IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,50%-3,75%, Beri Sinyal Hawkish

By Aurelia Tanu 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ nbcnews.com
SHARE

[Medan | 30 April 2026] Federal Reserve resmi mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%–3,75% dalam rapat FOMC yang diumumkan pada Rabu, 29 April 2026 (waktu AS). Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar, namun diambil melalui voting yang tidak bulat (8-4), mencerminkan perbedaan pandangan internal terkait arah kebijakan ke depan.

Dot Plot Berubah, Sinyal Lebih Hawkish
Perhatian utama pasar tertuju pada proyeksi suku bunga (dot plot), di mana The Fed kini hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026. Proyeksi ini lebih konservatif dibandingkan sebelumnya dan mengindikasikan kebijakan moneter akan tetap ketat lebih lama.

Inflasi & Energi Jadi Risiko Utama
Federal Reserve menilai inflasi masih tinggi, terutama akibat kenaikan harga energi global. Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan kebijakan.

Powell Tegaskan Kebijakan Berbasis Data
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa keputusan moneter sepenuhnya didasarkan pada data ekonomi, bukan tekanan politik. Pernyataan ini memperkuat kredibilitas bank sentral di tengah periode transisi kepemimpinan.

Dampak ke Pasar Global
Respons pasar terhadap sinyal hawkish ini terlihat dari kenaikan yield obligasi pemerintah AS, dengan tenor 10 tahun mencapai sekitar 4,42%. Dolar AS juga menguat, mencerminkan meningkatnya daya tarik aset berbasis USD. Sebaliknya, aset berisiko seperti saham cenderung tertekan.

Implikasi ke Emerging Markets
Bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, kondisi ini berpotensi mendorong capital outflow, menekan nilai tukar, serta meningkatkan yield obligasi domestik. Volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi selama kebijakan “higher for longer” masih berlangsung.

Kesimpulan: Higher for Longer
Secara keseluruhan, keputusan Federal Reserve menegaskan bahwa pelonggaran moneter belum menjadi prioritas. Fokus utama tetap pada pengendalian inflasi, sehingga suku bunga tinggi berpotensi bertahan lebih lama dari ekspektasi awal pasar.

You Might Also Like

Harga Minyak Naik, The Fed Hawkish, Imbal Hasil Obligasi AS Tembus 4,42%!

Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 116 Triliun

Efisiensi Besar-besaran, Danantara Tutup 167 BUMN

Keyakinan Konsumen AS Naik Tak Terduga di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Harga Minyak Naik, The Fed Diperkirakan Bakal Tahan Suku Bunga di Rapat April 2026

TAGGED: suku bunga AS, suku bunga The Fed
Aurelia Tanu April 30, 2026 April 30, 2026
Previous Article Keyakinan Konsumen AS Naik Tak Terduga di Tengah Kenaikan Harga Minyak
Next Article Efisiensi Besar-besaran, Danantara Tutup 167 BUMN
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?