IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Bea Masuk LPG Petrokimia 0%, Jadi Berkah Untuk Saham TPIA?

By Aurelia 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ petrokimia-gresik.com
SHARE

[Medan | 30 Juli 2026] Pemerintah resmi memangkas tarif bea masuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk bahan baku industri petrokimia menjadi 0% selama enam bulan. Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus menjaga pasokan bahan baku di tengah ketidakpastian pasokan nafta akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan kebijakan tersebut membuka peluang efisiensi bagi produsen petrokimia nasional, terutama PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) yang telah memiliki fasilitas produksi dengan fleksibilitas menggunakan LPG sebagai substitusi nafta.

Menurut Fajar, LPG dapat menggantikan sekitar 30% kebutuhan bahan baku Chandra Asri dan sekitar 40% untuk Lotte Chemical Indonesia. “Substitusi LPG bisa sekitar 30% untuk Chandra Asri dan 40% untuk Lotte Chemical. Ini memberi peluang efisiensi bahan baku sehingga utilitas pabrik mereka tetap tinggi,” ujarnya.

Mengapa LPG Penting Bagi Industri Petrokimia?

Nafta selama ini menjadi bahan baku utama dalam proses steam cracking untuk menghasilkan etilena dan propilena, dua komponen utama pembuatan plastik. Namun, sebagian besar kebutuhan nafta Indonesia masih berasal dari impor sehingga rentan terhadap gangguan pasokan global.

Konflik di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, meningkatkan risiko terganggunya distribusi nafta sekaligus mendorong kenaikan biaya logistik apabila pasokan harus dialihkan dari kawasan lain seperti Amerika atau Afrika Utara.

Dalam kondisi tersebut, LPG menjadi alternatif yang lebih fleksibel. Selain pasokannya relatif lebih mudah diperoleh, biaya penggunaannya juga dapat lebih murah ketika harga LPG berada di bawah harga nafta. Karena itu, pembebasan bea masuk impor LPG dinilai mampu menjaga kesinambungan produksi industri petrokimia nasional meskipun pasokan nafta mengalami gangguan.

TPIA dan Lotte Sudah Siap Memanfaatkan LPG

Chandra Asri sebenarnya telah lama menerapkan teknologi feedstock flexibility, yaitu kemampuan pabrik untuk menggunakan lebih dari satu jenis bahan baku. Kompleks Olefins Plant milik perseroan di Cilegon tidak hanya mengolah nafta, tetapi juga mampu menggunakan LPG dan kondensat sebagai bahan baku melalui proses steam cracking. Fleksibilitas tersebut didukung oleh program modifikasi tungku (furnace revamp) sehingga perusahaan dapat memilih bahan baku dengan biaya paling efisien sesuai kondisi pasar.

Sementara itu, fasilitas LINE (Lotte Chemical Indonesia New Ethylene) milik Lotte Chemical Indonesia juga dirancang sebagai mixed-feed steam cracker, yang memungkinkan penggunaan LPG hingga sekitar 50% dari total bahan baku tergantung kondisi operasional dan margin harga.

Dengan adanya tarif impor LPG sebesar 0%, kedua perusahaan memiliki ruang yang lebih besar untuk mengoptimalkan penggunaan LPG ketika secara ekonomi lebih menguntungkan dibandingkan nafta.

Harga Plastik Belum Tentu Turun

Meski biaya bahan baku berpotensi menurun, Inaplas menilai kebijakan ini belum tentu langsung diikuti penurunan harga produk plastik. Manfaat terbesar justru berada pada sisi stabilitas pasokan. Dengan tersedianya alternatif bahan baku, industri tidak perlu mencari pasokan nafta dari wilayah lain yang membutuhkan biaya logistik lebih mahal ketika terjadi gangguan distribusi global.

Artinya, kebijakan ini lebih berfungsi menjaga kelancaran produksi dan mengurangi risiko lonjakan harga akibat kelangkaan bahan baku dibandingkan menurunkan harga plastik secara langsung.

Berlaku Selama Enam Bulan

Pemerintah menetapkan tarif bea masuk LPG untuk bahan baku petrokimia sebesar 0% melalui pos tarif khusus yang mulai berlaku efektif sejak Juli 2026 dan diberikan selama enam bulan. Fasilitas tersebut hanya dapat dimanfaatkan perusahaan petrokimia yang memenuhi persyaratan sesuai Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1944 Tahun 2026 sehingga insentif tetap tepat sasaran.

Dampak ke Pasar

Kebijakan ini menjadi sentimen positif bagi saham TPIA, karena perusahaan berpotensi memperoleh efisiensi biaya bahan baku, menjaga margin keuntungan, serta mempertahankan tingkat utilisasi pabrik di tengah risiko gangguan pasokan nafta global. Lotte Chemical Indonesia juga memperoleh manfaat serupa karena memiliki fasilitas produksi yang mampu menggunakan LPG sebagai bahan baku alternatif.

Bagi sektor petrokimia secara keseluruhan, insentif ini membantu meningkatkan daya saing industri domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap nafta impor. Apabila konflik di Timur Tengah kembali mengganggu pasokan energi, perusahaan yang memiliki fleksibilitas menggunakan LPG diperkirakan akan lebih mampu menjaga produksi dibandingkan produsen yang sepenuhnya bergantung pada nafta.

Secara makro, kebijakan ini juga berpotensi membantu menekan tekanan biaya (cost-push inflation) pada industri hilir karena menjaga ketersediaan bahan baku plastik. Meski dampaknya terhadap inflasi diperkirakan tidak besar dalam jangka pendek, kebijakan ini dapat membantu menjaga stabilitas rantai pasok industri manufaktur nasional.

 

 

You Might Also Like

Ekspansi FTTH, WIFI Raup Dana Samurai Bond Rp 2,4 Triliun

BBCA Cetak Laba Rp29,5 T di Semester I-2026

Direksi RANS Mundur Dua Minggu Setelah IPO, Ada Apa?

BMRI, BNI dan BRI Alihkan Bisnis Asset Manajemen ke Danantara

Diversifikasi, DEWA Dirikan Tiga Anak Usaha Baru

TAGGED: Petrokimia, saham TPIA
Aurelia July 30, 2026 July 30, 2026
Previous Article S&P Peringatkan Risiko Pengunduran Diri Gubernur BI Terhadap Kebijakan Moneter RI
Next Article Ekspansi FTTH, WIFI Raup Dana Samurai Bond Rp 2,4 Triliun
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?