IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Waspada! Ada Rapat Suku Bunga BoJ, The Fed, dan BI Pekan Ini

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ money.kompas.com
SHARE

[Medan | 15 Juni 2026] Pelaku pasar global menghadapi pekan yang sarat agenda penting, dengan fokus utama tertuju pada keputusan suku bunga sejumlah bank sentral utama dunia. Selain Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia, bank sentral di Swiss, Filipina, Taiwan, Norwegia, hingga Ukraina juga dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneternya dalam beberapa hari ke depan.

Contents
The Fed Diperkirakan Tahan Suku BungaBoJ Berpotensi Lanjutkan PengetatanBI Diproyeksikan Naikkan Suku Bunga ke 6%Inflasi Belum Jadi Masalah Utama BIFilipina Juga Diprediksi Naikkan Suku BungaPasar Tunggu Sinyal Baru

Arah kebijakan para bank sentral tersebut akan menjadi penentu utama pergerakan pasar keuangan global, terutama di tengah meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran serta turunnya harga energi.

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga

Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan mempertahankan Fed Funds Rate pada pertemuan pekan ini.

Pasar menilai Gubernur The Fed Kevin Warsh kemungkinan belum akan memberikan sinyal yang jelas terkait arah kebijakan berikutnya. Namun demikian, Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan mulai mengurangi bias dovish yang selama ini mendukung pelonggaran kebijakan moneter.

Meski inflasi energi sempat meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bloomberg Economics masih melihat peluang bagi The Fed untuk mulai menurunkan suku bunga pada kuartal IV-2026 apabila tekanan inflasi kembali mereda.

BoJ Berpotensi Lanjutkan Pengetatan

Berbeda dengan The Fed, Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1,25%.

Ekspektasi tersebut didorong oleh inflasi Jepang yang diperkirakan meningkat menjadi 1,6% secara tahunan pada Mei, lebih tinggi dibandingkan 1,4% pada bulan sebelumnya.

Selain inflasi yang mulai menguat, pelemahan yen dan kenaikan biaya impor energi juga meningkatkan tekanan terhadap Bank of Japan untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya setelah bertahun-tahun mempertahankan suku bunga ultra-rendah.

BI Diproyeksikan Naikkan Suku Bunga ke 6%

Di dalam negeri, perhatian investor tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan pada 18 Juni mendatang.

Bloomberg Economics memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 6,00%. Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih berada di bawah tekanan.

Menurut Bloomberg Intelligence, serangkaian kebijakan yang ditempuh sebelumnya belum sepenuhnya mampu mengembalikan kepercayaan investor terhadap aset Indonesia, sehingga ruang pengetatan tambahan masih terbuka.

Inflasi Belum Jadi Masalah Utama BI

Meski rupiah menjadi perhatian utama, tekanan inflasi domestik sejauh ini masih relatif terkendali.

Inflasi Indonesia masih berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 1,5%-3,5%. Namun, lonjakan harga energi global dalam beberapa bulan terakhir berpotensi mendorong inflasi kembali meningkat dan menembus batas atas target dalam beberapa bulan ke depan.

Karena itu, BI diperkirakan lebih fokus menjaga stabilitas nilai tukar dan arus modal asing dibandingkan merespons kondisi inflasi saat ini.

Filipina Juga Diprediksi Naikkan Suku Bunga

Selain Indonesia dan Jepang, bank sentral Filipina juga diperkirakan akan memperketat kebijakan moneternya.

Kenaikan harga energi dan pelemahan peso diperkirakan mendorong Bank Sentral Filipina menaikkan suku bunga overnight sebesar 50 basis poin menjadi 5%.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mengantisipasi kenaikan inflasi yang berasal dari faktor eksternal.

Pasar Tunggu Sinyal Baru

Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati sejumlah agenda penting lainnya, termasuk KTT G7 di Prancis, perkembangan ekonomi Eropa, serta berbagai pernyataan pejabat Bank Sentral Eropa (ECB).

Dengan kombinasi rapat The Fed, BoJ, dan BI dalam satu pekan, volatilitas pasar keuangan global diperkirakan tetap tinggi. Pergerakan obligasi, nilai tukar, hingga pasar saham akan sangat dipengaruhi oleh sinyal yang diberikan masing-masing bank sentral terkait arah kebijakan moneter ke depan.

 

You Might Also Like

Selat Hormuz Bakal Dibuka Jumat Setelah Iran-AS Teken Kesepakatan Damai

Harga Emas Naik Usai Iran-AS Capai Kesepakatan Damai

AS-Iran Sepakat Damai, Bursa Asia Siap Terbang?

AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Data CPI dan PPI AS Sudah Rilis, Kemana Arah Suku Bunga The Fed?

TAGGED: Bank Sentral, rapat suku bunga
Aurelia Tanu June 15, 2026 June 15, 2026
Previous Article AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Turun
Next Article AS-Iran Sepakat Damai, Bursa Asia Siap Terbang?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?