IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Jalur Pipa Arab Saudi Diserang, Harga Minyak Naik ke US$ 108

By Aurelia 2 months ago Ekonomi
Image source: AP/ edition.cnn.com
SHARE

[Medan | 14 September 2026] Harga minyak mentah dunia kembali melonjak setelah Arab Saudi menghentikan operasi pipa minyak utama menyusul serangan. Gangguan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, terutama karena pipa tersebut selama ini menjadi jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz di tengah konflik AS-Iran.

Brent Mendekati US$108 per Barel

Harga minyak Brent naik mendekati US$108 per barel pada perdagangan awal pekan, setelah sebelumnya melonjak hampir 9% sepanjang pekan lalu. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$103 per barel. Kenaikan juga terjadi pada pasar gas alam Eropa yang sempat melonjak hingga 3,8%. Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Arab Saudi Hentikan Operasi Pipa Timur-Barat

Arab Saudi pada Jumat malam menyatakan telah menghentikan operasi Pipa Timur-Barat sebagai langkah pencegahan setelah terjadi serangan sehari sebelumnya. Hingga kini belum ada kepastian kapan jalur tersebut akan kembali beroperasi. Pipa yang memiliki kapasitas sekitar 7 juta barel per hari tersebut mengangkut minyak dari wilayah timur Arab Saudi menuju pelabuhan di Laut Merah. Jalur ini menjadi semakin penting karena memungkinkan ekspor minyak tetap berjalan tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Analis pasar minyak senior Sparta Commodities June Goh mengatakan dampak gangguan sangat bergantung pada berapa lama penghentian berlangsung. Jika operasi segera kembali normal, dampaknya diperkirakan terbatas karena persediaan minyak di Yanbu masih dapat digunakan. Namun, penghentian berkepanjangan berpotensi memaksa Arab Saudi memangkas produksi.

Jalur Hormuz Kembali Jadi Perhatian

Gangguan terhadap pipa Arab Saudi terjadi ketika pasar juga masih menghadapi ketidakpastian terkait Selat Hormuz. Pertemuan yang direncanakan antara Iran dan sejumlah negara Teluk untuk membahas pembentukan jalur pelayaran sementara melalui Hormuz ditunda. Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengonfirmasi penundaan tersebut. Bahrain sebelumnya menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan, sementara Arab Saudi juga dilaporkan masih memiliki keraguan terhadap rencana tersebut.

Di saat yang sama, serangan kelompok Houthi yang didukung Iran di sepanjang pantai Laut Merah meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur Bab el-Mandeb, salah satu jalur perdagangan maritim penting lainnya.

Konflik AS-Iran Ganggu Pasokan Energi

Harga minyak mentah telah melonjak sekitar 77% sepanjang tahun ini seiring konflik AS-Iran yang semakin meluas. Gangguan ekspor dan meningkatnya risiko terhadap jalur pelayaran membuat pasar energi harus menghadapi pasokan yang semakin terbatas.

Dengan Iran dan AS masih memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, keberadaan Pipa Timur-Barat menjadi semakin strategis untuk menjaga kelancaran ekspor minyak Arab Saudi. Di Irak, pemerintah juga mengambil langkah untuk merespons serangan tersebut setelah diketahui bahwa serangan terhadap pipa vital Arab Saudi diduga dilancarkan dari wilayah Irak.

AS Perketat Tekanan terhadap Iran

Tekanan terhadap Iran juga terus meningkat dari sisi ekonomi dan militer. Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan Washington akan mengumumkan sanksi terhadap sebuah bank besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Sementara itu, Angkatan Laut AS disebut masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk membatasi ekspor energi negara tersebut. Kombinasi gangguan produksi, ekspor, dan jalur pelayaran membuat risiko pasokan minyak dalam jangka pendek semakin tinggi.

Backwardation Brent Makin Dalam

Kekhawatiran pasar juga terlihat dari struktur harga kontrak minyak Brent. Selisih antara kontrak terdekat dan kontrak berikutnya melebar menjadi US$5,53 per barel, dari US$3,84 sepekan sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan pasar berada dalam backwardation, ketika harga kontrak jangka pendek lebih tinggi dibandingkan kontrak berikutnya. Pola ini umumnya mencerminkan ketatnya pasokan fisik dalam jangka pendek.

Jika penghentian Pipa Timur-Barat berlangsung lama dan jalur Hormuz maupun Bab el-Mandeb tetap terganggu, tekanan terhadap pasokan energi berpotensi semakin besar. Bagi ekonomi global, harga minyak di atas US$100 per barel juga meningkatkan risiko inflasi dan dapat semakin mempersulit bank sentral dalam menentukan arah suku bunga.

 

You Might Also Like

Inflasi PCE AS Naik dan PDB Kuat, The Fed Bakalan Higher for Longer?

Gubernur ECB Lagarde Bakal Mundur 7 Februari 2027, Ada Apa?

Hashim Sebut Rupiah Berpotensi ke Rp 22.000/US$, Ini Tanggapan Gubernur BI!

Bursa Global Kompak Anjlok, Ada Apa?

BOJ Tahan Suku Bunga di Level 1,25%, Beri Sinyal Kenaikan di Desember

TAGGED: harga minyak, saudi arab
Aurelia September 14, 2026 September 14, 2026
Previous Article Ada Rapat The Fed dan BoJ Pekan Ini, IHSG Bakal Kemana?
Next Article Laba INET Naik 340% di Semester I-2026, Apa Pendorongnya?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?