IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Rapat Perdana Kevin Warsh, The Fed Diproyeksi Tahan Suku Bunga

By Aurelia Tanu 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ lwvgeauga.org
SHARE

[Medan | 17 Juni 2026] Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan FOMC yang berakhir Rabu malam waktu setempat. Namun, fokus pasar kali ini bukan lagi pada keputusan suku bunga itu sendiri, melainkan pada bagaimana Gubernur baru The Fed, Kevin Warsh, memberikan panduan mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Contents
The Fed Diperkirakan Tahan Suku BungaFokus Utama Ada di Dot PlotRevisi Inflasi Akan Menjadi Petunjuk PentingDebut Kevin Warsh Jadi SorotanDampak ke Pasar Indonesia

Pertemuan ini menjadi debut Warsh sebagai pimpinan The Fed di tengah situasi yang tidak mudah. Inflasi AS masih berada di atas target, sementara Presiden Donald Trump terus mendorong bank sentral untuk segera menurunkan biaya pinjaman guna menopang pertumbuhan ekonomi.

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga

Mayoritas ekonom dan pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan Fed Funds Rate pada pertemuan kali ini. Meskipun inflasi masih relatif tinggi, penurunan tajam harga minyak setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran telah mengurangi sebagian risiko inflasi yang sebelumnya menjadi perhatian utama pasar.

Sebelumnya, lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah sempat mendorong pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan pada akhir tahun. Namun, setelah harga minyak Brent turun dari kisaran US$96 menjadi mendekati US$84 per barel, ekspektasi tersebut mulai berkurang.

Fokus Utama Ada di Dot Plot

Perhatian terbesar investor akan tertuju pada pembaruan Summary of Economic Projections (SEP), khususnya dot plot yang menunjukkan proyeksi suku bunga para pejabat The Fed.

Pertanyaan yang kini menjadi fokus pasar adalah apakah median dot plot masih menunjukkan adanya satu kali kenaikan suku bunga pada 2026 atau justru mulai bergeser ke arah yang lebih dovish setelah meredanya tekanan energi.

Jika median proyeksi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan suku bunga pada 2026, pasar kemungkinan akan menilainya sebagai kejutan positif. Yield US Treasury berpotensi turun lebih lanjut dan memberikan ruang penguatan bagi aset pendapatan tetap, termasuk obligasi negara berkembang seperti Indonesia.

Sebaliknya, apabila mayoritas pejabat masih mempertahankan proyeksi kenaikan suku bunga, pasar dapat kembali meningkatkan ekspektasi pengetatan kebijakan sehingga mendorong kenaikan yield obligasi global.

Revisi Inflasi Akan Menjadi Petunjuk Penting

Selain dot plot, investor juga akan mencermati revisi proyeksi inflasi yang dirilis The Fed.

Penurunan harga energi dalam beberapa hari terakhir berpotensi membuat The Fed menurunkan proyeksi inflasi untuk 2026 dan 2027. Jika hal tersebut terjadi, pasar akan semakin yakin bahwa siklus pengetatan moneter AS telah mendekati akhir.

Namun jika The Fed tetap mempertahankan proyeksi inflasi yang tinggi, hal tersebut mengindikasikan bahwa para pejabat masih khawatir tekanan harga dapat meluas ke sektor lain di luar energi.

Debut Kevin Warsh Jadi Sorotan

Konferensi pers Warsh setelah rapat akan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan pasar.

Secara historis, Warsh dikenal memiliki reputasi lebih hawkish dibanding pendahulunya. Namun kondisi saat ini berbeda dibanding beberapa bulan lalu. Harga minyak telah turun signifikan, risiko inflasi energi mulai mereda, dan pasar tengah mencari konfirmasi bahwa The Fed tidak perlu kembali agresif menaikkan suku bunga.

Karena itu, nada komunikasi Warsh akan menjadi faktor penting.

Apabila ia menegaskan pendekatan yang pragmatis dan berbasis data (data-dependent), pasar berpotensi merespons positif. Namun jika Warsh tetap menekankan risiko inflasi dan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat, sentimen pasar dapat kembali tertekan.

Dampak ke Pasar Indonesia

Bagi Indonesia, hasil rapat The Fed akan menjadi salah satu faktor penting menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pada pekan yang sama.

Skenario paling positif bagi pasar domestik adalah apabila The Fed mempertahankan suku bunga, merevisi turun proyeksi inflasi, dan menunjukkan sikap yang lebih netral. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penurunan yield US Treasury, memperkuat arus modal ke emerging markets, serta memberikan ruang bagi penguatan obligasi pemerintah Indonesia.

Namun jika dot plot tetap hawkish dan Warsh memberikan sinyal bahwa risiko kenaikan suku bunga masih terbuka, tekanan terhadap rupiah dan pasar obligasi domestik berpotensi kembali meningkat.

 

 

You Might Also Like

Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah Dalam 3 Bulan, Harga BBM Bakal Ikut Turun?

Rupiah Mulai Menguat, BI Bakal Tahan Suku Bunga di RDG Juni?

BoJ Naikkan Suku Bunga, Kenapa Yen Masih Tetap Melemah?

Selat Hormuz Bakal Dibuka Jumat Setelah Iran-AS Teken Kesepakatan Damai

Harga Emas Naik Usai Iran-AS Capai Kesepakatan Damai

TAGGED: BOJ suku bunga, Yen
Aurelia Tanu June 17, 2026 June 17, 2026
Previous Article Jelang Rapat Suku Bunga The Fed & BI, IHSG Bakal Kemana?
Next Article BoJ Naikkan Suku Bunga, Kenapa Yen Masih Tetap Melemah?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?