[Medan | 29 Juni 2026] Pemerintah menargetkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipangkas secara signifikan menjadi sekitar 250 perusahaan dari total lebih dari 1.000 entitas yang saat ini dimiliki pemerintah pusat. Langkah tersebut merupakan bagian dari program restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria mengungkapkan, proses konsolidasi dan perampingan BUMN akan terus dilakukan hingga jumlah perusahaan pelat merah tersisa sekitar 250 entitas.
Prabowo: BUMN Harus Berorientasi Profit
Dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026, Presiden Prabowo Subianto menilai masih banyak BUMN yang tidak memberikan dividen kepada negara karena terus mencatatkan kerugian dan hanya membebani anggaran melalui biaya operasional yang besar.
Menurut Prabowo, pemerintah telah memulai proses penataan BUMN dengan menutup lebih dari 200 perusahaan. Ke depan, lebih dari 750 entitas lainnya akan dibubarkan atau dikonsolidasikan agar struktur BUMN menjadi lebih ramping dan efisien.
Presiden juga menyoroti besarnya biaya overhead yang harus ditanggung negara dari banyaknya jajaran direksi dan komisaris pada perusahaan-perusahaan yang tidak produktif. Karena itu, pemerintah ingin memastikan BUMN hanya mempertahankan entitas yang memiliki prospek bisnis dan mampu memberikan nilai tambah bagi negara.
Target Rampung Dalam Dua Tahun
Prabowo menargetkan proses restrukturisasi tersebut dapat diselesaikan dalam dua tahun ke depan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menciptakan BUMN yang lebih sehat, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, efisiensi BUMN juga diharapkan dapat mengurangi beban fiskal negara sekaligus meningkatkan kontribusi dividen kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Danantara Percepat Konsolidasi BUMN
Sejalan dengan agenda tersebut, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melaporkan bahwa proses konsolidasi BUMN terus berjalan. Dari sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 perusahaan telah berhasil dikonsolidasikan.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan sekitar 300 entitas lainnya akan menjadi tahap berikutnya dalam proses perampingan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menyeluruh terhadap struktur BUMN agar lebih efisien, memiliki tata kelola yang lebih baik, dan mampu meningkatkan daya saing perusahaan milik negara.

