IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Turun Usai AS-Iran Dikabarkan Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari

By Aurelia Tanu 13 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ maintenanceandcure.com
SHARE

[Medan | 29 Mei 2026] Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran secara tentatif sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Mengutip Bloomberg, pukul 07.01 WIB harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juli 2026 di New York Mercantile Exchange tercatat berada di US$88,45 per barel, turun 0,51% dibanding penutupan sebelumnya di US$88,90 per barel.

Pasar Sambut Potensi Meredanya Konflik Timur Tengah

Penurunan harga minyak dipicu optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya setelah adanya pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran.

Kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari dinilai dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global, terutama terkait jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia.

Pasar menilai stabilitas di kawasan tersebut berpotensi menjaga kelancaran ekspor minyak dari negara-negara Teluk dan mengurangi risiko lonjakan harga energi dalam jangka pendek.

Negosiasi Masih Belum Final

Meski demikian, laporan Bloomberg menyebut Presiden AS Donald Trump disebut belum mencapai kesepakatan final dengan Iran, menurut sumber yang mengetahui proses negosiasi.

Wakil Presiden AS JD Vance juga mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah kesepakatan damai benar-benar akan tercapai dalam waktu dekat.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan proses negosiasi masih berlangsung intensif dengan komunikasi bolak-balik antara kedua pihak.

“Kami perlahan dan dengan susah payah mencapai kesepakatan,” ujar Aaron Stein, Presiden Foreign Policy Research Institute, seperti dikutip Bloomberg.

Selat Hormuz Jadi Fokus Utama Pasar

Perhatian pasar saat ini tertuju pada keamanan Selat Hormuz yang selama konflik menjadi sumber kekhawatiran utama investor energi global.

Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati jalur tersebut, sehingga setiap potensi eskalasi militer dapat langsung memicu lonjakan harga minyak dan volatilitas pasar keuangan global.

Dengan adanya indikasi perpanjangan gencatan senjata, premi risiko geopolitik pada harga minyak mulai berkurang untuk sementara waktu.

Namun pelaku pasar masih berhati-hati karena negosiasi belum sepenuhnya selesai dan situasi geopolitik tetap sangat dinamis.

Dampak ke Inflasi dan Pasar Global

Koreksi harga minyak berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar global karena dapat membantu meredakan tekanan inflasi energi yang sebelumnya meningkat akibat konflik Timur Tengah.

Bagi bank sentral global seperti Federal Reserve, stabilisasi harga minyak dapat sedikit mengurangi risiko imported inflation yang sempat menjadi perhatian utama beberapa pekan terakhir.

Di sisi lain, penurunan harga minyak juga dapat membantu memperbaiki sentimen pasar obligasi global karena kekhawatiran inflasi energi berpotensi mereda.

Untuk Indonesia, stabilisasi harga minyak dapat membantu mengurangi tekanan terhadap inflasi domestik dan subsidi energi, sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Namun demikian, pasar masih akan mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran ke depan karena kegagalan mencapai kesepakatan permanen dapat kembali memicu lonjakan harga minyak dan volatilitas pasar global.

 

You Might Also Like

Rusia Terbitkan Obligasi Yuan Usai Kunjungan Putin ke China

Inflasi Tokyo Turun, BoJ Bakal Tahan Suku Bunga?

Inflasi Inti PCE AS Naik, The Fed Akan Higher for Longer?

BI Naikkan Suku Bunga Sebesar 50 Bps ke Level 5,25%!

Purbaya Siapkan Rp 2 T per Hari Buat Borong SBN, Baru Terealisasi Rp 600 Miliar

TAGGED: harga minyak, harga minyak dunia, Iran-AS
Aurelia Tanu May 29, 2026 May 29, 2026
Previous Article Rebalancing MSCI + Habis Libur 2 Hari + Closing Monthly/Weekly, IHSG Bakal Kemana?
Next Article Inflasi Inti PCE AS Naik, The Fed Akan Higher for Longer?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?