IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

IHSG Anjlok 0,57% ke Level 6.598, Ada Apa?

By Aurelia 1 year ago Bisnis
Image source: AP/ pluang.com
SHARE

[Medan | 11 Maret 2025] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,65% ke level 6.592,6 pada perdagangan Senin (10/3/2025).

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa pelemahan IHSG, bersama dengan penurunan indeks saham Asia, dipicu oleh respons pasar terhadap data ekonomi China dan Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan.

Biro Statistik Nasional China melaporkan inflasi bulan Februari mengalami penurunan, dengan angka bulanan (MoM) turun dari 0,7% menjadi -0,2%, sementara inflasi tahunan (YoY) berbalik dari 0,5% menjadi -0,7%. Di sisi lain, tingkat pengangguran AS meningkat ke 4,1% pada Februari 2025, memunculkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi akibat dampak kebijakan tarif.

Pada pertemuan Jumat lalu, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga dan menyatakan keprihatinan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump. Ketidakpastian mengenai keputusan Trump terkait tarif impor dari Kanada, Meksiko, dan China turut mengguncang pasar pekan ini.

Dari dalam negeri, Pilarmas menyoroti wacana pemerintah untuk mengubah skema kenaikan tarif royalti mineral dan batu bara (minerba). Rencana ini mencakup kenaikan tarif royalti bagi beberapa komoditas seperti nikel, tembaga, dan emas, yang berpotensi menekan kinerja emiten di sektor tersebut.

Namun, untuk batu bara, pemerintah berencana menyesuaikan royalti dengan ketentuan tertentu. Kebijakan ini justru berpotensi menguntungkan perusahaan batu bara dengan status IUPK, mengingat harga batu bara acuan (HBA) saat ini berada di level US$128 per ton, yang memungkinkan rentang tarif lebih rendah.

 

You Might Also Like

Laba Bersih TPIA Anjlok 77,5% di Semester I-2026, Apa Penyebabnya?

Ekspansi FTTH, WIFI Raup Dana Samurai Bond Rp 2,4 Triliun

Bea Masuk LPG Petrokimia 0%, Jadi Berkah Untuk Saham TPIA?

BBCA Cetak Laba Rp29,5 T di Semester I-2026

Direksi RANS Mundur Dua Minggu Setelah IPO, Ada Apa?

TAGGED: arah IHSG, IHSG, IHSG hari ini, pergerakan IHSG
Aurelia March 10, 2025 March 11, 2025
Previous Article Kebakaran di Ruangan Staf Polda Banten, Penyebab Masih Diselidiki
Next Article Goldman Sachs Turunkan Rating Saham dan Obligasi Indonesia, Apa Pemicunya?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?