[Medan | 4 Agustus 2026] Thailand berencana meningkatkan impor pupuk urea dari Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi dan ketahanan pangan kedua negara. Sebagai timbal balik, Thailand menawarkan pasokan beras, produk pangan, hingga mesin pertanian untuk memenuhi kebutuhan Indonesia.
Thailand Ingin Tingkatkan Impor Pupuk Urea
Komitmen tersebut disampaikan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (3/8/2026). Anutin mengatakan Thailand siap menjadi mitra strategis Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan kawasan. Salah satu bentuk kerja sama yang diusulkan adalah peningkatan impor pupuk urea dari Indonesia.
“Sebagai timbal baliknya, kami ingin meningkatkan impor pupuk urea dari negara Anda, yakni dari volume saat ini sekitar 60.000 ton per tahun menjadi ratusan ribu ton per tahun,” ujar Anutin. Peningkatan permintaan tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi industri pupuk nasional, khususnya produsen pupuk urea yang memiliki kapasitas ekspor.
Thailand Tawarkan Beras dan Produk Pertanian
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Thailand menawarkan diri sebagai pemasok beras berkualitas tinggi yang dapat diandalkan bagi Indonesia. Selain beras, Negeri Gajah Putih juga menawarkan ekspor berbagai produk pertanian, daging, produk susu, serta mesin pertanian untuk mendukung sektor pangan Indonesia. Menurut Anutin, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan kedua negara sekaligus meningkatkan hubungan perdagangan bilateral.
Perluas Kerja Sama Perikanan dan Industri Halal
Di luar sektor pangan, Thailand juga mendorong percepatan penyelesaian Joint Communique on Cooperation to Combat Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang telah diajukan sejak Desember 2025. Kesepakatan tersebut diharapkan membuka peluang investasi dan usaha bersama di sektor perikanan.
Thailand juga mengusulkan pembahasan nota kesepahaman mengenai pengembangan standar halal regional, termasuk pembaruan perjanjian saling pengakuan sertifikasi halal yang akan berakhir pada November tahun depan.
Investasi Thailand di Indonesia Terus Meningkat
Dalam sektor investasi, Anutin menyampaikan bahwa pelaku usaha Thailand masih melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik. Ia mencontohkan akuisisi salah satu bank besar di Indonesia oleh Bangkok Bank sebagai bentuk kepercayaan investor Thailand terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Karena itu, Thailand berharap pemerintah Indonesia terus memberikan kepastian hukum, perlakuan yang adil, serta kemudahan berusaha bagi perusahaan-perusahaan Thailand yang berinvestasi di Tanah Air.
Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Rencana peningkatan impor pupuk urea dari Thailand berpotensi memberikan manfaat bagi Indonesia, terutama melalui peningkatan ekspor sektor pupuk dan penguatan neraca perdagangan nonmigas. Jika realisasi impor meningkat dari sekitar 60 ribu ton menjadi ratusan ribu ton per tahun, permintaan terhadap produk pupuk nasional akan meningkat dan dapat mendukung utilisasi kapasitas produsen pupuk dalam negeri.
Di sisi lain, kerja sama ini juga membuka peluang perdagangan yang lebih luas di sektor pangan, perikanan, halal, dan investasi, sehingga berpotensi mempererat hubungan ekonomi Indonesia-Thailand sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok di kawasan ASEAN.

