IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Emas Naik Usai Iran-AS Capai Kesepakatan Damai

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ silverbullion.com.sg
SHARE

[Medan | 15 Juni 2026] Harga emas mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan tercapainya kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah serta membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Contents
Kesepakatan Damai Dorong Harga EmasHarapan Inflasi MeredaEmas Pulih Setelah Koreksi PanjangProspek Emas ke DepanPergerakan HargaDampak ke Pasar Indonesia

Mengutip Bloomberg, pada Senin (15/6/2026) pukul 07.38 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus 2026 di Commodity Exchange (COMEX) tercatat berada di US$4.324,70 per troy ounce, naik 2,03% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.

Kesepakatan Damai Dorong Harga Emas

Kenaikan harga emas terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai. Pernyataan tersebut kemudian diperkuat oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang menyatakan bahwa perjanjian damai akan resmi ditandatangani pada Jumat mendatang.

Kesepakatan tersebut meningkatkan optimisme bahwa konflik yang telah berlangsung sejak Februari akan segera berakhir, sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Harapan Inflasi Mereda

Dibukanya kembali Selat Hormuz berpotensi meningkatkan pasokan energi global dan menekan harga minyak dunia. Penurunan harga energi diharapkan dapat mengurangi tekanan inflasi yang selama beberapa bulan terakhir menjadi perhatian utama pasar dan bank sentral.

Meredanya risiko inflasi juga membuat ekspektasi kenaikan suku bunga global mulai berkurang. Kondisi ini umumnya menjadi faktor positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost dari memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.

Emas Pulih Setelah Koreksi Panjang

Meski menguat pada awal pekan, harga emas sebenarnya masih berada jauh di bawah level puncaknya. Sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari, harga emas telah mengalami koreksi hampir 20%.

Selama periode tersebut, lonjakan harga minyak mendorong kenaikan inflasi global dan memicu spekulasi bahwa berbagai bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik investasi pada emas.

Kini, dengan meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga energi, investor mulai kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan keuangan global.

Prospek Emas ke Depan

Pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh perkembangan implementasi kesepakatan damai AS-Iran serta hasil rapat sejumlah bank sentral utama dunia pekan ini, termasuk Federal Reserve (The Fed), Bank of Japan (BoJ), dan Bank Indonesia (BI).

Jika harga minyak terus turun dan ekspektasi kenaikan suku bunga global semakin berkurang, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, apabila sentimen risk-on di pasar saham semakin dominan akibat meredanya konflik geopolitik, kenaikan emas kemungkinan akan berlangsung lebih terbatas.

Pergerakan Harga

  • Emas COMEX pengiriman Agustus 2026 naik 2,03% menjadi US$4.324,70 per troy ounce.
  • Penguatan terjadi setelah pengumuman kesepakatan damai antara AS dan Iran serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dampak ke Pasar Indonesia

Bagi investor domestik, kenaikan harga emas dapat menjadi sentimen positif bagi instrumen berbasis emas dan saham sektor pertambangan logam mulia. Namun, jika perdamaian AS-Iran benar-benar terealisasi dan sentimen pasar global terus membaik, arus dana investor berpotensi lebih banyak mengalir ke aset berisiko seperti saham dibandingkan aset safe haven.

Di sisi lain, penurunan harga minyak dan meredanya tekanan inflasi global dapat menjadi katalis positif bagi pasar obligasi Indonesia karena membuka ruang bagi stabilisasi yield dalam jangka menengah.

 

You Might Also Like

Selat Hormuz Bakal Dibuka Jumat Setelah Iran-AS Teken Kesepakatan Damai

AS-Iran Sepakat Damai, Bursa Asia Siap Terbang?

Waspada! Ada Rapat Suku Bunga BoJ, The Fed, dan BI Pekan Ini

AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Data CPI dan PPI AS Sudah Rilis, Kemana Arah Suku Bunga The Fed?

TAGGED: harga emas
Aurelia Tanu June 15, 2026 June 15, 2026
Previous Article AS-Iran Sepakat Damai, Bursa Asia Siap Terbang?
Next Article Selat Hormuz Bakal Dibuka Jumat Setelah Iran-AS Teken Kesepakatan Damai
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?