IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Ada Demo Besar Hari Ini, IHSG Bakal Kemana?

By Aurelia 28 mins ago Bisnis
Image source: AP/ tribratanews.polri.go.id
SHARE

[Medan | 27 Agustus 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Sentimen pasar hari ini terutama akan dipengaruhi oleh pelaksanaan aksi demonstrasi di Jakarta, pergerakan saham big caps, serta kondisi eksternal yang masih dibayangi tingginya yield US Treasury dan ketidakpastian geopolitik.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,48% ke level 6.405, tertekan aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BRPT, dan AMMN. Rupiah juga melemah tipis 0,01% ke Rp17.712/US$. Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memproyeksikan IHSG hari ini bergerak mixed cenderung melemah dengan support 6.340–6.300 dan resistance 6.455–6.550. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berada di kisaran 6.350–6.450.

Demo 27 Agustus dan Tuntutannya

Aksi demonstrasi hari ini akan digelar oleh sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Salah satu kelompok yang telah mengonfirmasi aksi adalah Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang membawa tema #MerebutKembaliIndonesia dan dijadwalkan menggelar aksi mulai pukul 14.00 WIB. GERAM memperkirakan sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat sipil akan ikut serta.

Selain itu, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) juga memastikan akan tetap melakukan aksi di depan Gerbang Utama Parlemen. Dengan demikian, perhatian pasar bukan hanya tertuju pada satu kelompok, melainkan pada kemungkinan berkumpulnya berbagai elemen masyarakat dengan agenda yang berbeda.

Tuntutan yang dibawa cukup luas, mulai dari isu politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan hingga demokrasi. GERAM, misalnya, membawa 10 tuntutan yang mencakup permintaan pertanggungjawaban politik dan hukum terhadap pemerintah, evaluasi program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis, reformasi perpajakan, pendidikan dan kesehatan gratis, penurunan harga kebutuhan pokok dan kenaikan upah buruh, perlindungan pekerja rumah tangga, demiliterisasi, penghentian kriminalisasi aktivis, hingga penyitaan aset hasil korupsi.

Sementara itu, tuntutan dari kelompok lain mencakup isu seperti pengesahan RUU Perampasan Aset, pemberantasan korupsi, harga kebutuhan pokok, serta evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah. Artinya, aksi hari ini memiliki spektrum isu yang cukup luas sehingga respons pasar akan sangat bergantung pada bagaimana aksi tersebut berlangsung, bukan hanya pada isi tuntutannya.

Apakah Demo Otomatis Membuat IHSG Jatuh?

Jawabannya tidak. Secara historis, demonstrasi memang dapat meningkatkan volatilitas pasar, tetapi tidak selalu menyebabkan tren penurunan yang berkepanjangan.

Pasar saham pada dasarnya lebih sensitif terhadap ketidakpastian dibandingkan keberadaan aksi demonstrasi itu sendiri. Selama aksi berlangsung tertib, tidak mengganggu pusat aktivitas ekonomi dan tidak berkembang menjadi kerusuhan, investor biasanya akan kembali memperhatikan faktor fundamental seperti laba perusahaan, suku bunga, arus dana asing, nilai tukar dan kondisi ekonomi global.

Sinarmas Sekuritas juga menilai berdasarkan sejumlah aksi politik dalam satu dekade terakhir bahwa gejolak politik dapat menimbulkan shock psikologis terhadap pasar, tetapi dampaknya cenderung temporer. Setelah ketidakpastian mereda dan terdapat kepastian mengenai respons pemerintah, IHSG memiliki ruang untuk kembali rebound.

Pola tersebut terlihat pada aksi 411 dan 212 pada 2016, demonstrasi pasca-Pilpres 2019, aksi mahasiswa pada September 2019, penolakan UU Cipta Kerja pada 2020, hingga aksi “Peringatan Darurat” terkait revisi UU Pilkada pada Agustus 2024. Dalam sejumlah kasus tersebut, pasar memang mengalami tekanan ketika ketidakpastian meningkat, tetapi kemudian kembali pulih setelah situasi politik lebih jelas.

Pengalaman demonstrasi pada Agustus 2025 juga menjadi pengingat bahwa risiko terbesar bukan demonya, melainkan eskalasinya. Ketika aksi berkembang menjadi bentrokan atau menimbulkan kerusakan fasilitas publik, investor dapat meningkatkan posisi defensif dan melakukan risk-off secara lebih agresif.

Dampaknya ke Saham

Untuk IHSG, sektor yang paling rentan dalam kondisi seperti ini adalah saham big caps dan saham yang memiliki likuiditas tinggi, karena saham-saham tersebut biasanya menjadi instrumen utama ketika investor asing maupun domestik melakukan pengurangan risiko.

Tekanan terhadap IHSG juga bisa semakin besar apabila aksi demonstrasi berlangsung bersamaan dengan keluarnya dana asing. Sebaliknya, apabila kondisi keamanan tetap terkendali, koreksi dapat menjadi relatif terbatas dan bahkan membuka peluang technical rebound.

Level 6.300–6.340 menjadi area penting untuk diperhatikan. Apabila IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, tekanan hari ini masih dapat dikategorikan sebagai koreksi jangka pendek. Namun, apabila 6.300 ditembus dengan tekanan jual yang besar, sentimen risk-off dapat menjadi lebih kuat dan membuka ruang pelemahan berikutnya. Sebaliknya, area 6.455–6.550 menjadi zona yang perlu ditembus untuk menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda.

Dampaknya ke Rupiah

Dampak terhadap Rupiah dapat terjadi melalui mekanisme risk premium. Ketika ketidakpastian politik meningkat, investor asing dapat mengurangi eksposur terhadap aset Indonesia dan meningkatkan kepemilikan dolar AS. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap Rupiah.

Namun, Rupiah hari ini tidak hanya ditentukan oleh demo. Faktor eksternal masih jauh lebih besar, terutama yield US Treasury, indeks dolar AS, arus modal asing, harga minyak dan perkembangan konflik AS-Iran. Karena itu, jika demonstrasi berlangsung kondusif tetapi dolar AS secara global kembali menguat, Rupiah tetap dapat melemah. Sebaliknya, apabila sentimen global membaik dan arus dana asing tetap masuk, dampak demonstrasi terhadap Rupiah kemungkinan terbatas.

Bagaimana dengan Obligasi?

Untuk pasar obligasi, dampaknya sedikit berbeda. Investor akan melihat apakah demonstrasi hanya menghasilkan volatilitas sementara atau justru meningkatkan country risk premium Indonesia.

Jika aksi berlangsung damai, dampaknya terhadap yield obligasi pemerintah kemungkinan relatif terbatas. Bahkan, apabila investor menganggap tekanan terhadap saham hanya bersifat sementara, obligasi dapat menjadi alternatif defensif karena karakteristiknya yang lebih stabil dibandingkan saham.

Namun, jika demonstrasi berkembang menjadi konflik politik atau kerusuhan yang meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, investor dapat meminta yield premium lebih tinggi untuk memegang aset Rupiah. Dalam kondisi tersebut, harga obligasi dapat tertekan dan yield meningkat.

Untuk investor obligasi, perkembangan Rupiah menjadi sangat penting. Rupiah yang stabil atau menguat dapat membantu menjaga daya tarik SBN, sementara pelemahan Rupiah yang tajam dapat meningkatkan tekanan terutama pada investor asing.

Meski demikian, saat ini faktor global seperti arah The Fed dan tingginya yield US Treasury tetap menjadi driver utama. Jadi, jangan menganggap kenaikan yield SBN hari ini semata-mata disebabkan oleh demonstrasi.

Skenario untuk IHSG Hari Ini

Secara sederhana, terdapat tiga skenario.

Skenario pertama — Demo kondusif. Ini merupakan skenario paling positif. IHSG berpotensi mengalami tekanan pada awal perdagangan akibat positioning investor, tetapi kemudian stabil setelah pasar melihat aksi berlangsung aman. Dalam kondisi ini, peluang relief rally atau technical rebound cukup terbuka.

Skenario kedua — Demo berlangsung tetapi terjadi gangguan terbatas. IHSG kemungkinan tetap volatil dan investor akan cenderung mengurangi posisi pada saham berisiko tinggi. Tekanan dapat bertahan hingga pasar memperoleh kepastian bahwa situasi tidak berkembang lebih jauh.

Skenario ketiga — Terjadi eskalasi. Ini merupakan risiko terbesar. Kerusuhan, bentrokan, kerusakan fasilitas publik atau meluasnya aksi ke pusat ekonomi lainnya dapat meningkatkan risk-off. Investor asing berpotensi meningkatkan penjualan, Rupiah melemah dan IHSG berisiko menembus support 6.300.

Dengan demikian, headline hari ini lebih penting daripada sekadar jumlah massa. Pasar akan menunggu jawaban atas satu pertanyaan: apakah aksi tersebut tetap terkendali atau berkembang menjadi gangguan terhadap stabilitas politik dan ekonomi?

Outlook: Jangan Hanya Melihat Demo

Menariknya, IHSG sebenarnya masih memiliki bantalan dari sisi tren menengah. Pada 26 Agustus, indeks sempat bergerak di sekitar 6.520 setelah mengalami tekanan pada awal perdagangan. Dalam sepekan IHSG masih mencatat kenaikan sekitar 1,05%, sedangkan secara bulanan masih naik sekitar 5,21%.

Artinya, pelemahan 27 Agustus tidak otomatis berarti perubahan tren jangka menengah. Investor perlu melihat volume transaksi, pergerakan saham big caps, net buy/sell asing dan kemampuan IHSG mempertahankan support.

Selain demo, pasar juga masih menghadapi sejumlah katalis penting. Investor akan mencermati proses fit and proper test calon pimpinan Bank Indonesia, perkembangan kebijakan moneter BI, arah yield US Treasury, pidato Kevin Warsh di Jackson Hole, serta perkembangan konflik Iran dan Selat Hormuz. Jadi, demo adalah katalis volatilitas, tetapi belum tentu menjadi katalis perubahan fundamental pasar.

Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Bagi investor jangka pendek, strategi terbaik adalah tidak mengejar harga pada saat volatilitas tinggi. Perhatikan level support dan resistance, terutama area 6.300–6.340 sebagai batas penting IHSG. Jika tekanan meningkat tetapi fundamental emiten tetap sehat, koreksi dapat digunakan untuk melakukan akumulasi secara bertahap, bukan langsung masuk penuh.

Untuk investor saham, fokus sebaiknya diarahkan pada emiten dengan fundamental kuat, neraca sehat, arus kas baik dan likuiditas tinggi. Hindari mengambil keputusan hanya karena saham turun akibat headline demo.

Sementara bagi investor obligasi, apabila demonstrasi berlangsung kondusif dan Rupiah relatif stabil, tekanan akibat faktor domestik kemungkinan terbatas. Bahkan, apabila terjadi flight to quality di pasar domestik, SBN dapat kembali mendapatkan permintaan.

Kesimpulannya, demo 27 Agustus memang berpotensi membuat IHSG lebih volatil, tetapi tidak ada alasan untuk mengasumsikan IHSG pasti jatuh hanya karena aksi demonstrasi. Risiko terbesar muncul apabila aksi berubah menjadi gangguan keamanan yang luas. Jika aksi berlangsung tertib, pasar kemungkinan hanya memberikan “discount” sementara sebelum kembali fokus pada fundamental, arus dana asing, kebijakan BI, The Fed, dan kondisi global.

 

You Might Also Like

Ramai Transaksi Saham GOTO di Bawah Rp 50 Jelang Rebalancing MSCI, Ada Apa?

Setelah Kasus Blokir Rekening, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri (BMRI)?

BEI Berencana Hapus Saham Gocap, Harga Bisa ke Rp 1

FTSE Russell Tunda Penambahan Saham Indonesia Hingga Desember 2026

Saham INET, WIFI, hingga DOOH Kompak Terbang, Ada Apa?

TAGGED: demo hari ini, IHSG, IHSG hari ini
Aurelia August 27, 2026 August 27, 2026
Previous Article Ramai Transaksi Saham GOTO di Bawah Rp 50 Jelang Rebalancing MSCI, Ada Apa?
Next Article DPR Akan Umumkan Hasil Fit and Proper Test Calon Gubernur BI Hari Ini
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?