IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

AS-Iran Sepakat Damai, Bursa Asia Siap Terbang?

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ reuters.com
SHARE

[Medan | 15 Juni 2026] Bursa saham Asia mengawali pekan dengan penguatan signifikan setelah muncul kabar tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong optimisme investor terhadap prospek ekonomi global sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat harga energi yang tinggi.

Contents
Harga Minyak Anjlok, Sentimen Risiko MenguatSelat Hormuz Kembali Jadi SorotanPasar Fokus ke Bank SentralDampak ke IHSG dan Pasar IndonesiaAnalisis Pasar

Mengutip Bloomberg, pada perdagangan Senin (15/6/2026) pukul 08.20 WIB, mayoritas indeks saham utama Asia bergerak di zona hijau. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 5,14%, diikuti Taiex Taiwan yang naik 2,60%, ASX 200 Australia menguat 1,99%, Hang Seng Hong Kong bertambah 1,15%, Straits Times Singapura naik 1,07%, dan FTSE Malaysia menguat 0,45%.

Harga Minyak Anjlok, Sentimen Risiko Menguat

Menurut Reuters, pasar saham Asia mendapatkan dorongan kuat setelah harga minyak dunia turun tajam menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.

Penurunan harga energi dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi global yang selama beberapa bulan terakhir menjadi perhatian utama bank sentral dunia. Dengan berkurangnya risiko inflasi, kebutuhan untuk menaikkan suku bunga lebih agresif juga diperkirakan menurun.

Selain pasar saham, dolar AS turut melemah, sementara aset-aset berisiko mengalami penguatan karena investor kembali meningkatkan eksposur ke pasar ekuitas.

Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi bahwa kesepakatan damai telah tercapai. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perjanjian tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi jalur sekitar 20% perdagangan minyak dunia.

Meski demikian, rincian kesepakatan masih terbatas. Pemerintah Iran menyatakan bahwa pengelolaan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz nantinya akan dilakukan bersama Oman, yang memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan penerapan biaya atau pengawasan tambahan terhadap kapal-kapal yang melintas.

Pasar Fokus ke Bank Sentral

Analis menilai meredanya ketegangan geopolitik mengubah fokus pasar dari risiko perang menuju prospek kebijakan moneter global.

Sean Callow, Senior FX Analyst ITC Markets, mengatakan bahwa meskipun detail kesepakatan masih minim, sentimen pasar saat ini didominasi oleh meningkatnya risk appetite investor.

Menurutnya, prospek harga energi yang lebih rendah berpotensi mengubah perhitungan bank sentral menjelang rangkaian rapat kebijakan moneter pekan ini, termasuk pertemuan Federal Reserve (The Fed), Bank of Japan (BoJ), dan Bank Indonesia (BI).

Dampak ke IHSG dan Pasar Indonesia

Bagi Indonesia, kabar damai AS-Iran berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.

Turunnya harga minyak dapat mengurangi tekanan terhadap inflasi impor, memperbaiki ekspektasi fiskal pemerintah, serta membantu stabilisasi nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut berpotensi mendorong aliran dana asing kembali ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun, investor masih akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan ini. Jika BI tetap menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah, penguatan IHSG berpotensi lebih terbatas meskipun sentimen global sedang membaik.

Analisis Pasar

Untuk perdagangan hari ini, sentimen global cenderung mendukung penguatan aset berisiko. Penurunan harga minyak, meredanya risiko geopolitik, dan ekspektasi berkurangnya tekanan kenaikan suku bunga menjadi kombinasi positif bagi pasar saham.

Meski demikian, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi faktor domestik seperti arah kebijakan BI, stabilitas rupiah, dan keberlanjutan arus dana asing. Jika sentimen global positif mampu diimbangi oleh stabilisasi faktor domestik, peluang IHSG untuk kembali menguji area resistance 5.950–6.000 akan semakin terbuka. Sementara area 5.800–5.850 diperkirakan menjadi support terdekat dalam jangka pendek.

 

You Might Also Like

Selat Hormuz Bakal Dibuka Jumat Setelah Iran-AS Teken Kesepakatan Damai

Harga Emas Naik Usai Iran-AS Capai Kesepakatan Damai

Waspada! Ada Rapat Suku Bunga BoJ, The Fed, dan BI Pekan Ini

AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Data CPI dan PPI AS Sudah Rilis, Kemana Arah Suku Bunga The Fed?

TAGGED: bursa asia, kesepakatan damai iran-as
Aurelia Tanu June 15, 2026 June 15, 2026
Previous Article Waspada! Ada Rapat Suku Bunga BoJ, The Fed, dan BI Pekan Ini
Next Article Harga Emas Naik Usai Iran-AS Capai Kesepakatan Damai
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?