berjalan, sanksi terhadap ekspor minyak Iran mulai dilonggarkan, serta keamanan pelayaran membaik, arus distribusi energi diperkirakan dapat kembali normal sebelum akhir Juli.

Sebaliknya, apabila perundingan gagal, serangan terhadap kapal tanker meningkat, atau AS memperketat pembatasan ekspor minyak Iran, gangguan pasokan global berpotensi kembali mendorong harga minyak lebih tinggi.

Direktur Riset Makro WisdomTree, Aneeka Gupta, memperkirakan harga Brent masih akan bertahan di level tinggi dalam jangka pendek. “Dalam skenario dasar, Brent kemungkinan diperdagangkan di kisaran US$75–85 per barel selama satu bulan ke depan dengan kecenderungan menguat tipis,” ujarnya.

Rusia Hentikan Ekspor Diesel

Di luar perkembangan Timur Tengah, pasar juga mencermati kebijakan Rusia yang menghentikan sementara ekspor diesel mulai Rabu (8/7). Langkah tersebut diambil untuk menjaga pasokan domestik setelah serangan drone Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak menyebabkan kelangkaan bahan bakar dan kenaikan harga di pasar dalam negeri. Kebijakan tersebut berpotensi memperketat pasokan produk energi global apabila berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Apa Dampaknya?

Meski harga minyak terkoreksi pada perdagangan terakhir, volatilitas diperkirakan masih akan tinggi selama konflik AS-Iran belum menemukan penyelesaian. Selama Selat Hormuz tetap menghadapi ancaman dan negosiasi kedua negara belum menghasilkan kesepakatan permanen, premi risiko geopolitik diperkirakan masih akan menopang harga minyak.

Bagi Indonesia, harga minyak yang bertahan di kisaran tinggi berpotensi meningkatkan tekanan terhadap impor energi, memperlebar defisit migas, serta memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah dan inflasi. Sebaliknya, apabila perundingan AS-Iran kembali berjalan dan distribusi energi melalui Selat Hormuz berangsur normal, tekanan terhadap harga minyak diperkirakan akan mulai mereda dalam beberapa pekan mendatang.

 

 

You Might Also Like

Selat Hormuz Jadi Perhatian, Sanksi Ekonomi Baru AS Untuk Iran Segera Diumumkan

Siap-siap, Menanti Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Simposium

BI Imbau Bank Tak Pasarkan SRBI ke Nasabah Ritel dan Non-Bank

Peringatkan Krisis Utang AS, Ray Dalio Sarankan Beli Emas dan Bitcoin

Rupiah Akhirnya Menguat di Bawah Level 17.700, Apa Pendorongnya?

TAGGED: harga minyak, harga minyak dunia, Iran-AS
Aurelia July 10, 2026 July 10, 2026
Previous Article Bahlil Sebut India Tertarik Masuk Industri Migas RI
Next Article Saham RANS Listing Perdana Hari Ini, Siap-siap ARA?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?