[Medan | 15 Juni 2026] Harga emas mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan tercapainya kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah serta membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Mengutip Bloomberg, pada Senin (15/6/2026) pukul 07.38 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus 2026 di Commodity Exchange (COMEX) tercatat berada di US$4.324,70 per troy ounce, naik 2,03% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.
Kesepakatan Damai Dorong Harga Emas
Kenaikan harga emas terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai. Pernyataan tersebut kemudian diperkuat oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang menyatakan bahwa perjanjian damai akan resmi ditandatangani pada Jumat mendatang.
Kesepakatan tersebut meningkatkan optimisme bahwa konflik yang telah berlangsung sejak Februari akan segera berakhir, sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Harapan Inflasi Mereda
Dibukanya kembali Selat Hormuz berpotensi meningkatkan pasokan energi global dan menekan harga minyak dunia. Penurunan harga energi diharapkan dapat mengurangi tekanan inflasi yang selama beberapa bulan terakhir menjadi perhatian utama pasar dan bank sentral.
Meredanya risiko inflasi juga membuat ekspektasi kenaikan suku bunga global mulai berkurang. Kondisi ini umumnya menjadi faktor positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost dari memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Emas Pulih Setelah Koreksi Panjang
Meski menguat pada awal pekan, harga emas sebenarnya masih berada jauh di bawah level puncaknya. Sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari, harga emas telah mengalami koreksi hampir 20%.
Selama periode tersebut, lonjakan harga minyak mendorong kenaikan inflasi global dan memicu spekulasi bahwa berbagai bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik investasi pada emas.
Kini, dengan meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga energi, investor mulai kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan keuangan global.
Prospek Emas ke Depan
Pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh perkembangan implementasi kesepakatan damai AS-Iran serta hasil rapat sejumlah bank sentral utama dunia pekan ini, termasuk Federal Reserve (The Fed), Bank of Japan (BoJ), dan Bank Indonesia (BI).
Jika harga minyak terus turun dan ekspektasi kenaikan suku bunga global semakin berkurang, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, apabila sentimen risk-on di pasar saham semakin dominan akibat meredanya konflik geopolitik, kenaikan emas kemungkinan akan berlangsung lebih terbatas.
Pergerakan Harga
- Emas COMEX pengiriman Agustus 2026 naik 2,03% menjadi US$4.324,70 per troy ounce.
- Penguatan terjadi setelah pengumuman kesepakatan damai antara AS dan Iran serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Dampak ke Pasar Indonesia
Bagi investor domestik, kenaikan harga emas dapat menjadi sentimen positif bagi instrumen berbasis emas dan saham sektor pertambangan logam mulia. Namun, jika perdamaian AS-Iran benar-benar terealisasi dan sentimen pasar global terus membaik, arus dana investor berpotensi lebih banyak mengalir ke aset berisiko seperti saham dibandingkan aset safe haven.
Di sisi lain, penurunan harga minyak dan meredanya tekanan inflasi global dapat menjadi katalis positif bagi pasar obligasi Indonesia karena membuka ruang bagi stabilisasi yield dalam jangka menengah.

