IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Iran dan Oman Dikabarkan Capai Kesepakatan Soal Selat Hormuz

By Aurelia 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ caspiannews.com
SHARE

[Medan | 6 Agustus 2026] Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan awal dengan Oman terkait usulan pengaturan rute pelayaran di Selat Hormuz. Perkembangan ini meningkatkan harapan pasar terhadap normalisasi jalur distribusi energi global dan membantu menjaga harga minyak tetap berada di bawah level US$80 per barel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan rancangan pernyataan bersama antara Teheran dan Muscat saat ini tengah memasuki tahap finalisasi. Menurutnya, pembahasan kedua negara terus mengalami kemajuan dan kesepakatan dapat segera tercapai apabila tidak ada campur tangan dari pihak ketiga.

Selat Hormuz Masih Jadi Titik Krusial

Iran dan Oman dalam beberapa hari terakhir terus bernegosiasi mengenai mekanisme pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu isu paling krusial dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Baghaei menegaskan bahwa gangguan di Selat Hormuz merupakan dampak dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Meski demikian, ia tidak secara langsung menyebut peran Washington dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan mengenai Selat Hormuz telah menunjukkan perkembangan positif dan mengindikasikan kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.

Harga Minyak Bertahan di Bawah US$80

Optimisme terhadap kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz membuat harga minyak bergerak stabil pada perdagangan Rabu. Minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran US$79 per barel, mencerminkan ekspektasi pasar bahwa arus distribusi jutaan barel minyak per hari yang selama ini terganggu dapat kembali normal apabila kesepakatan benar-benar tercapai.

Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu kepastian implementasi karena negosiasi belum sepenuhnya selesai.

Pembukaan Selat Belum Dipastikan

Pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan dengan Oman belum berarti Selat Hormuz akan langsung dibuka sepenuhnya. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan kedua negara masih membahas rute pelayaran sementara yang diperkirakan akan berlaku selama dua hingga empat bulan. Dalam skema tersebut, sebagian besar lalu lintas kapal akan melewati wilayah perairan teritorial Iran.

Sementara itu, media pemerintah Iran juga menyebut pembukaan penuh Selat Hormuz masih bergantung pada perubahan sikap Amerika Serikat.

Perundingan Damai Masih Berjalan

Selain persoalan pelayaran, sejumlah isu penting lain, termasuk program nuklir Iran, masih belum menemukan titik temu. Trump kembali menegaskan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan positif, namun memperingatkan konsekuensi serius apabila tidak tercapai kesepakatan. Meski konflik bersenjata mulai mereda, hingga kini kedua negara belum menyepakati dimulainya perundingan damai secara formal.

Risiko Pasokan Energi Masih Membayangi

Walaupun aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda-tanda normalisasi, sebagian besar perusahaan pelayaran masih berhati-hati. Produsen minyak di kawasan Teluk tetap menjalankan pola distribusi alternatif untuk mengurangi risiko keamanan. Bahkan apabila kesepakatan tercapai, sebagian perusahaan diperkirakan masih akan mempertahankan jalur pengiriman tersebut sampai kondisi keamanan benar-benar stabil.

Bagi pasar energi global, perkembangan negosiasi ini menjadi faktor utama yang akan menentukan arah harga minyak dalam jangka pendek. Apabila Selat Hormuz kembali beroperasi secara normal, risiko gangguan pasokan diperkirakan menurun sehingga tekanan terhadap harga minyak dunia berpotensi semakin mereda.

 

You Might Also Like

Ekonomi Indonesia Lampaui Ekspektasi, Rupiah Menguat ke Bawah 18.000

Purbaya Tunda Pungut Pajak Marketplace, Baru Berlaku 1 November 2026

Purbaya Tambah Dana SAL ke Himbara Rp 70 T hingga Juli 2027

Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas Ekspektasi, IHSG Bakal Kemana?

Lelang SUN Masih Tinggi, Permintaan Naik 4,26%

TAGGED: iran oman, selat hormuz
Aurelia August 6, 2026 August 6, 2026
Previous Article Purbaya Tambah Dana SAL ke Himbara Rp 70 T hingga Juli 2027
Next Article Purbaya Tunda Pungut Pajak Marketplace, Baru Berlaku 1 November 2026
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?