IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Rilis Besok, Cadangan Devisa RI September 2026 Diproyeksi Turun Tipis

By Aurelia 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ investor.id
SHARE

[Medan | 6 Oktober 2026] Posisi cadangan devisa Indonesia pada September 2026 diperkirakan mengalami penurunan tipis menjadi sekitar US$145,8 miliar. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang mencapai US$146 miliar. Lead Economist Bank Danamon Indonesia, Irman Faiz, menilai cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang kuat meskipun mengalami penurunan secara bulanan.

Cadangan Devisa Diproyeksi US$145,8 Miliar

Irman memperkirakan posisi cadangan devisa pada September berada di sekitar US$145,8 miliar. Proyeksi tersebut dibuat meskipun surplus perdagangan Indonesia pada Agustus meningkat cukup signifikan menjadi US$0,4 miliar.

“Kami memperkirakan cadangan devisa September berada di sekitar US$145,8 miliar, dari US$146 miliar pada Agustus. Meski surplus perdagangan Agustus meningkat cukup besar menjadi US$0,4 miliar,” ujar Irman kepada Kontan, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, penurunan tersebut masih relatif terbatas. Kondisi ini lebih mencerminkan pemanfaatan cadangan devisa sebagai buffer untuk menjaga stabilitas di tengah volatilitas pasar, bukan menunjukkan penurunan ketahanan eksternal Indonesia secara signifikan.

Masih Cukup untuk Lima Bulan Impor

Irman menilai posisi cadangan devisa saat ini masih sangat memadai. Cadangan devisa tersebut setara dengan lebih dari lima bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah.

“Penurunan tersebut menurut kami masih relatif terbatas dan lebih mencerminkan penggunaan cadangan devisa sebagai buffer di tengah volatilitas, bukan pelemahan ketahanan eksternal secara signifikan,” jelasnya. Dengan cakupan tersebut, level cadangan devisa dinilai masih memberikan ruang bagi Indonesia dalam menghadapi tekanan eksternal sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

Berpotensi Naik ke US$147,5 Miliar

Ke depan, Irman memperkirakan cadangan devisa Indonesia masih memiliki peluang untuk kembali meningkat secara bertahap hingga akhir 2026. Ia memproyeksikan cadangan devisa dapat mencapai sekitar US$147,5 miliar pada akhir tahun. Kenaikan tersebut diperkirakan ditopang oleh surplus perdagangan, penerimaan valuta asing pemerintah, serta potensi perbaikan arus modal atau capital inflow. Meski demikian, ruang untuk meningkatkan cadangan devisa tetap bergantung pada intensitas intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing.

Impor dan Intervensi BI Jadi Perhatian

Irman mengatakan pemulihan aktivitas ekonomi domestik dan investasi berpotensi menjaga permintaan terhadap impor bahan baku maupun barang modal tetap tinggi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ruang penambahan cadangan devisa, terutama apabila kebutuhan valuta asing untuk impor meningkat. Di sisi lain, posisi cadangan devisa yang tetap kuat memberikan ruang bagi BI untuk melakukan intervensi apabila terjadi tekanan terhadap rupiah akibat volatilitas eksternal.

Buffer untuk Menjaga Stabilitas Rupiah

Dengan demikian, meskipun cadangan devisa September diperkirakan turun tipis dari US$146 miliar menjadi sekitar US$145,8 miliar, level tersebut masih menunjukkan kondisi eksternal Indonesia yang relatif solid. Cadangan devisa yang memadai juga tetap menjadi buffer bagi BI dalam meredam volatilitas nilai tukar dan menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal.

 

You Might Also Like

Aturan Karbon Eropa, Nikel Indonesia Baru Penuhi 31% Standar ESG

Yield Obligasi AS Naik Terus, Tenor 10 Tahun Tembus 5,3%

Suahasil Tegaskan Dividen Danantara Tidak Masuk APBN 2027

Arab Saudi Pangkas Harga Minyak Untuk Asia ke Level Terendah 6 Tahun

Inflasi Jepang Naik, Peluang BOJ Naikkan Suku Bunga Makin Terbuka

TAGGED: cadangan devisa
Aurelia October 6, 2026 October 6, 2026
Previous Article Aturan Karbon Eropa, Nikel Indonesia Baru Penuhi 31% Standar ESG
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?